Administrator 105 post
Kisah UKM Hebat

BERBAGI KEBAIKAN AKAN MENIMBULKAN KEBAIKAN LAINNYA

Share : 28 May 2020
Muhammad Jahidin adalah satu dari sekian banyak pelaku usaha logam di Tegal. Awal mula alasan menekuni bisnis di bidang perlogaman adalah kecintaannya pada bidang teknik. Jahidin memulai pekerjaannya di bidang teknik sejak tahun 90-an di berbagai perusahaan. Pada akhirnya, di tahun 2012, Jahidin menetapkan tekad untuk membangun usahanya sendiri di bidang logam. Kemudian, muncullah CV Permata Bahari Teknik dengan produksi berbagai komponen logam penunjang yang dibutuhkan furniture atau mesin-mesin seperti POK panel yang digunakan PLN. Namun, pasang-surut dinamika bisnis juga dialami oleh perusahaan Jahidin. Perusahaannya sempat kurang bergaung hingga akhirnya pada tahun 2018 mulai aktif dan kembali bersinar. Berawal dari hanya menerima proyekan yang tidak tentu datangnya hingga proyek yang dikerjakan rutin dan sudah terlihat pekerjaan tiga bulan mendatang yang kemungkinan terus bertambah. Peningkatan tersebut Jahidin dapatkan karena telah berkolaborasi dengan para UMKM lain serta pelatihan dan pendampingan yang diadakan oleh LPB Tegal melalui program Sektor Unggulan. 
 
Beroperasi di lokasi yang sama dengan LPB Tegal, yaitu Komplek LIK Takaru, Kabupaten Tegal, membuat Jahidin tidak asing dengan program-program yang dikerjakan oleh LPB Tegal. Berawal dari ketertarikannya dengan program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh LPB Tegal membuat Jahidin memutuskan untuk bergabung. Melalui program Sektor Unggulan, Jahidin mendapatkan kesempatan untuk menambah jaringan dengan para perusahaan calon customer dan berkolaborasi dengan UMKM-UMKM logam lainnya yang ada di LPB Tegal. Beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan Jahidin adalah PT Sas Kreasindo Utama dan PT Karya Paduyasa, di mana Jahidin dipercaya sebagai pemasok perusahaan tersebut dalam hal produksi logam komponen furniture dan sparepart logam dari alat berat. Setelah mendapatkan kepercayaan dari beberapa perusahaan tidak membuat Jahidin melupakan UMKM lainnya. Melalui perannya sebagai Ketua Koperasi LPB Tegal, Jahidin aktif memberikan informasi mengenai pesanan logam yang tersedia walaupun pesanan tersebut datang dari perusahaan kerjasamanya sendiri. Terdapat prinsip yang dipegang oleh UMKM-UMKM di Tegal bahwa saling berbagi informasi dan tidak menikung orderan UMKM lain, karena setiap UMKM punya kapasitas dan tingkat kemampuan pengerjaan masing-masing.  
 
Melalui program dari LPB Tegal, Jahidin cukup aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan peningkatan mutu UMKM miliknya. Beberapa diantaranya adalah pendampingan standarisasi ISO untuk persiapan mendapatkan sertifikasi serta pelatihan 5R. Sejauh ini, Jahidin sudah menerapkan 5R dalam perusahaannya. Terangnya, setelah menerapkan 5R banyak memberikan manfaat baik bagi dirinya menjadi lebih nyaman untuk mengawasi pekerjaannya, bagi pekerjanya menjadi lebih semangat untuk bekerja karena sudah tertata dengan rapi dan bagi customer menjadi lebih memercayai perusahaan milik Jahidin merupakan perusahaan yang berkualitas. Melalui program pelatihan dan pendampingan 5R itu jugalah, Jahidin bertekad untuk meningkatkan pemahamannya agar penerapannya dilakukan secara maksimal dan membuahkan hasil yang baik bagi perusahaannya. 
 
Dalam menjalani hidupnya, Jahidin memiliki prinsip untuk saling berbagi baik secara kehidupan personal maupun dalam kehidupan bekerja. Ia mewujudkan rasa berbagi tersebut dalam tiga hal, berbagi informasi, pengetahuan dan kemampuan. Berbagi informasi Jahidin wujudkan dalam hal saling memberikan informasi terkait orderan yang ada ke seluruh anggota koperasi. Sedangkan berbagi pengetahuan Jahidin wujudkan dalam hal memberi ilmu kepada orang-orang yang membutuhkan pengetahuan terkait hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Dan pada berbagi dalam kemampuan, Jahidin wujudkan dalam hal berbagi kemampuan yang dimilikinya agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh orang yang membutuhkannya.  
 
Jahidin selalu membuka pintu lebar-lebar bagi mereka yang ingin belajar lebih dari dirinya. Tidak hanya secara eksternal perusahaan tetapi di internal perusahaan pun, Jahidin juga terbuka bagi pekerjanya untuk memanfaatkan pengetahuan, kemampuan serta pengalaman yang didapatkan ketika bekerja dengannya atau ketika sudah keluar dan mencari kehidupan lebih baik seperti menjadi pengusaha juga. Walaupun kata orang tindakan Jahidin itu tidak masuk akal dan hanya merugikan dirinya karena membagikan ilmunya secara gratis, Jahidin percaya bahwa jika kita berbagi terhadap sesama baik berupa pengetahuan, kemampuan, materi, atau apapun, justru apa yang telah kita miliki tersebut tidak akan berkurang nilainya, justru akan semakin bertambah entah darimana datangnya. Pengetahuan kita bisa lebih bertambah karena adanya diskusi dengan orang yang bertanya, kemampuan kita bertambah karena jadi lebih sering dilatih, informasi yang semakin bertambah karena pertukaran yang terjadi, materi yang telah dikeluarkan bisa dikembalikan dari hal yang tak terduga serta kemungkinan lain yang terjadi ketika kita saling berbagi. Jadi, ketika kita berbagi kebaikan akan menambah kebaikan lainnya. 
Artikel selanjutnya