Kolom

Jangan Sepelekan 5R!

Share : 17 May 2017

Anda sering diajak YDBA mengunjungi pabrik atau bengkel Astra? Apa yang anda lihat?

Rapi, bersih, nyaman dan para pekerjanya tertib mengerjakan tugasnya bagai sebuah orkes simponi.

Mengapa itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana saja, karena Astra mau, mampu dan konsisten melaksanakan 5R.

Setiap perusahaan selalu mengharapkan lingkungan kerja yang bersih, rapi dan memiliki SDM yang mempunyai konsistensi dan disiplin diri untuk mewujudkan tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi. Namun pada kenyataannya masih banyak kondisi perusahaan yang jauh dari kondisi tersebut.  

Penataan ruangan tidak teratur sehingga seringkali SDM kurang nyaman bekerja dan tidak jarang memicu emosi. Hal tersebut tentunya mempengaruhi kinerja karyawan dalam perusahaan tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas, yaitu dengan  menerapkan program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin). Program ini merupakan adaptasi program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) yang dikembangkan di Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia. Ini merupakan metode sederhana untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja di perusahaan negeri Sakura.

5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan. Sehingga efisiensi, produktivitas, kualitas dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai.

5R dapat diterapkan secara bertahap. Para pelaku bisnis termasuk UMKM, dapat menerapkan program ini dengan fokus utama pada R1, yaitu Ringkas dan R2, yaitu Rapi. Untuk menerapkan Ringkas dan Rapi ini, mereka harus berkomitmen dan memiliki sikap “Tega” atau “Kejam” dalam menerapkannya.

Ringkas dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan barang yang berada di area masing-masing, lalu menetapkan kategori barang  yang digunakan dan yang tidak digunakan. Selanjutnya memberi label untuk barang yang tidak digunakan dan terakhir mereka harus dengan legowo membuang atau memusnahkan barang yang tidak digunakan.

Berikutnya, seseorang yang telah melakukan Ringkas, mereka dapat dikatakan siap untuk melakukan tahapan Rapi. Rapi / kerapian dapat membantu seseorang dengan cepat dan mudah meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan. Tahapan Rapi dapat dilakukan dengan merancang metode penempatan barang sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan dan memberinya label untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula. Contoh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pemberian label / identitasi di setiap buku perpustakaan sehingga memudahkan seseorang mengambil dan mengembalikan buku di tempatnya semula.

Untuk melakukan hal di atas, tentunya dibutuhkan keterlibatan baik dari karyawan maupun pimpinan perusahaan. Lalu, bagaimana agar semua komitmen terhadap 5R ?

Semua yang terlibat harus bersama-sama menyatakan secara lisan dan tulisan komitmennya untuk mengimplementasikan program ini. Seorang pimpinan dapat memberikan penghargaan kepada karyawan yang disiplin dan konsisten dalam melaksanakan 5R.

Selain itu, diperlukan tim untuk melakukan monitoring kelanggengan program 5R ini. Tim bertugas untuk menilai / mengaudit secara rutin program 5R yang sedang berjalan. Sebagai pengingat dalam program ini, perusahaan perlu memasang spanduk, banner ataupun media komunikasi lainnya yang menginformasikan pentingnya budaya 5R.

5R sendiri dipercaya dapat menciptakan kenyamanan dalam bekerja, meningkatkan skill karyawan dan secara tidak langsung bisa meningkatkan profit perusahaan. Karena dengan lingkungan kerja yang rapi, bisa menghasilkan sistem kerja yang lebih lancar dan terkontrol, sehingga menjadi nilai tambah perusahaan dalam persaingan bisnis. Kedepannya perusahan makin dipercaya oleh customer sebagai perusahaan yang telah mengimplementasikan 5R dengan baik.

Oleh : Susilo Darmadji, Instruktur YDBA

Artikel selanjutnya