Inspirasi Wirausaha

Inilah Ide Bisnis Prospektif Menjelang Lebaran

Share : 24 June 2017

Kedatangan Ramadan yang akan berpuncak pada perayaan Lebaran di Indonesia bukan hanya menjadi musim perayaan yang biasa-biasa saja. Bagi sebagian besar pengusaha, kedua momentum itu bisa disebut sebagai masa panen dalam bisnis. Maklum, tingkat daya beli masyarakat melonjak tajam karena dorongan berbagai kebutuhan perayaan.

Data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia tahun 2016 mengungkapkan, konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat kurang lebih 30% pada musim perayaan Ramadan dan Lebaran ketika itu. Angka tersebut memiliki makna jelas, bila tren peningkatan konsumsi masyarakat menjadi indikasi besarnya celah bisnis yang bisa digarap para pengusaha, begitu juga Anda.

Apa saja celah bisnis yang bisa Anda garap ketika momentum Lebaran menjelang? Simak beberapa inspirasi celah bisnis seputar Lebaran, berikut ini:

  • Usaha parcel Lebaran

Mendekati kedatangan Hari Raya Idul Fitri, permintaan akan parcel atau bingkisan Lebaran biasanya melonjak tajam, hingga tiga kali lipat dari hari-hari biasa. Permintaan parcel umumnya mulai naik dua atau satu pekan sebelum Lebaran. Parcel Lebaran saat ini juga tidak terbatas berisi makanan saja. Banyak juga yang berisi perlengkapan ibadah bahkan peralatan makan minum.

Bila Anda tertarik menjajaki celah bisnis parcel Lebaran, ada beberapa hal dasar yang perlu ditentukan di awal usaha. Yaitu, modal dan target pasar. Modal usaha parcel bisa mulai Rp10 juta, tergantung target pasar Anda. Bila membidik pasar yang semakin tinggi kelasnya, kualitas isi menjadi tuntutan terbesar. Sehingga modal produksi pun kemungkinan lebih banyak.

Dari jenis isi, Anda bisa memilih di antara: makanan ringan, perlengkapan ibadah, parcel buah-buahan, atau parcel perlengkapan makan dan minum. Sementara untuk keranjang parcel, pastikan Anda membuat bingkisan yang menarik sehingga layak menjadi suvenir yang diberikan konsumen kepada kolega.

Untuk isian parcel, Anda bisa membeli di pusat grosir makanan di pasar-pasar atau melalui pusat grosir online. Sementara untuk keranjang rotan, Anda bisa membeli di pusat keranjang rotan seperti di Cikini. Begitu juga bila isi parcel yang Anda produksi nanti berisi perlengkapan ibadah, Anda bisa mencari barang modal di pusat grosir seperti di Tanah Abang atau Thamrin City. Pilihlah pasar grosir untuk mendapatkan harga lebih hemat sehingga Anda bisa menjual produk dengan harga bersaing.

  • Usaha baju Lebaran

Perayaan Lebaran di Indonesia identik dengan baju baru. Beberapa jenis perlengkapan sandang Lebaran yang tak pernah sepi diburu setiap kedatangan Idul Fitri adalah baju koko, sarung, dan peci untuk pria baik dewasa maupun anak-anak. Sedangkan bagi wanita, lebih banyak ragamnya. Misalnya, kaftan, gamis, tunik, jilbab, pashmina dan lain sebagainya.

Anda bisa memulai bisnis ini dengan modal di bawah Rp10 juta. Misalnya, Anda ingin berbisnis jilbab pashmina dengan sasaran pasar kelas menengah bawah, katakanlah yang mampu menyerap jilbab seharga Rp80 ribu per item. Maka sebaiknya Anda berbelanja ke pasar grosir seperti Pasar Tanah Abang atau Thamrin City. Dengan modal Rp50 ribu per item, Anda sudah bisa memperoleh keuntungan.

Kunci bisnis baju Lebaran adalah, Anda perlu mengetahui secara jelas tren busana Lebaran tahun ini, lalu temukan pemasok yang tepat dengan harga bersaing. Selebihnya, Anda tinggal mengoptimalkan pemasaran. Manfaatkan media sosial juga untuk menjangkau khalayak pasar lebih luas.

  • Usaha kue Lebaran

Bila Anda memiliki keterampilan membuat kue, pertimbangkan untuk memproduksi sendiri kue kering Lebaran. Sebab yang namanya perayaan identik dengan acara makan-makan. Itulah mengapa usaha penjualan kue kering Lebaran hampir pasti laris pembeli. Biasanya, kue kering yang banyak diburu saat Lebaran antara lain nastar, sagu keju, putri salju, cheese stick, atau kastengel.

Membuat sendiri kue kering memang agak sedikit repot dan menguras tenaga, tapi modal bisnis ini tidak terlalu besar, malah bisa di bawah Rp5 juta. Sementara bila tidak memiliki keterampilan atau waktu khusus memproduksi, Anda bisa berbelanja kue kering di pusat grosir kue atau menggandeng orang lain untuk memproduksi kue-kue tersebut.

Keuntungan mengandeng tenaga produksi, Anda bisa mengontrol kualitas rasa melalui bahan dan tampilan, sesuai selera. Sedangkan bila berbelanja di pusat grosir kue, Anda perlu jeli memilih pemasok kue yang memang menjual barang berkualitas.

  • Usaha penyaluran asisten rumah tangga Lebaran

Menjelang Lebaran, banyak rumah tangga yang khawatir para asisten rumah tangga (ART) mudik ke kampung halaman dan tidak kembali bekerja. Selain itu, banyak keluarga yang merasa akan kerepotan ditinggal mudik oleh ART selama libur Lebaran. Ini dapat menjadi celah bisnis yang prospektif untuk Anda jalankan.

Bisnis penyaluran tenaga ART atau pengasuh anak akan selalu banyak diminati oleh rumah tangga. Untuk merintis bisnis ini, Anda bisa menjajaki dari usaha penyaluran tenaga ART saat Lebaran atau biasa disebut tenaga infal.

Bisnis ini mensyaratkan modal kemampuan Anda mencari tenaga ART yang berkualitas dan bisa disalurkan ke keluarga yang membutuhkan. Anda bisa mengajak kerja sama para ART yang memilih tidak pulang kampung saat mudik Lebaran. Seleksilah mereka, mana saja yang bisa disalurkan. Setelah itu, mulailah memasarkan jasa.

Tenaga ART atau pengasuh anak infal paling lama bekerja selama libur Lebaran saja atau hingga 3 bulan sampai ART regular datang. Bisnis ini sangat mengandalkan kepercayaan. Maka itu, bila Anda mampu menyalurkan tenaga ART yang berkualitas, niscaya jasa Anda akan banyak dicari orang.

Agar pelanggan Anda bisa loyal, buatlah sistem garansi bagi pelanggan. Misalnya, bila dalam perjalanan kontrak kerja dengan tenaga ART yang Anda salurkan, ternyata tenaga kerja tersebut bermasalah, Anda akan mengembalikan uang jaminan sekian persen. Dengan begitu, pelanggan tidaklah merasa benar-benar kecewa dengan usaha Anda.

  • Usaha penyewaan mobil mudik

Mudik Lebaran menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia ketika Lebaran tiba. Banyak kalangan yang akhirnya memilih mudik memakai kendaraan pribadi ketimbang mudik memakai jasa transportasi publik. Di sini, terbuka celah bisnis penyewaan mobil khusus untuk mudik. Bila Anda memiliki beberapa mobil yang tidak terpakai, Anda bisa menyewakan mobil itu pada pemudik. Bisnis ini bisa menjadi jalan masuk Anda mengembangkan usaha rental mobil ke depan nanti.

Anda bisa menawarkan paket sewa mobil dengan tarif harian atau mingguan. Pemudik umumnya menghabiskan waktu lebih dari 3 hari di kampung halaman. Sebagai penarik, Anda bisa melengkapi taawaran paket sewa mobil lengkap dengan sopir pribadi. Untuk ini, Anda perlu menggandeng tenaga sopir yang mau bekerja selama Lebaran.

Itulah beberapa celah bisnis menjelang Lebaran yang dapat Anda manfaatkan merintis usaha prospektif. Merintis usaha kala Lebaran dapat menjadi pintu masuk yang tepat bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha sukses. Dengan memilih celah bisnis yang tepat, Anda akan terpacu membangun sistem, mengembangkan pasar ,dan akhirnya bisa berekspansi lebih maju lagi. Selamat mencoba!

Rahmat Handoyo 0 post
Sangat inspiratif untuk aktivitas bulan Ramadhan tahun depan
Artikel selanjutnya