Inspirasi Wirausaha

BERTANI BERSAMA UNTUK MAJU BERSAMA

Share : 25 November 2019

Mail, Ketua Kelompok Tani Susah Senang


Terbentuknya Kelompok Tani Susah Senang dilatarbelakangi dengan adanya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di kalangan petani di Desa Legai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada tahun 2013. Berkat adanya dukungan dari LPB Pama Daya Taka, mereka dibantu untuk mendapatkan SK Kelompok Tani dari Kepala Desa. Setelahnya, mereka langsung mengajukan ke Dinas Pertanian Kabupaten Paser untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan berstandar. 


Kelompok Tani Susah Senang beranggotakan 30 orang yang terdiri dari 29 petani kelapa sawit dan 1 petani karet, dengan diketuai oleh Mail. Berkat terbentuknya kelompok tani ini, Mail mengaku memudahkan para petani untuk mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Paser dan Dinas Peternakan Kabupaten Paser. “Kami pernah mendapat bantuan sapi dan berbagai bibit berkualitas seperti bibit padi gunung, bibit durian mangga, bibit rambutan, bibit kelengkeng, bibit kelapa hibrida, serta bibit kelapa sawit,” kata Mail. 


Mail menjadi salah satu UMKM Pilot untuk pengembangan Sektor Unggulan Kelapa Sawit. Bersama UMKM lainnya, Mail sudah mengikuti pelatihan Pra Sektor Unggulan Kelapa Sawit pada 28 Agustus 2019. Dalam pelatihan ini, Mail mendapatkan materi tentang dinamika kelompok serta HPT (Hama dan Penyakit Tanaman). Selain itu, Mail juga mendapatkan evaluasi kebun kelapa sawitnya setelah penyampaian materi. Melalui pelatihan ini, Mail dan para petani bisa mengenal jenis gulma, hama, penyakit tanaman, agronomi tanaman kelapa, serta gejala defisiensi unsur hara. Selanjutnya, Mail para petani mendapatkan pendampingan dengan dilakukan pertemuan sebanyak 3 kali dalam 3 bulan. 


Pada pertengahan tahun 2018, jumlah panen Kelompok Tani Susah Senang sedang banyak. Hal ini bersamaan dengan harga kelapa sawit yang murah sehingga kurang mencukupi upah panen dan biaya transportasi ke TBS (Tandan Buah Segar) terdekat. Agar tidak merugi lagi, Mail berinisiatif untuk membuat TBS sendiri. 


Dengan adanya TBS di dalam Kelompok Tani Susah Senang, para petani bisa menekan biaya pengangkutan serta menjadi sub bidang usaha bagi Kelompok Tani Susah Senang. TBS pun menjadi cikal bakal keluarnya SPK (Surat Penandatanganan Kerjasama) dengan PT Astra Agro Lestari (AAL), di mana buah yang dikirim dari Kelompok Tani Susah Senang menuju PT AAL tidak perlu melewati tengkulak yang biasa menerima buah dari luar pabrik. Sehingga, melalui SPK ini, buah dari petani bisa langsung masuk ke pabrik. 


Sebagai salah satu sektor unggulan baru YDBA yang diresmikan pada bulan Oktober 2019, Mail berharap agar Kelompok Tani Susah Senang bisa bersama-sama lebih maju dan meningkat perekonomiannya. 

Artikel selanjutnya