Ina Tanaya 1 post
Inspirasi Wirausaha

Hebatnya UMKM Binaan YDBA, "Berikan Kail Bukan Ikan" #HebatnyaUKM

Share : 10 August 2018

Untuk pertama kalinya mengunjungi booth YDBA di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.  Ketika saya berkunjung hanya satu kata yang saya ucapkan “Keren” banget! UMKM yang dipresentasikan oleh YDBA dalam boothnya itu memamerkan produk yang mereka buat. Di balik produk yang mereka buat itu ada YDBA yang berkontribusi besar. Semua kontribusi YDBA ada dalam booth itu.

PT. Puas Jaya Perkasa, produsen tatakant telur, buah, daging, sayur, dan tatakan pelindung elektronik dan furniture yang terbuat dari moulder fibre/Pulp Paper.

Waru (Waru Manfacturer Parts) adalah sekumpulan pengusaha manufaktur part atau kompenen baik terbuat dari logam maupun non logam.

Kedua contoh UMKM mitra binaan Astra International yang telah sukses menggapai asa melalui YDBA dan melakukan ikut dalam pameran di GIAS2018

Sebenarnya, bagaimana posisi dan peran YDBA terkait pembinaan UMKM ini? Apa ekosistem pengembangan UMKM  yang diembang dan  diamanatkan oleh YDBA?

Seperti kita tahu, pembinaan yang dilakukan Astra International melalui YDBA merupakan wujud tanggung-jawab sosial Perusahaan. Ada 7 kategori bisnis mulai dari Automotive; Financial Service; Heavy Equipment, Mining & Energy; Agribusiness; Infrastructure & Logistic Value Chain; Information Technology; hingga Property.

YDBA memiliki SME Development Ecosystem yang menunjang agar sektor unggulan menjadi UKM yang dibina dengan sumber daya (Metode Narasumber, Ekosistem Digittal, Infrakstruktur dan jaringan) .  Dengan sumber daya yang dimiliki oleh YDBA ini secara sistematis mendorong UMKM untuk mandiri dan ujungnya menciptakan hubungan saling menguntungkan di setiap entitas dalam ekosistem ini. Jadi sekali lagi ASTRA atau YDBA memberikan kail bukan ikan, bukan berikan dana tetapi pengetahuan, ketrampilan, akses pemasaran. Kompetensi ini akhirnya bertujuan agar Asra dapat mensejaterahkan Bersama Bangsa.

Untuk membantu UMKM khususnya di bidang manufaktur,  para calon UMKM Sektor unggulan harus memenuhi 12 kriteria .

Ke-12 kriteria sektor Unggulan:

·         -Terkait dengan bisnis dan kompetensi Astra

·         - Kontinnuitas pasar

·         - Area pemasaran

·         - Jumlah UMKM

·         - Penyerapan Tenaga Kerja

·       -   Pilot UMKM

·     -     Ayah Angkat

·      -    Informal Leader

·         - Ketersedian bahan baku

·         - Kecepatan pencapaian hasil

·         - Lama usaha

·        -  Pemanfaatan Teknologi.

Apabila kriteria tersebut di atas sudah terpenuhi, Anda boleh mencoba untuk memohon untuk menjadi salah satu sektor unggulan. Biasanya sektor unggulan ini diusulkan oleh industri terkait.

YDBA akan mencari ayah angkat, yaitu perusahaan/lembaga yang punya standar QCD, pengetahuan dan ketrampilan atau pasar untuk produk komunitas UMKM Sektor Unggulan. Contoh ayah angkat yang sudah berpartisipasi dalam program ini adalah PT. Astra Honda Motor (ayah angkat di sektor unggulan Waru dan Tegal). Dalam program di Waru, Sidoarjo, PT. AHM memberikan pesanan washer & steel spacer kepada UMKM Sektor Unggulan melalui Tier-1 Supplier mereka,  PT. Rachmat Perdana Adhimetal.

YDBA tetap harus memastikan UMKM yang sudah jadi UMKM Mandiri agar bisa naik kelas dan awet. Oleh karena itu YDBA mengusung tagline #NaikKelas dan #Awet.  Naik kelas dalam pengertian agar UMKM dapat meningkatkan kompetensi.  Caranya UMKM harus mengikuti nilai-nila, sistem manajemen, dan kompetensi teknikal Astra. Setelah mengikuti mereka akan diuji, jika lulus dalam ujian maka mereka dapat naik kelas tingkatnya yang awalnya dari usaha rumah tangga menjadi usaha dengan standar industri.  Awet artinya YDBA tidak hanya melakukan pengembangan bersifat /berdampak sementara, melainkan mendorong keberlanjutan (sustainability) bisnis.

 Program pengembangan berkelanjutan yang berdasarkan nilai /semangat dari YDBA dengan mengembangkan kriteria UMKM Mandiri untuk mengukur tingkat komptensi UMKM.  Kriterianya teridari dari kemandirian dalam bidang manajemen produksi, keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia dan K3L & CSR .

YDBA mengategorikan UMKM dalam beberapa level, mulai dari Start Up (Basic Mentality & Entrepreneurship Mindset), Beginner (Standard Quality Improvement), Intermediate (Improvement for Competency & Capability), Upper Intermediate (Operational Excellence) untuk kemudian menjadi UKM Mandiri atau Self Reliant.

Sejauh ini, terdapat 11 sektor unggulan yang dapat dipetakan YDBA. Yaitu, industri pabrik kain tenun di Palembang, Sumatera Selatan; industri metal di Tegal, Jawa Tengah dan Sidoarjo, Jawa Timur; industri aluminium di Yogyakarta; pupuk organik di Semarang, Jawa Tengah; industri Jamur Oyster di Muara Enim, Sumatera Selatan; perikanan di Sangatta, Kalimantan Timur; beras organik di Bontang, Kalimantan Timur; Hortikultura di Tapin, Kalimantan Selatan; kuliner di Mataram, Nusa Tenggara Barat; dan asosiasi layanan bengkel otomotif di Jakarta.

Mandiri atau Self Reliant untuk UMKM Manufaktur Mitra YDBA berjumlah 308 UMKM.   UMKM khusus Manufaktur Mitra YDBA sebanyak 308 UMKM, diantaranya 211 merupakan supplier komponen otomatif dan 97 UMKM supplier Jig, Tools, Fixtures.

UMKM binaan YDBA sudah laik mendapat predikat Mandiri, maka ia harus menjadi leading sector dan melakukan pembinaan juga kepada UMKM lainnya. “Seperti orangtua yang mengasuh anak. Ketika anaknya sudah dewasa dan beranjak mandiri, maka silakan berkembang dengan sendirinya. Atau, kalau ada masalah di kemudian hari, silakan kembali lagi kepada kami untuk sama-sama mencari solusi jawabannya, demikian pernah saya dengar dari Bapak Henry C. Widjaja selaku Ketua Pengurus YDBA.

YDBA sendiri sudah memiliki blueprint pembinaan sektor unggulan yang memang diharapkan dapat selesai dalam tahun ini. Keenam langkah untuk pelaksanaan blueprint ini adalah :

Pertama, pada satu bulan pertama adalah merupakan usulan sektor unggulan. Usulan ini datang dari YDBA cabang melalui proposal untuk kemudian bisa diverifikasi.

Kedua, selama tiga bulan, YDBA membantu mencarikan ‘ayah angkat’ bagi UKM yang bakal menjadi sektor unggulan.

Ketiga, minimal selama 3 bulan hingga 1 tahun, YDBA melakukan pembinaan UKM Pilot. Hal ini meliputi pembinaan intensif manajemen produksi UKM, tetapi UKM juga harus proaktif menjalani program pembinaan, selain mengubah mindset UKM dan siap melakukan assessment.

Keempat, YDBA melakukan penambahan anggota sektor unggulan, dengan UKM Pilot sebagai role model, dan UKM Pilot fokus pada 4 pilar UKM Mandiri. Ini dilakukan biasanya selama 6 bulan.

Kelima, YDBA mendorong pembentukan Koperasi. Waktunya bisa sampai 1 tahun, dimana Koperasi masuk pada proses yang belum efektif apabila dilakukan oleh masing-masing UKM. Disini, YDBA menilai sustainability UKM sektor unggulan, sekaligus membantu pendirian Koperasi, memberi masukan tentang value Koperasi, dan aktif dalam digital marketing.

Keenam, selama 1 tahun terakhir adalah proses Pemandirian, dengan Koperasi yang sudah menjadi bisnis unit yang mandiri.

#HebatnyaUKM

 

 

Surya 0 post
Keren. Jadi tertarik punya usaha sendiri.
Dzul 0 post
Keren, berikan kail bukan hanya ikan.
Mieke 0 post
Bagus, pemberdayaan sunber daya manusia untuk menjadi enterpreuner mandiri di kemudiian hari, cocok dengan kondisi Indonesia. Tidak terpaku menxati kerja tapi menciptakan kerja. Bra o
Musliati 0 post
YDBA memberikan peran yang tidak tanggung2... memastikan UKM yg dibimbingnya berhasil... dg demikian prasyarat utk mendapat bantuan/pendampinganpun cukup ketat. Bravo utk YDBA!
Widya 0 post
Mantap banget artikelnya
Niki 0 post
Bagus....ydba dpt memberi kesempatan kpd masyarakat yg kompetent utk berwira usaha sendiri...
Erda 0 post
Bagus sekali. YDBA memberi bimbingan kepada UMKM menjadi pengusaha yg mandiri. Ini yang diperlukan oleh UMKM di Indonesia untuk menciptakan pengusaha2 yang akan menciptakan lapangan kerja.
Purnomo 0 post
Semoga semakin banyak entrepreneur yang terbentuk dengan usaha ini
Agung Han 0 post
UKM bisa menjadi tonggak kebangkitan ekonomi bangsa
Agus Hadiprodjo 0 post
Tulisan yg sangat inspiratif
Evelyn Sutedjo 0 post
Salut buat YDBA
Thurneysen 0 post
Ulasannya mencerahkan dan informatif
Artikel selanjutnya