Administrator 145 post
Pegiat UKM Hebat

FOKUS BERSTRATEGI MENGEMBANGKAN BENGKEL

Share : 10 April 2020

Samsul Hadi, pelaku UMKM mitra LPB Waru adalah seorang mantan bankir dan terapis. Semenjak lulus kuliah tahun 2007, Samsul mengawali karir sebagai karyawan Bank Muamalat. Hanya bertahan delapan bulan, Samsul mencoba menjadi konsultan bisnis. Karena pekerjaannya, Samsul harus berkecimpung dalam komunitas pengusaha yang akhirnya ditunjuk sebagai pembina. “Karena saya berprofesi sebagai konsultan, gak bisa nih kalau cuma ngomong aja tapi gak dilakukan” ujar Samsul. Hal tersebut membuatnya memberanikan diri membeli franchise bubur ayam. Konsekuensinya, Samsul harus belajar memasak yang akhirnya sampai memiliki dua anak buah. Setelah berjalan selama satu tahun tiga bulan, Samsul mendapatkan musibah dibohongi oleh rekan bisnisnya yang membuatnya usahanya bangkrut.  Mulai dari nol lagi, Samsul melamar sebagai terapis di sebuah salon.

Pada pertengahan tahun 2014, Samsul akhirnya bertemu dengan seorang pengusaha yang menawarinya memegang kendali bengkel Kumandange Adzan Pitu (KAP) Motor. Tentunya Samsul harus belajar dari bawah, mulai dari magang sebagai mekanik dan manajemen bengkel selama 6 bulan. Awalnya bengkel tersebut diperkuat oleh dua karyawan yaitu satu mekanik dan satu administrasi.  Dengan bergabung menjadi mitra LPB Waru, Samsul banyak mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti 5R, K3L, QCC, leadership, dan Pembukuan Sederhana. Setelah intensif mengikuti program Sektor Unggulan, Samsul dan timnya mengikuti pelatihan dan pendampingan Service Advisor (SA).

Saat ini dengan sembilan karyawan, Samsul fokus dengan strategi pengembangan karyawan dan pelayanan bengkel sesuai dengan program Sektor Unggulan LPB Waru. Dalam hal pengembangan karyawan, para mekanik dikirim mengikuti pelatihan LPB Waru secara bergantian seperti training teknis Daihatsu, Toyota maupun Denso. Para karyawan diwajibkan turut berpartisipasi dalam pendampingan 5R, K3L dan QCC. Sedangkan strategi pelayanan bengkel yang dijalankan adalah pemberian garansi perbaikan, pembelian peralatan bengkel dan pembuatan baju seragam karyawan. Mencontoh program dealer resmi, Samsul memberlakukan garansi perbaikan 6 bulan dan garansi suku cadang 3 bulan. Pembuatan baju seragam bertujuan agar karyawan lebih rapi dan bersih dalam melayani pelanggan sehingga membuat pelanggan lebih nyaman. Kecanggihan teknologi menjadi daya tarik pelanggan, atas hal tersebut Samsul memberanikan diri untuk membeli alat R3 (Resik) sebagai alat perbaikan AC kendaraan pelanggan tanpa membuat oli dan bersifat ramah lingkungan.

Baginya, inovasi yang dilakukan bengkel KAP adalah harga mati untuk memuaskan pelanggan. Samsul selalu siap menghadapi persaingan karena pesaing bukan sebagai tantangan tapi sebagai ajang untuk berinovasi.

Artikel selanjutnya