Kisah UKM Hebat

Kebahagiaan Dibalik 5R

Share : 28 February 2018
Cerita ini bermula ketika saya mendengar curahan hati dari salah seorang UMKM Mitra LPB Yogyakarta atau Cabang YDBA di Yogyakarta bernama Wawang, Pendiri Wiroto Craft. 
Mas Wawang, sapaan akrabnya tidak pernah menyangka bahwa 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dapat membuat  orang Malaysia terkagum-kagum melihat tempat produksi yang begitu bersih dan tertata rapi.  
Dengan semangat dan kerja keras untuk mengimplementasikan 5R yang dibekali instruktur melalui pendampingan yang diadakan LPB, Wawang optimis dapat merubah kondisi usahanya menjadi lebih tertata. 
Mindset karyawan yang sulit diubah, perlunya dana untuk membuat sarana pendukung, waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan 5R, hingga aturan yang harus disosialisasikan kepada karyawan agar 5R tetap berjalan menjadi tantangan tersendiri untuk pria asal Yogyakarta ini. Namun, dengan segala keterbatasannya, Wawang optimis bahwa usaha di bidang kerajinannya ini dapat mengimplementasikan 5R seperti sebuah pabrik besar di bidang manufacturing.
Keyakinan dan kerja keras Wawang untuk merancang, melaksanakan, menjaga dan mengevaluasi 5R di lokasi usahanya pun tidak sia-sia. Semua akan bahagia pada waktunya. Sang tamu dari Malaysiapun tertarik dan memberikan order dalam jumlah yang tidak sedikit kepada Wawang yang telah menjalani usaha Wiroto selama 19 tahun ini. Wawan tidak pernah mengira bahwa penampilan tempat produksi yang baik, rapi dan bersih dapat menjadi label tersendiri untuk customer, bahkan tidak ada di pikiran Wawang bahwa seorang customer akan memberikan label kualitas baik apabila tempat produksi baik, rapi dan bersih. 
Itulah sharing singkat Wawang mengenai 5R. Wawang berharap, pengalaman ini dapat menginspirasi teman-teman UKM yang belum atau tengah berbenah 5R. Ingat, akan ada kebahagiaan di balik 5R.

(Ditulis oleh Arif Rakhmat, Koordinator LPB Yogyakarta)

Artikel selanjutnya