Inspirasi Wirausaha

Asyiknya Mendulang Fulus dengan Menjadi Vlogger

Share : 19 June 2017

Di era digital seperti sekarang, peluang usaha bagi mereka yang bermodal pas-pasan tidak hanya datang dari usaha konvensional, semacam berdagang, menjual jasa, atau membuat barang seperti kerajinan saja. Asal tidak gagap teknologi dan jeli membaca peluang, internet menawarkan banyak celah untuk mengail fulus.

Salah satu jalan mendapatkan uang via internet yang sedang popular adalah membuat blog dalam bentuk video. Jika dulu kebanyakan orang membuat blog dalam bentuk teks dan foto, yang lazim disebut blogging, maka kini adalah era di mana para netter membuat blog dalam format audio video. Istilahnya: vlog. Kalau para pembuat blog disebut blogger, maka para penghasil vlog biasa disebut vlogger.

Ada banyak situs yang bisa dimanfaatkan para vlogger. Namun yang paling umum, karena punya jangkauan paling mendunia, adalah YouTube. Situs yang berdiri sejak 2005, dan dimiliki oleh Google setahun kemudian itu, saat ini sudah dianggap sebagai tempat yang wajib dihuni oleh orang-orang yang ingin menjadi vlogger.

Yang patut dicatat, vlogger yang bisa memanfaatkan YouTube untuk menjala uang tidak harus bermodal besar. Memang, ada banyak perusahaan media dunia berskala raksasa, semacam Vevo yang ikut menjajakan dagangan di YouTube. Namun banyak juga youtuber, demikian istilah kondang bagi para vlogger di YouTube, perorangan yang turut merasakan rezeki berlimpah. Para youtuber ini lebih mengandalkan kreativitas dan keringat sebagai modal, daripada uang.

Tak percaya? Untuk skala dunia, bisa disebut nama Felix Kjellberg. Dalam catatan majalah bisnis Forbes, dari kegiatan sebagai vlogger di Youtube selama Juni 2014 hingga Juni 2015, Kjellberg mampu mengantongi uang sebesar US$ 12 juta. Jika dirupiahkan dengan kurs US$ 1=Rp 10.000 saja, angka itu setara dengan Rp 120 miliar. Asyiknya lagi, uang sebesar itu diperoleh Kjellberg hanya dengan membuat video tentang game. Sudah bisa menyalurkan hobi sebagai gamer, mengantongi uang miliaran. Siapa yang tidak mau?

Di tingkat Indonesia pun banyak youtuber yang sudah bisa menikmati rezeki. Satu di antaranya adalah Bayu Eko Moektito. Uang yang dicetak Bayu dari pekerjaannya sebagai vlogger memang belum seheboh Kjellberg. Namun sudah terbilang sangat lumayan bagi standar gaji Indonesia. Dalam sebulan, Bayu bisa mengantongi uang berkisar Rp 13 juta hingga Rp 20 juta dari kegiatan mengunggah konten di YouTube. Lumayan kan?

Pertanyaan yang sangat mungkin melintas di benak kita, dari mana uang yang diterima Kjellberg atau Bayu berasal? Sumber pertama adalah pendapatan iklan yang diterima oleh YouTube. Asal tahu saja, setiap pengunggah konten di Youtube bisa memilih apakah kontennya akan disertai iklan atau tidak. Kalau tertarik untuk mendapatkan iklan, opsi bersedia dipasangi iklan harus dipilih.

Nah, YouTube akan membagi pendapatan iklannya ke si pengunggah, selama channel si pengunggah memiliki jumlah pelanggan sama atau di atas angka minimal yang dipersyaratkan. Saat ini, YouTube mensyaratkan vlogger memiliki subscriber sebanyak 100.000, jika ingin mendapatkan uang iklan. Semakin sering konten ditonton oleh pengunjung YouTube, tentu semakin tinggi pula nilai pendapatan iklan yang bisa ikut dinikmati youtuber.

Sumber pendapatan kedua berasal dari iklan atau promosi yang muncul di konten. Jangan remehkan nilai bisnis dari kegiatan meng-endorse sebuah barang atau jasa di konten YouTube. Di era internet, belanja iklan digital nilainya kian besar. Bisa dibilang hampir seluruh perusahaan consumer pasti menganggarkan uang besar-besaran untuk kegiatan beriklan di konten digital, termasuk vlog. Cuma untuk mendapatkan sumur uang kedua ini, vlogger memang harus punya pemirsa dalam jumlah besar.

Penghasilan vlogger juga bisa datang dari kegiatan di luar dunia maya. Yang paling umum dilakukan vlogger adalah menjadi pembicara di berbagai acara yang membahas konten digital. Tertarik untuk mencetak uang sebagai youtuber seperti Bayu, atau malah Kjellberg? Kalau ya, tunggu apalagi, segeralah memulai.

1. Cari ide unik

Langkah pertama yang perlu diambil tentulah mencari ide unik yang bisa digarap menjadi isi konten. Video bisa saja memuat tips atau hiburan. Yang pasti, jangan memilih tema yang kita tidak kuasai. Catatan saja, kebanyakan vlogger sukses selalu tampil apa adanya.

Di dunia internasional, siapa yang tak kenal Justin Bieber? Ketika berusia 12 tahun, Justin mengunggah video dirinya bernyanyi di channel YouTube. Meski tidak berlatih secara khusus, namun bakat Justin di bidang tarik suara ternyata menarik minat penyanyi senior Usher untuk mengajaknya rekaman.

Sementara di dalam negeri, kita bisa melihat Diwantara Anugrah Putra yang berkibar melalui channel Tara Arts Movie dan Tara Arts Game. Tara Arts Movie merupakan channel tutorial membuat film dengan efek. Syutingnya tidak jauh, hanya di sekitar rumah Tara. Wardrobe yang dipakai pun hanya pakaian sehari-hari. Namun, kepiawaian Tara menjaring pelanggan membuat stasiun TV di AS tertarik menaruh iklan di Tara Arts Movie.

2. Belajar teknik membuat video

Setelah membuat ide, kita perlu belajar membuat video mulai dari cara belajar berbicara di depan kamera. Cara yang paling mudah untuk berbicara di depan kamera ialah dengan berlatih berbicara di depan cermin. Pilih gaya bahasa yang cocok untuk target penonton channel Anda.

Kemudian, kita juga bisa mempelajari teknik sederhana pencahayaan, pengambilan video, serta mengedit video. Dewasa ini, banyak aplikasi yang memungkinkan kita melakukan semua itu dengan mudah, bahkan bisa dengan kamera handphone. Beberapa aplikasi edit video yang bisa diunduh di handphone antara lain Magisto Video Editor & Maker, VidTrim – Video Trimmer, Video Maker Pro Free, Socialcam, Free Movie Editor, dan Movie Studio Video Maker. Jadi, jangan menunggu memiliki perlengkapan atau kamera yang wah untuk memulai belajar teknik video. Asal memiliki kemauan besar, kita bisa melakukannya hanya dengan smartphone.

3. Buat konten

Langkah ketiga tentu memulai pembuatan konten. Tidak perlu menunda pembuatan konten hingga memiliki peralatan yang serba ideal. Kenyataannya, banyak youtuber sukses asal Indonesia, seperti Bayu, yang memulai dengan peralatan serba minimalis. Asal punya ide yang sudah dituangkan dalam bentuk script , video handphone, dan komputer untuk mengedit, pekerjaan sebagai vlogger bisa dimulai. Setiap kali selesai mengunggah konten, jangan sampai ketinggalan menyertakan deskripsi dan tentu link untuk menjadi subscriber channel.

4. Konsisten menjaga kontinuitas

Yang perlu diingat adalah jangan pernah berpuas diri begitu selesai mengunggah konten pertama. Youtuber baru bisa mendulang sukses untuk menjaring subscriber jika menyajikan konten secara terus-menerus. Siapa sih yang mau mengunjungi saluran yang isinya dari hari ke hari cuma video yang itu-itu saja?

Selain itu, sebaiknya kita mengunggah video secara konsisten. Jangan mengunggah satu-dua video, lalu vakum sekian bulan dan baru membuatnya lagi. Idealnya, usahakan untuk menggunggah video dua hingga tiga kali dalam seminggu. Sehingga kita akan memiliki penonton setia.

5. Membangun kedekatan dengan pemirsa

Pekerjaan lain yang perlu dilakukan oleh vlogger yang ingin menjaring pelanggan adalah membangun kedekatan dengan pemirsa. Jangan lupa, keunggulan media berbasis internet adalah melibatkan audience. Ini bisa dilakukan, misal, dengan mengajak pemirsa untuk menyumbang ide tentang video berikutnya. Bahkan, tak sedikit vlogger yang juga menampilkan pemirsa dalam kontennya.

Ternyata, dengan menjadi diri sendiri kita semua memiliki potensi untuk menjadi vlogger sukses, bukan? Nah, tunggu apa lagi? Selamat mencoba.

Artikel selanjutnya