Kolom

Efektivitas dan Efisiensi

Share : 17 May 2017

Kegiatan produksi merupakan salah satu bagian krusial dalam sebuah bisnis. Kegiatan produksi sendiri diartikan sebagai sebuah rangkaian proses yang bertujuan untuk menambahkan nilai dari bahan mentah menjadi produk jadi. Adapun dalam menjalankan kegiatan produksi, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana perusahaan dapat berproduksi dengan efektif dan efisien. Efektif berarti mencapai sasaran dan sesuai dengan permintaan pelanggan, sedangkan efisien berarti menggunakan sumber daya yang ada dengan seoptimal mungkin.

Dalam mencapai efektivitas dalam kegiatan produksi, diperlukan perhatian khusus untuk dapat menjaga QCDI (Quality, Cost, Delivery, Innovation) proses produksi. QCDI menjadi penting karena dalam proses produksi, perusahaan harus dapat berproduksi sesuai dengan standar kualitas (quality), sesuai dengan target biaya (cost), tepat jumlah dan waktu (delivery) serta senantiasa melakukan inovasi (inovation) untuk mencapai QCDI yang lebih baik lagi. Dengan QCDI yang lebih baik, maka pelanggan pun dapat terpuaskan karena permintaannya terpenuhi dan perusahaan pun diuntungkan karena dapat menghasilkan produk dengan efektif dan efisien.

Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang baik dalam setiap kegiatan produksi. Perencanaan sendiri dalam proses produksi merupakan kegiatan memprediksi permintaan konsumen untuk kemudian divalidasikan dengan kapasitas yang dimiliki. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan jika permintaan lebih besar dari kapasitas yang dimiliki. Namun, membuat perencanaan saja tidaklah cukup.

Seiring dengan berjalannya proses produksi, dapat terjadi hal-hal yang berpotensi menghambat kegiatan produksi sehingga target yang ditentukan tidak tercapai. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka dibutuhkan juga sistem production control yang baik. Dalam hal ini, kontrol yang dilakukan perusahaan, yaitu membandingkan perencanaan produksi yang telah dibuat di awal dengan kondisi aktual di lapangan. Adapun solusi untuk masalah yang dihadapi dalam proses produksi tidaklah dapat disamaratakan untuk semua kasus. Diperlukan analisis yang berbeda pada setiap kasus mengingat tidak ada proses produksi yang seluruh faktornya identik. Sehingga, dibutuhkan kejelian dalam mengidentifikasi masalah untuk kemudian dianalisis dan dilakukan corrective action pada langkah berikutnya.

Penting pula untuk diperhatikan bahwa solusi yang dilakukan haruslah mempertimbangkan efek jangka panjang untuk perusahaan. Sebagai contoh, banyak perusahaan yang berusaha untuk mengurangi risiko proses produksi dengan memproduksi lebih banyak dari yang seharusnya, sehingga jika terdapat kesalahan dalam proses produksi, permintaan konsumen masih dapat terpenuhi. Sekilas hal tersebut terlihat dapat menyelesaikan masalah. Namun, hal tersebut tidaklah baik bagi keberlangsungan perusahaan karena stok yang berlebih akan menyebabkan banyak modal perusahaan menjadi tertahan. Oleh karena itu, Toyota Production System (TPS) menganggap stok sebagai masalah besar, sehingga selalu menyarankan stok minimum dengan melakukan kegiatan Total Productive Maintenance (TPM) yang menyeluruh untuk menjaga agar stok tidak melimpah.

Masalah lain yang sering ditemui pada kegiatan produksi khususnya yang dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah perencanaan produksi yang tidak sensitif terhadap perubahan permintaan pasar. Hal ini sering ditemui khususnya pada UMKM yang berproduksi dengan sistem job order. Penggunaan sistem ini ditambah dengan kurang mumpuninya sumber daya manusia yang dimiliki UMKM seringkali membuat UMKM kewalahan jika sewaktu-waktu permintaan pasar mengalami fluktuasi. Masalah pun menjadi bertambah karena seringkali penambahan permintaan yang didapatkan oleh divisi pemasaran tidak mampu dikerjakan oleh divisi produksi karena terbatasnya sumber daya manusia dan perencanaan produksi yang tidak luwes terhadap perubahan jumlah dan jenis produk yang diproduksi.

Oleh karena itu, dibutuhkan sistem perencanaan produksi yang luwes dan sensitif  terhadap fluktuasi permintaan pasar agar perusahaan dapat mengambil hasil yang optimal dari perubahan tersebut. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga mutlak dilakukan untuk mendukung hal tersebut mengingat sistem perencanaan yang fleksibel akan sia-sia jika manusia yang mengoperasikannya belum mumpuni untuk melakukannya.

Sebagai penutup, dalam kegiatan produksi, terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan kegiatan produksi yaitu menghasilkan nilai tambah kepada sebuah barang mentah dengan efektif dan efisien. Adapun hal-hal kunci tersebut adalah kualitas SDM yang kompeten dalam menjalankan tugas sesuai dengan perannya masing-masing (perencanaan, distribusi, pemasaran, produksi, dll). Selain itu, diperlukan perencanaan dengan Key Performance Indicator (KPI) yang diturunkan kepada masing-masing fungsi produksi sehingga setiap fungsi dapat berjalan selaras dengan fungsi lainnya. Kemudian, dari KPI tersebut dilakukanlah kegiatan kontrol yang optimal secara berkala, sehingga manajemen dapat mengambil langkah perbaikan segera jika terdapat masalah dalam proses produksi.

STEWcund 0 post
There are different ways to fry tomatoes, but each of them will require the hostess to spend several hours in the kitchen, so this dish is usually better correct prepare on weekends or for special occasions. When tomatoes are roasted, they get a deep taste and are combined with seafood, antipasto and other roasted vegetables. Moreover, they are good suitable for application in the baking industry, in making bread or cake with custard. http://stewedtomatoes.top/how-to-make-stewed-tomatoes-with-onion-and-garlic
Artikel selanjutnya