Inspirasi Wirausaha

Ini Dia Yang Harus Diperhatikan Dalam Bernegosiasi

Share : 16 April 2018
Memulai bisnis butuh niat dan komitmen tinggi. Jika Anda ragu dan tidak 100% menjalankannya, niscaya rencana bisnis semata akan menjadi wacana. Komitmen ini merupakan modal penting dalam memulai bisnis, di samping modal finansial tentunya. Banyak orang yang ragu memulai bisnis karena takut gagal. Apalagi banyak cerita pebisnis yang akhirnya tutup buku karena bangkrut atau persoalan lainnya.
Tapi, berbisnis tidak semata bermodal nekad. Karena mengawali sebuah bisnis juga harus memiliki perencanaan yang matang. Bukan sekadar punya modal secara finansial saja. Namun, banyak pertimbangan dan aspek yang harus diperhatikan pemula saat memulai bisnis mulai dari perencanaan, modal, target, dan strategi bisnis.
Seorang bussinessman juga harus memiliki beberapa keahlian, agar antimainstream dibandingkan kompetitornya. Salah satu keahlian yang wajib dimiliki adalah bernegosiasi. Ini adalah harga mati yang harus dikuasai. Pasalnya, tanpa kemampuan tersebut, pebisnis akan sulit menjual produknya baik pada konsumen atau pada calon mitra bisnis.
Keld Jensen, penulis buku "Honest Negotiation" dalam tulisannya di Forbes beberapa waktu silam menyebutkan, setiap perusahaan membutuhkan strategi negosiasi seperti halnya strategi SDM, manajemen, dan litbang. Menurutnya, negosiasi adalah sumber darah dan jantung yang tetap berdenyut dalam sebuah perusahaan. Dan sebenarnya, setiap jenis interaksi atau komunikasi manusia memerlukan negosiasi sampai tingkat tertentu. "Bahkan, membuat keputusan pribadi bisa dikategorikan sebagai negosiasi dengan diri Anda sendiri. Seperti haruskah saya memilih yang biru atau yang kuning?" tulisnya.
 
Negosiasi ibarat persidangan
Ibarat persidangan, negosiasi adalah persidangan bagi pebisnis, baik pebisnis skala besar, ataupun bisnis skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan negosiasi, pebisnis bisa menunjukan kemampuan atau kekuatan bisnisnya di depan para mitra atau calon investor. Faratodi Salahuddin, founder & managing director minuman herbal Magma Spice mengatakan, negosiasi akan menentukan menang-kalahnya Anda dalam berbisnis.
Dari proses negosiasi itu juga, katanya, mereka bisa mengetahui sejauh apa orang percaya akan bisnis yang dijalani. Dalam penjualan, negosiasi juga penting. Sebab, hampir setiap produk memiliki kompetitor di pasar. Lewat negosiasi, Anda dapat meyakinkan konsumen bahwa produk Andalah yang terbaik di pasar. "Dan dengan teknik negosiasi yang matang, kita pun dapat menentukan positioning brand atau produk kita di pasaran dan memperbesar pasar bisnis kita," katanya pada tim HebatnyaUKM, Maret 2018.
Dia juga mengatakan, jatuh-bangun dalam bisnis di awal usaha adalah sesuatu yang wajar terjadi. Yang terpenting, pebisnis UMKM tidak mudah menyerah dan terus berusaha.
Kunci utama lainnya bagi pebisnis pemula adalah, tahu informasi dan momen yang tepat. Dengan demikian, jelaslah bahwa duit bukanlah satu-satunya modal terpenting dalam berbisnis. Alasannya, jika hanya punya modal duit namun tidak tahu bisnis apa yang akan dilakoni, tentunya dana sebesar apapun tidak akan bisa digunakan dengan tepat dan maksimal.
Tapi, jika pebisnis UMKM sudah tahu informasi bisnis apa yang akan berkembang, dari situ ia bisa mulai menyusun rencana atau membuat proposal bisnis yang dapat menjaring investor atau pemodal untuk diajak berkerja sama. Sayangnya, saat ini pebisnis UMKM kebanyakan mempermasalahkan modal finansial sehingga tidak dapat memanfaatkan peluang bisnis.
"Padahal, di luar sana lebih banyak orang yang punya banyak uang tapi tidak tahu mau investasi ke mana ketimbang orang yang punya informasi tentang peluang bisnis apa yang akan berkembang ke depannya," tambahnya. Karena itu, sebelum Anda memulai terjun bisnis dan mencari pelanggan atau mitra bisnis, ada baiknya belajar negosiasi layaknya negosiator ulung. Agar piawai dalam bernegosiasi, setidaknya ada lima hal yang perlu Anda perhatikan.
 
1. Kenali dan pelajari lawan negosiasi
Richard D Harroch, managing director sekaligus global head of merger & acquisiton VantagePoint Capital Partners dalam tulisannya di Forbes beberapa waktu silam menuliskan, setidaknya ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan agar negosiasi bisnis Anda berakhir memuaskan. Pertama, Anda harus mengenal siapa orang yang Anda ajak negosiasi. Caranya dengan mendengarkan dan memahami masalah dan sudut pandang mereka. Menurutnya, negosiator terbaik adalah orang-orang yang benar-benar mendengarkan lawannya, memahami masalah utama, dan merumuskan respon yang tepat.
 
Kedua, Anda juga bisa mempelajari jenis bisnis calon mitra Anda lewat situs web mereka, siaran pers mereka, artikel yang ditulis tentang perusahaan mereka, dan sebagainya. Pantau juga ketertarikan industri apa yang mereka geluti agar Anda bisa menentukan tawaran apa yang bisa diajukan.
 
2. Lakukan secara profesional dan sopan
Buatlah negosiasi secara profesional dan sopan. Jika tidak, maka klien Anda tidak akan menghargai dan enggan bekerjasama dengan Anda. Apalagi, cara ini bisa membentuk hubungan jangka panjang karena mereka percaya dan nyaman bermitra dengan Anda.
Kemudian, pahami dinamika kesepakatan Anda, karena hal ini sangat penting. Beberapa hal yang harus Anda ketahui dalam dinamika negosiasi adalah, siapa yang memiliki pengaruh dalam negosiasi, apa kebutuhan mereka, alternatif apa yang belum mereka miliki, dan bagaimana kemampuan finansial mereka. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, Anda bisa menawarkan hal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
 
3. Buatlah persiapan
Sebelum bertemu dengan calon mitra bisnis, sebaiknya Anda melakukan persiapan yang matang, terutama terkait surat-surat penting yang menunjang negosiasi. Persiapan awal yang harus Anda lakukan adalah, buatlah draf perjanjian. Ini memungkinkan Anda menyusun kesepakatan yang terstruktur, menerapkan poin-poin kunci yang Anda inginkan, dan mendapat momentum untuk memenangkan negosiasi. Meskipun draf ini bisa berubah di akhir kesepakatan, namun kesiapan Anda membuktikan pada mitra bahwa Anda serius ingin bekerja sama dengan mereka.
Selain persiapan materi, Anda juga harus siap dengan hasil dari kesepakatan. Bersiap kalah dalam negosiasi adalah hal yang harus diterima. Karenanya, jika tidak ingin kalah, maka lakukanlah riset data pasar sebelum Anda mengajukan penawaran. Lalu, hindari upaya memenuhi permintaan klien jika memang hal itu tidak memungkinkan karena hal itu hanya akan membuat Anda kewalahan dan menjadi boomerang, di mana Anda menyanggupi hal yang belum tentu Anda bisa realiasasikan.

4. Tidak terburu-buru
Penting juga diingat untuk tidak langsung menerima permintaan klien dan lakukan negosiasi dengan argumen meyakinkan. Lalu, ajukan pertanyaan penting seputar transaksi bisnis sebanyak-banyaknya untuk memastikan tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.
Namun, jangan juga membuat negosiasi menjadi molor.Karena semakin lama Anda bernegosiasi, kemungkinan gagal akan lebih besar. Upayakan bernegosiasi dengan pembuat keputusan langsung sehingga Anda bisa meyakinkannya secara langsung tanpa pihak ketiga.
 
5. Minta bantuan ahli
Dua hal terakhir ini sangat penting. Yakni siapkan Letter of Intent atau Term Sheet untuk mencerminkan kesepakatan Anda tentang persyaratan utama kesepakatan. Surat ini dapat membantu mempercepat kesepakatan dan menghemat biaya hukum.
Agar Anda semakin yakin, mintalah ahli mendampingi Anda dalam mempelajari surat perjanjian, seperti notaris atau pengacara, agar Anda tidak bermasalah dalam hukum.

Jadi, dengan tips tersebut, siapkah Anda menjadi pebisnis sekaligus negosiator ulung? Simak tips-tips jitu lainnya yang bermanfaat untuk UMKM di HebatnyaUKM. 

Artikel selanjutnya