Kisah UKM Hebat

Inovasi Perluas Jangkauan Pasar

Share : 29 March 2019

Membuka diri menjadi salah satu sikap yang penting dimiliki seorang pengusaha, termasuk Teguh, Pemilik dari TS Aluminium di daerah Yogyakarta. Membuka diri membawa Teguh selalu melakukan inovasi dalam mengembangkan usahanya.

                          

Berawal pada tahun 1999, Teguh membuka usaha trading yang menjual berbagai produk dari aluminium. Selalu membuka diri dan selalu ingin belajar, pada tahun 2001 Teguh memberanikan diri untuk memproduksi produk alat rumah tangga berbahan dasar aluminium. Dengan keterbatas modal, Teguh memperluas jaringan hingga pria asal Yogyakarta ini mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp 25 juta untuk kebutuhan operasional, material serta membayar gaji karyawan yang saat itu berjumlah 4 orang.

 

Untuk memastikan kebutuhan UKM-UKM Aluminium di Yogyakarta yang sekarang berjumlah 72 UKM, pada tahun 2003, Teguh bersama pengusaha Yogyakarta lainnya mengaktifkan kembali Koperasi Unggul Jaya yang membantu UKM baik dalam hal keuangan maupun penyediaan bahan material yang dibutuhkan.

 

Usaha yang telah digeluti selama 19 tahun ini menjadikan Teguh memiliki banyak kompetensi dalam berinovasi. Dukungan dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan YDBA membuat Teguh selalu ingin belajar untuk menghasilkan inovasi yang dapat mengembangkan usahanya. Berbagai pelatihan dan studi banding diikuti Teguh untuk mendukung keinginannya melakukan inovasi di TS Aluminium. “Melalui pelatihan yang diberikan YDBA, melalui ilmu yang diberikan Nusa Metal kita jadi mengerti 5R, management quality control, strategi pemasaran, dan tahu bahan baku yang layak untuk diproduksi. Dan ilmu tersebut tentunya memancing kita untuk melakukan inovasi-inovasi di usaha kita,” ujar Teguh.

 

Salah satu inovasi yang telah dihasilkan Teguh pada tahun 2017 adalah menciptakan wajan anti lengket. Inovasi ini dinilai Teguh memiliki potensi pasar saat Teguh melihat berbagai rumah makan serta kampus tata boga yang membutuhkan wajan anti lengket dalam kegiatannya. Didampingi UGM, Teguh mencoba melakukan riset untuk menghasilkan produk tersebut yang tentuanya sesuai SPEC dan kebutuhan mereka.

 

Riset Teguhpun membuahkan kesuksesan dalam bisnisnya. Inovasi yang diciptkan Teguh tidak hanya menciptakan produk baru, namun juga pasar baru. Semula, pasar TS Aluminium adalah kalangan menengah ke bawah, namun berkat wajan anti lengket, pasar Teguh bertambah menjadi kalangan menengah ke atas. Saat ini produknya telah di-supply ke berbagai kota di Indonesia, seperti Sragen, Lombok, Trenggalek, Lampung, Jepara dan kota lainnya. Bahkan produknya telah masuk ke Suriname, sebuah negara di Amerika Selatan.

 

Inovasi bagi Teguh adalah pencapaian yang harus selalu ditingkatkan. Berkat belajar dan selalu membuka diri untuk pengetahuan yang baru, saat ini Teguh memiliki komitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap customer dengan melayani pasar grosir maupun retail dengan produk yang tentunya memiliki SPEC yang dibutuhkan. 45 karyawan ditambah 5 anak SMK yang direkrut sebagai anak magang membantu Teguh dalam memproduksi 1.800 pcs wajan setiap harinya.

 

Saat ini, Teguh tengah menyekolahkan sang anak sebagai generasi penerus dalam bisnisnya. Ke depan Teguh berharap dapat memperluas bisnisnya yang semula fokus pada alat rumah tangga menjadi produk presisi yang dapat di-supply ke perusahaan besar, seperti Astra.

 

“Saya bersyukur anak saya ingin menerusakan bisnis ini. Semoga 2 – 3 tahun ke depan setelah dia lulus menjadi seorang sarjana teknik mesin, bisnis kami bisa diperluas ke produk presisi. Sehingga, kami bisa men-supply produk kami ke perusahaan besar, seperti Astra.” Ujar Teguh dengan penuh harapan.

 

Dalam hal pemasaran produk, Teguh juga mulai memanfaatkan dunia digital sebagai media pemasaran. Tidak dilakukan seorang diri, Teguh menerapkan kolaborasi dengan mempercayai rekannya sebagai partner profesional dalam pemasaran di dunia digital.

Artikel selanjutnya