Inspirasi Wirausaha

Kiat Menjalankan Bisnis Bersama Teman

Share : 08 January 2018
Ide memulai sebuah bisnis kerap muncul dari obrolan-obrolan bersama teman. Banyak yang kemudian merealisasikan ide tersebut. Meski demikian, bisnis yang dijalankan bersama tetap harus memiliki rambu. Tujuannya agar bisnis dijalankan secara profesional dan bisa berkesinambungan.
Perlu diingat, memulai usaha kecil dan menengah (UKM) bareng teman tidak akan selalu mulus. Ingat film Filosofi Kopi yang diperankan oleh Rio Dewanto (Jody) dan Chicco Jerikho (Ben)? Mereka adalah sepasang sahabat yang membangun usaha kedai kopi. Namun, keduanya mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam menjalankan bisnis. Silang pendapat dan masalah menjadi tidak terelakkan. Meski diujung cerita, kisahnya tetap bahagia.
Setidaknya, itulah gambaran mengelola bisnis bareng teman. Ruang perdebatan akan selalu terbuka. Paling buruk, bisa pecah kongsi. Oleh karenanya, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini agar bisnis yang dijalankan bisa langgeng. Jangan sampai usaha yang dirintis bersama justru bisa merenggangkan pertemanan. Sayang bukan?
 
1. Pilih Teman yang Tepat
Anda tentu saja memiliki banyak teman-teman berkumpul. Beberapa di antaranya terkadang melontarkan ide-ide untuk menjalankan bisnis. Namun, belum tentu semuanya baik diajak untuk membangun usaha. Anda harus selektif dalam hal ini. Meskipun, jalinan pertemanan sudah berlangsung sejak lama.
Pilih-pilih teman di sini jangan dilihat sebagai sesuatu yang negatif. Bukannya menolak bergaul dengan siapa saja tapi lebih memilih orang yang tepat untuk menjalankan bisnis bersama. Sebaiknya, pilihlah teman yang mempunyai kesamaan visi dan misi. Selain itu, memiliki karakter dan kemampuan yang saling melengkapi dengan Anda. Semisal, Anda andal dalam membuat suatu produk maka carilah teman yang piawai memasarkannya.
Pastikan juga, teman Anda ini bertanggung jawab dan mudah diajak kerja sama. Dalam artian, mau susah senang bersama-sama. Apabila landasan utama sudah kuat, menentukan arah gerak roda usaha tentu lebih mudah.
 
2. Hitam di Atas Putih
Meski dijalankan bersama teman, sebaiknya perjanjian kerja sama dituangkan dalam bentuk yang resmi, ada hitam di atas putih. Dengan begitu, masing-masing dari Anda akan selalu ingat hak dan kewajibannya. Kalau saja terjadi hal buruk dalam menjalankan bisnis, maka masing-masing pihak tidak saling menyalahkan . Oleh karenanya, perjanjian kerja sama setidaknya meliputi sejumlah kesepakatan berikut ini:
 
    -Penetapan hak dan kewajiban dalam pekerjaan
    -Pengaturan kepemilikan saham di perusahaan
    -Penjelasan bagaimana perusahaan akan dijalankan
    -Pemberian perlindungan bagi pemegang saham minoritas
    -Penentuan dalam keputusan yang akan dibuat
    -Prosedur dalam penyelesaian sengketa.
 
3. Bagi Tugas dengan Jelas
Status pertemanan bukan berarti pembagian tugas dilakukan secara serampangan. Perlu diingat, bisnis harus dijalankan secara profesional agar tetap eksis dan berkembang. Di sinilah perlu kejelasan pembagian tugas dalam mengelola usaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Agar masing-masing bisa fokus dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Misalnya, Anda pandai mendesain, fokuslah pada bagaimana menciptakan desain produk yang baik dan diminati konsumen. Sementara urusan penjualan serahkan pada teman Anda yang memang mempunyai latar belakang pengetahuan marketing. Tapi, jangan kaku ya kalau dalam pameran. Mesti fleksibel dalam menjajakan produk.
 
4. Bersikap Transparan
Baik uang yang disetor sebagai modal, pemasukan ataupun pengeluaran harus dibukukan dengan transparan. Begitu juga dengan pembagian keuntungan. Ini penting dilakukan sebab bisnis bareng teman sering kali hancur di tengah jalan karena menyepelekannya. Oleh karenanya, sepakati pembagian keuntungan secara berimbang sejak awal.
Masing-masing pihak juga sepatutnya mengenal dengan baik apa itu dividen dan gaji. Sebaiknya, dividen yang diperoleh sesuai dengan besarnya setoran. Gaji pun demikian, disesuaikan dengan porsi pekerjaan. Sebagai saran, sebaiknya jangan langsung mengambil salah satunya sebelum arus kas berjalan stabil.
 
5. Mengelola Konflik
Persahabatan dan profesionalisme mesti dikedepankan dalam menjalankan bisnis. Nilai ini perlu dipegang dalam menghadapi persoalan dan perdebatan dengan teman Anda. Karena itu, belajarlah untuk mengelola konflik. Pisahkan mana hal yang bersifat pribadi dan pekerjaan. Sebaiknya selesaikan permasalahan dengan diskusi, sebab inilah salah satu keuntungannya berbisnis bareng teman. Jangan lupa, Anda pun sebaiknya mempunyai cara berkomunikasi yang cair.
Selain itu, Anda dan teman bisnis juga perlu melakukan berbagai kegiatan yang menyegarkan pikiran bareng teman-teman yang lain, seperti berlibur atau nonton bioskop. Tidak melulu tegang dengan urusan bisnis. Selain membuat pikiran kembali fresh, jalinan pertemanan pun menjadi lebih sehat.
 
6. Kerja Keras dan Disiplin
Banyak orang sukses mempunyai etos kerja keras dan disiplin. Pendiri Twitter, Jack Dorsey, selalu bangun jam 5.30 pagi setiap harinya. Lalu berolah raga sebelum memulai pekerjaan. Dengan kebiasaan yang baik dan kemampuannya menjalankan perusahaan, ia mampu mengumpulkan kekayaan hingga US$ 2,7 miliar.
Masing-masing dari Anda juga harus memiliki etos kerja tersebut. Ingatlah, bisnis yang dijalankan tidak selalu sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Modal pun belum tentu bisa kembali dengan cepat. Jadi, teruslah bersemangat dan saling mengingatkan untuk mencapai kesuksesan yang ingin Anda capai bersama teman.
Berbisnis dengan teman mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal tersebut semestinya bisa dijadikan sinergi yang saling menguatkan dalam membangun bisnis UKM Anda. Hal ini sejalan dengan semangat yang diusung Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk mengembangkan UKM di Tanah Air. 

Artikel selanjutnya