Kisah UKM Hebat

Elfas : Generasi ke-2 adalah Tantangan untuk Melakukan Terobosan Baru

Share : 06 May 2019

Jika berbicara mengenai generasi ke-2 dalam sebuah bisnis, apa yang kalian pikirikan? Enak karena tinggal meneruskan? Atau bingung menjalankannya karena bukan bisnis yang sesuai minat? Setiap orang tentunya memiliki opini masing-masing mengenai generasi ke-2 ini.

 

Menurut Elfas sebagai generasi ke-2 PT FNF Metalindo Utama (FNF), perusahaan manufaktur yang berlokasi di Tegal ini menjadi generasi ke-2 dalam bisnis adalah tantangan yang harus dijalankan dengan berbagai terobosan baru untuk mengembangkan bisnis tersebut.

 

PT FNF sendiri berdiri pada tahun 1987 dengan fokus pada pembuatan komponen alat berat. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan customer, bisnis diperluas menjadi pembuatan komponen otomotif yang di-supply ke berbagai perusahaan manufaktur besar, seperti PT Dharma Polymetal dan PT Berdikari Metal Engineering.

 

Resmi menjadi penerus perusahaan pada tahun 2008, Elfas memiliki impian memajukan PT FNF menjadi salah satu perusahaan manufaktur besar di Indonesia yang bermanfaat bagi banyak orang termasuk karyawan di dalamnya.

 

Di masa kepemimpinannya, Elfas mencoba mengubah pola kerja yang sebelumnya diterapkan oleh sang Bapak. “Dulu, di sini masih one man show, semua apa-apa Bapak. Sekarang saya mencoba untuk mengubah itu semua. Semua dibuat lebih sistematis. Setiap orang memiliki jobdesk nya sendiri, sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaanya dan yang lebih penting adalah mereka menjadi SDM yang kompeten”, ujar Elfas.

 

Salah satu mimpi pria 34 tahun ini dalam kepemimpinannya adalah sense of belonging karyawan terhadap perusahaan. “Saya membuka diri kepada seluruh karyawan di sini. Kalo sebelumnya semua bekerja berdasarkan perintah, sekarang saya mencoba mendengarkan dan menghargai ide-ide mereka. Apa yang mereka sampaikan mari kita kerjakan, selagi itu baik untuk perusahaan maupun SDM di dalamnya. Yang terpenting untuk saya adalah mereka merasa memiliki PT FNF. Tumbuh sense of belonging mereka terhadap FNF”, ucap Ayah dua orang anak ini.

 

Saat ini, jumlah karyawan FNF sendiri berjumlah 30 orang yang sebelumnya hanya berjumlah 7 orang. Ketigapuluh karyawan tersebut menjadi aset berharga bagi FNF dalam mengembangkan perusahaan.  Sang Bapak yang saat ini menjadi idola yang menginspirasi Elfas pun menjadi standar Elfas dalam mengembangakan perusahaan dan terus melakukan terobosan. “Bapak menjadi role model saya dalam berbisnis. Ketika Bapak tahu A, maka saya juga harus tahu A. Dan saya tentu harus bisa lebih baik lagi dari Bapak”, jelas Elfas.

 

Lingkungan maupun teman menjadi hal yang tak kalah penting bagi Elfas dalam mengembangkan FNF. Menurut Elfas, lingkungan maupun pertemanan menjadi tempat Elfas ketika bertanya mengenai hal yang belum Elfas ketahui. Di lingkungan maupun pertemenan tersebutlah, Elfas dapat menimba ilmu dan mendapatkan ilmu baru untuk perkembangan bisnisnya, termasuk dengan LPB Tegal yang selama ini mendukung kemajuan FNF. “Pengalaman yang paling berkesan bagi saya selama saya berteman dengan teman-teman IKM maupun LPB Tegal, yaitu kami dari FNF mendapatkan kesempatan magang di PT Astra Honda Motor (PT AHM). Ilmu yang diberikan sangat membantu kami di perusahaan. Sepulang magang, banyak sekali ilmu yang dibagikan kedua tim kami yang mengikuti magang ke teman-teman di pabrik. Salah satunya adalah etos kerja”, cerita Elfas.

 

Ke depan, Elfas berharap FNF tidak hanya menjadi perusahaan manufaktur yang survive dan besar di Indonesia. Tetapi juga menjadi perusahaan yang bermanfaat untuk orang banyak. “Saya ingin FNF seperti Google atau Microsoft. Banyak yang dapat digali, bisa memberikan ilmu kepada penggunanya dan pengguna dapat menyampaikan ilmu tersebut kepada banyak orang”, ucap Elfas.

 

 

 

Artikel selanjutnya