Inspirasi Wirausaha

BIAR TAMBAH MONCER, GUNAKAN MEDIA SOSIAL UNTUK BISNIS ANDA

Share : 08 August 2018
Di zaman era digital saat ini, pemakaian internet dan gadget sebagai sarana pendukung bisnis sudah menjadi kebutuhan primer. Jika tidak, maka bisnis akan tergerus dan kalah dalam persaingan. Hal tersebut terbukti dengan banyak perusahaan ritel skala besar yang gulung tikar akibat persaingan yang ketat dengan peritel online.
Bukan hanya di bisnis ritel, namun persaingan di sektor jasa pun ikut bertambah ketat dengan kehadiran pesaing online. Karena itu, mau tidak mau para pengusaha harus mengikuti tren agar usahanya tetap bertahan.
Berbicara soal bisnis online, pastinya tidak terlepas dari penggunaan media sosial atau medsos. Dewasa ini, medsos bukan hanya dijadikan ajang narsis, namun juga sarana promosi perusahaan. Nyaris semua perusahaan kecil hingga besar memiliki medsos mulai dari Facebook, Instagram, LinkedIn, dan Twitter.
Hariqo Wibawa Satria, direktur eksekutif Komunikonten mengatakan, awalnya medsos itu merupakan microsite untuk tujuan pertemanan. Namun dalam perkembangannya, medsos dijadikan sarana untuk berbisnis seiring dengan munculnya fitur-fitur baru seperti video, chatting, dan pesan suara. "Ini bukan lagi media sosial semata, tapi juga menawarkan iklan kepada penggunanya, yang tentu saja sasarannya pebisnis," ujar Hariqo kepada tim HebatnyaUKM, Maret 2018.
Menurutnya, penggunaan medsos untuk pebisnis sangat penting untuk pengenalan atau promosi bisnis, terutama untuk pebisnis UMKM yang memiliki modal terbatas. Cara ini juga memberikan keuntungan lebih bagi pebisnis, misalnya lebih murah dan mudah, menjangkau lebih banyak orang, efisien, dan fleksibilitas tinggi.

Promosi lewat medsos efektif
Banyak perusahaan menggunakan medsos sebagai sarana promosi karena dinilai sebagai sarana yang paling efektif. Selain untuk sarana promosi perusahaan ke konsumen atau bussinesstocustomer (B2C), medsos juga tepat digunakan untuk promosi antara pebisnis atau bussiness to bussiness (B2B). Baik promosi B2C maupun B2B sama-sama bertujuan meningkatkan brand awareness akan produk dan citra perusahaan.
Medsos juga akan sangat menguntungkan bagi Anda pebisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memiliki modal terbatas. Hanya dengan bermodal akun medsos dan jaringan internet, Anda bisa melakukan promosi dan tetap melakukan penghematan biaya.
Salah satu pengusaha UMKM Manpalagupta Sitorus, co-founder es krim Eskimomo mengakui medsos telah mempopulerkan dan membantu mengembangkan usahanya. Sejak awal berdiri tahun 2012 lalu, Eskimomo menggunakan Facebook dan Instagram karena kedua platform ini paling banyak penggunanya di Indonesia dibanding medsos lain. "Digital marketing menjadi ujung tombak utama. Tidak hanya medsos, bisnis yang kami jalankan juga menggunakan digital tools lain seperti website, Line Business, maupun Whatsapp Business,” ujarnya kepada tim HebatnyaUKM.
Menurutnya, penggunaan medsos untuk bisnis UKM sangat efektif. Terutama karena segmentasi produk mereka adalah milenial, generasi yang menjadikan medsos sebagai sentra interaksi sehari-hari. Selain efektif, medsos juga lebih efisien dari sisi investasi pada sumber daya manusia dan biaya dibandingkan dengan platftorm promosi konvensional. Selain untuk pemasaran, Eskimomo juga menggunakan medsos untuk menjaring mitra baru.
Nah, jika Anda tertarik menggunakan digital tools untuk UMKM Anda, ini adalah waktu yang tepat untuk membuat akun medsos. Sebelum menggunakan medsos, jangan lupa perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Pilih jenis media sosial yang cocok

Sebuah artikel di Forbes beberapa waktu silam menyebutkan, strategi pemasaran di medsos sangat membutuhkan pemahaman tentang medsos itu sendiri. Jangan sampai gencar promosi di medsos, tapi bisnis Anda sama sekali tidak dilirik konsumen, calon investor, atau mitra. Artikel itu menyebutkan bahwa pemasaran lewat Facebook cukup signifikan mendongkrak pemasaran.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Forbes beberapa waktu lalu, Facebook adalah platform yang paling memungkinkan membuat seseorang sukses dalam mempromosikan produk B2B.
Hal tersebut karena berdasarkan penelitian Forbes, sebanyak 24% dari orang yang diteliti mengatakan mereka akan mencari referensi terkait reputasi dari akun Facebook.
Penelitian itu juga menunjukkan bahwa para pembuat keputusan menggunakan Facebook sekitar 18 hari per bulan, serta memakai LinkedIn dan Twitter sekitar 13 hari per bulan. Artinya, sebelum memutuskan bekerjasama dengan pebisnis lain, pemilik bisnis umumnya memantau kinerja perusahaan calon partner via Facebook.
Gupta Sitorus juga mengatakan Facebook adalah platform yang paling cocok diterapkan untuk B2B di Indonesia karena penggunanya sangat banyak di Indonesia. Dan kebanyakan orang cenderung pergi ke medsos yang paling banyak dikunjungi untuk mendapatkan informasi.
Selain itu, karena Facebook juga menyediakan fitur page yang khusus menyajikan akun untuk perusahaan. Namun, pada dasarnya semakin banyak medsos yang digunakan, akan semakin tinggi peluang Anda memperluas jaringan bisnis.

2. Buat konten yang menarik
Artikel Forbes menyatakan, konten yang menarik akan menarik minat orang untuk membagikannya. Ini penting untuk memperluas pemasaran dengan jaringan yang lebih luas. Jika konten Anda sering dibagikan, maka reputasi perusahaan otomatis akan terdongkrak.
Anda juga harus rajin update konten medsos untuk menunjukkan usaha Anda berjalan lancar. Mintalah beberapa profesional untuk mengomentari perusahaan Anda secara positif kemudian bagikan hal itu di konten medsos untuk membangun kredibilitas.
Senada dengan hal ini, Hariqo juga menyarankan agar pebisnis UMKM memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin agar bisa menghasilkan konten yang bagus. Artinya, pebisnis UMKM sewajarnya berinvestasi dalam pembelian sarana pendukung kegiatan promosi. Selanjutnya adalah memberikan pelatihan khusus pada tenaga ahli media sosial untuk memahami teknis dan strategi yang tepat dalam pemasaran via medsos.
Beberapa konten yang menarik yang bisa membuat calon klien Anda melirik akun medsos Anda, menurut Hariqo adalah yang lengkap penyajiannya. Misalnya saja, Anda memposting soal CV Perusahaan Anda. Maka Anda harus membuat tulisan tersebut dengan mencantumkan secara lengkap bagian dari perusahaan Anda.
Lengkapi dengan kisah perjalanan usaha Anda sejak awal dan yang terpenting cantumkan pencapaian bisnis Anda selama ini, termasuk masukkan klien besar yang sudah bekerjasama dengan perusahaan Anda. Ini akan membuat calon klien atau mitra baru percaya dengan bisnis Anda.
Lengkapi konten tersebut dengan foto dan video kualitas baik sehingga membuat mereka memandang bisnis Anda serius dan tidak main-main karena bagusnya konten yang Anda sajikan.

3. Berapa banyak akun medsos yang digunakan?
Hariqo menyarankan untuk pebisnis UMKM memiliki maksimal dua akun medsos semisal Facebook dan Twitter. Alasannya, agar penggunaan lebih maksimal sehingga kualitas konten yang dihasilkan juga baik. "Membuat medsos untuk bisnis itu butuh keahlian, misalnya membuat video yang bagus, membuat foto yang bagus. Jangan asal-asalan yang membuat orang malas melihat dan tidak tertarik dengan perusahaan Anda," ujarnya. Di samping memiliki akun medsos, jangan lupa untuk memiliki website sebagai alamat resmi perusahaan di jagat digital. Hariqo berpandangan, website jauh lebih efektif dalam memperkenalkan usaha pada konsumen atau calon mitra.
Sementara itu, Jason Parks, CEO of The Media Captain seperti dikutip enterpreneur.com membuktikan bahwa memiliki banyak akun medsos berhasil mendongkrak penjualan digital perusahaan. Medsos yang digunakan The Media Captain antara lain Facebook, Instagram, LinkedIn, YouTube, dan Twitter.

4. Gunakan medsos untuk memantau pesaing dan calon mitra
Anda bisa memantau perkembangan produk terbaru pesaing dari medsos, termasuk menerapkan strategi bisnis mereka pakai untuk diformulasikan ke bisnis Anda. Jason Parks juga mengatakan, Anda bisa berkenalan dengan calon mitra hanya dengan follow akun mereka. Anda kemudian bisa memantau prospek perusahaan mereka dan melihat konten yang bisa ditindaklanjuti. Jika mereka tertarik dengan profil medsos Anda, mereka pasti akan follow back Anda dan mempelajari perusahaan Anda. Asyiknya lagi, dengan medsos Anda bisa menghubungi calon klien atau investor secara langsung melalui direct message tanpa harus menggunakan cara lama door to door.

5. Pasang iklan di medsos
Untuk memperoleh audiens yang lebih luas lagi, Anda juga bisa membuat iklan berbayar di medsos. Ini menjadi kesempatan bagi pebisnis untuk meningkatkan strategi pemasaran mereka. Kuncinya, kenali dulu audiens sebelum pasang iklan untuk memaksimalkan keuntungan dan menurunkan biaya.
Banyak pengusaha yang sudah memiliki medsos gagal membuat jaringan karena tidak memiliki strategi untuk mendistribusikan konten. Di sinilah Anda harus keluar uang untuk iklan berbayar dan meningkatkan posting ke target demografis yang sesuai.

6. Waspada risiko
Yang perlu Anda ketahui juga, dunia internet juga memiliki risiko seperti risiko akun dibajak hacker, jaringan internet yang kurang stabil, dan keterbatasan penguasaan gadget dan fitur di medsos. Karena itu, pastikan orang yang bertanggung jawab mengelola akun medsos selalu melengkapi update mengenai fitur medsos terbaru dan mengetahui cara melindungi akun dari serangan hacker.
Dengan mengetahui hal-hal di atas, semoga kini Anda semakin mantap untuk memanfaatkan medsos untuk bisnis UMKM. Jika Anda tertarik mengetahui tips-tips lain seputar UMKM, Anda juga bisa mengunjungi HebatnyaUKM sekarang.

Artikel selanjutnya