Administrator 60 post
Kisah UKM Hebat

Dari Produksi Komponen Kompor, PT. Mirafix Jajaki Dunia Otomotif

Share : 09 July 2017

Sejak berdiri pada 1996, perusahaan bernama PT. Mirafix Manufactur fokus memproduksi komponen alat rumah tangga dan elektronik. Di antaranya seperti tungku, pengaman regulator dan komponen kompor gas, lalu engsel pintu untuk dinding sekat yang biasa digunakan untuk pameran, hingga impeller atau piringan bergerigi untuk komponen pompa air. Semua produk itu dijual di pasar aftermarket.

Komponen berbahan kuningan itu dikirim ke toko-toko elektronik di berbagai daerah. Menurut Direktur PT. Mirafix Manufactur, Muhandis, saat itu produknya diterima pasar dan laris manis. "Jumlah produk yang dibuat dalam satu bulan pun bisa mencapai ribuan keping," kata Muhandis saat ditemui tim HebatnyaUKM.

Tapi bisnis rintisan kedua orangtua Muhandis tersebut tak bertahan lama. Setahun kemudian, tepatnya pada 1997 saat krisis moneter melanda Indonesia, usaha itu kolaps. Penyebabnya adalah lonjakan harga bahan baku yang di luar nalar. "Harga bahan baku yang sebelumnya hanya Rp7.000 naik lima kali lipat menjadi Rp35 ribu," kata Muhandis. “Kalau dipaksakan produksi enggak nutup. Belum untuk ongkos kirim, ongkos beli bahan bakunya saja tinggi sekali."

Muhandis
Muhandis

Sempat vakum, sekitar tiga tahun kemudian, orangtua Muhandis kembali merintis usaha logam. Kali ini, bidangnya beralih ke pembuatan engsel yang biasa digunakan untuk dinding sekat pameran. Untuk menyuplai produknya ketika ada pameran, Mirafix bekerja sama dengan sejumlah event organizer (EO). Lagi-lagi, bisnis orangtua Muhandis tak berumur panjang. Hanya empat tahun, lantaran order semakin bulan semakin menurun.

Pada 2004, Mirafix kembali ke bidang terdahulu, menggarap komponen alat rumah tangga dan bekerja sama dengan sebuah toko di Tangerang, Banten. Bisnisnya lumayan lancar, sekali order, jumlahnya bisa mencapai 100 ribu buah. “Biasanya, mereka mengorder untuk pasokan selama dua bulan,” kata Muhandis.

Sejak saat itu, Mirafix terus memproduksi komponen alat rumah tangga. Bahkan melebarkan sayap dengan memproduksi parutan kelapa yang biasa dipasang di mesin parut. Hubungan dengan toko di kawasan Tangerang berjalan selama enam tahun. Pada 2010, Mirafix memutuskan mulai memasarkan sendiri produknya. “Kami membuka toko di Tegal dan memasarkan produk komponen kompor itu melalui sales freelance,” ujar dia.

Selain itu, Mirafix juga memperluas pasar dengan menjual produknya melalui internet. Muhandis mengunggah foto-foto produk komponen kompor lewat media sosial seperti Facebook, juga website jual beli seperti indonetwork.co.id dan bukalapak.com. "Sejak dipasarkan lewat online pasarnya jadi tambah luas. Ada langganan saya di Banjarmasin, Kalimantan," kata dia.

Pada awal 2016, Mirafix mulai melirik produk otomotif, yang dianggap memiliki masa depan yang cukup cerah. Mereka juga mulai menjajaki kerja sama dengan PT. Astra Honda Motor (AHM), melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), untuk menyuplai komponen sepeda motor. “Waktu itu Pak Suyanto datang dan menawarkan kerja sama dengan YDBA. Ya sudah apa salahnya dicoba,” katanya. Suyanto sendiri merupakan staf Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal yang juga koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis Tegal, sebagai perpanjangan tangan YDBA.

Difasilitasi Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal, Mirafix mengikuti beberapa tahapan seleksi agar bisa menjadi pemasok PT. Berdikari Metal Engineering di Bandung, vendor PT. AHM. Karyawan Mirafix juga dikirim untuk mengikuti berbagai pelatihan dan magang di PT. Berdikari pada September-Oktober 2016.

Setelah melalui serangkaian seleksi, PT. Mirafix dinyatakan resmi menjadi pemasok bahan baku bagi PT. Berdikari, pada April 2017. Sejak itu, Mirafix pun mulai memproduksi komponen sepeda motor, yakni pedal rem tromol. “Untuk memproduksi komponen itu, kami memperoleh tiga mesin press dari PT. Berdikari Metal Engineering,” ujarnya.

Saat ini, Muhandis dibantu tiga karyawannya untuk menggarap order dari Berdikari. Tempat produksi pun dibuat terpisah dengan tempat pembuatan komponen kompor. Untuk menggarap produk otomotif, Mirafix menempati gedung berukuran sekitar 300 meter persegi di Lingkungan Industri Kecil (LIK) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal yang berada di Jalur Pantura.

Dengan tiga unit mesin press berkekuatan 63 ton, Mirafix dituntut untuk bisa memproduksi belasan ribu komponen pedal rem dalam satu bulan. Bulan pertama, Mirafix memproduksi 8.000 unit, lalu bulan berikutnya, pada Mei 2017, meningkat jadi 14 ribu buah.

Sekitar tiga bulan terjun memproduksi komponen otomotif, bukan berarti Mirafix melupakan produk peralatan rumah tangga. Bahkan komponen kompor gas masih menjadi andalan perusahaan logam yang berada di Jalan Raya Talang, Kabupaten Tegal itu.

Sementara untuk komponen sepeda motor, Muhandis masih memproduksi satu jenis spare part dan terus berharap perusahaannya akan memperoleh pesanan lebih banyak jenis komponen dan mendatangkan keuntungan lebih baik. "Sebab sampai kini saya yakin, kalau sektor otomotif memiliki prospek yang cukup bagus dan masa depan cerah," kata dia. (*)

Artikel selanjutnya