Administrator 105 post
Kolom

BERIKAN MOTIVASI DAN INOVASI DI MASA PANDEMI

Share : 09 October 2020

Adhelia Afrialita Ruchendi, atau yang akrab disapa Adhel, merupakan fresh graduate dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Adhel mengetahui informasi rekrutmen Pemberdaya Muda YDBA dari pihak jurusannya, yang mana ada salah satu alumni di jurusannya yang sudah masuk menjadi karyawan di Head Office YDBA, Jakarta. “Awalnya saya tidak mengetahui apapun tentang apa itu YDBA, bagaimana kerjanya dan di bidang apa. Tetapi ketika informasi itu di berikan kepada kami, teman- teman saya berkata ‘Yuk pada ikut, ini bagus lho dari Astra’,” ujar lulusan Teknik Industri ini. Adhel pun langsung tertarik untuk mencoba mengikuti proses rekrutmen yang diadakan di kampusnya. Menurut Adhel, ini adalah pekerjaan yang menarik di mana selama satu tahun bisa bekerja di lapangan dan dapat membantu UMKM Indonesia serta bisa ditempatkan di mana saja.

 

Setelah melalui proses rekrutmen mulai dari FGD, wawancara dengan pihak Human Capital YDBA, psikotes, dan wawancara dengan Pengurus YDBA, Adhel terpilih menjadi salah satu pemberdaya muda YDBA. Sejak Desember 2019, Adhel mempelajari lebih dalam seputar program pembinaan YDBA di Head Office YDBA, Jakarta, hingga akhirnya ditempatkan di LPB Klaten, Jawa Tengah pada bulan Februari 2020.

 

Banyak hal yang dilakukan Adhel selama di Klaten hingga saat ini. “Saya bisa bertemu dengan UMKM Pande Besi di mana mereka masih benar-benar sederhana tetapi mau dibina oleh YDBA agar lebih baik,” kata Adhel. Salah satu pengalaman menariknya adalah saat diberikan kesempatan untuk melakukan proses produksi pembuatan pacul sendiri, mulai dari proses gambar, memotong bahan baku, mengelas, dan lain-lain.

 

Saat omzet penjualan UMKM turun drastis di masa pandemi, Adhel dan tim LPB berusaha untuk tetap memberikan semangat dan motivasi kepada UMKM untuk tetap bertahan. “Kami juga bantu mempromosikan produk mereka dengan cara mendesain poster untuk dipromosikan di media sosial LPB Klaten,” ujar Adhel. Para UMKM di sana jarang memegang handphone, jadi jika berhubungan dengan media sosial atau yang berhubungan secara online masih agak sulit, sehingga perlu dibantu pemasaran hingga proses transaksinya oleh tim LPB.

 

Berhubung saat masa pandemi orang tidak boleh banyak keluar rumah, akhirnya para konsumen lebih banyak berbelanja melalui online. Hal ini juga menjadi tantangan bagi UMKM Mitra LPB Klaten. Agar pemasaran di online lebih efektif, UMKM harus menyesuaikan produk yang cocok dipasarkan secara online, sehingga Adhel bersama tim LPB Klaten berinisiatif membuat Paket Berkebun Anak. “Kami harap alat pertanian bisa digunakan bukan hanya untuk para petani saja tetapi masyarakat umum bisa menggunakan alat tersebut dan tertarik untuk membelinya,” kata gadis yang sudah sekitar empat bulan tinggal di Klaten ini. Agar promosinya semakin menarik, Adhel bersama tim LPB membuat video tutorial menggunakan alat tersebut, sehingga bisa digunakan oleh anak-anak saat sedang di rumah saja. “Sampai saat ini kami sudah melakukan pengiriman produk alat berkebun anak tersebut ke daerah Jakarta, Waru, dan Surabaya,” kata Adhel.

 

Agar UMKM tetap mendapatkan ilmu secara online, Adhel dan tim LPB mengadakan Nonton Bareng (Nobar) untuk Seminar Pinter YDBA di kantor LPB. “Kami bantu fasilitasi peralatannya serta perizinan kepada pihak RT setempat. Kami juga pastikan sudah mengikuti protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker, tes suhu tubuh, mencuci tangan sebelum memasuki ruangan, hingga duduk dengan jarak yang berjauhan,” jelas Adhel. Ternyata dengan cara tersebut, para UMKM sangat antusias mengikuti dan setelah akhir acara, mereka mengajak tim LPB berdiskusi.

Artikel selanjutnya