Administrator 134 post
Kolom

LANGKAH-LANGKAH MENGURUS SURAT IZIN USAHA UNTUK UMKM

Share : 23 November 2020

Perizinan merupakan sebuah hal pokok yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Termasuk para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM dan Usaha Rumahan lainnya. Dengan adanya surat izin, UMKM dapat membuktikan bahwa usahanya benar-benar legal. Apalagi jika UMKM ingin menyasar konsumen atau kalangan tertentu, misalnya membutuhkan sertifikasi halal oleh MUI untuk menyasar pasar konsumen dari kalangan muslim. Biaya kepengurusan Surat Izin seperti dinyatakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), perizinan akan diberikan secara gratis. Ketentuan tersebut sudah diatur dalam Perpres No. 98 Tahun 2014 tentang perizinan Untuk Usaha Mikro dan Kecil.

Aturan dalam Perpres menyatakan bahwa pemerintah menghapus seluruh biaya perizinan UMKM. Semua biaya akan ditanggung APBN atau APBD. Pelaksana UMKM dapat mengurus Surat Izin gangguan (HO) serta izin mendirikan bangunan (IMB). Bukan hanya 2 surat izin di atas saja, ada beberapa surat izin yang pengurusannya gratis, yaitu Surat Izin Tempat Usaha atau SITU, Izin Usaha Industri atau IUI, Tanda Daftar Perusahaan atau TDP, dan Tanda Daftar Industri atau TDI.

Pada usaha mikro dan kecil, perizinan bisa didapat dengan cepat. Pelaksana usaha mikro kecil dapat mengajukan IUMK, adapun persyaratan yang dibutuhkan adalah :

1.       KTP

2.       KK (Kartu Keluarga)

3.       Pas foto ukuran 4 x 6 cm, 2 lembar

4.       Surat pengantar dari RW maupun RT berkaitan lokasi yang digunakan.

5.       Mengisi formulir yang sudah ada.

Jika seluruh persyaratan sudah lengkap dan dijalankan dengan baik. Camat dapat mengesahkan serta menerbitkan IUMK. Selain itu, IUMK juga dapat diurus sendiri melalui Online Single Submission atau OSS. Pelayanan pengurusan surat izin ini dapat memudahkan pengurusan perizinan pada daerah ke pusat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Website yang dapat digunakan ialah https://oss.go.id.

Bagi pelaksana UMKM yang bergerak dalam pengolahan, penjualan makanan, dan kosmetik yang basisnya masih industri rumahan harus mengurus izin tambahan tertentu. Surat yang perlu diurus ada Izin edar PIRT atau Produk Industri Rumah Tangga yang diperoleh dari Dinas Kesehatan setempat. Mengurus surat izin ini juga mudah, pelaku usaha dapat berkunjung ke kantor Dinas Kesehatan terdekat untuk memperoleh formulir isian.

Dalam mengurus surat izin PIRT diharuskan mengisi formulir serta data yang dibutuhkan, seperti fotokopi KTP pelaksana usaha, jenis produk, lokasi produk, serta label yang digunakan pada kemasan produk. Dinas Kesehatan akan melakukan kunjungan ke tempat atau pabrik industri rumahan terkait, untuk melakukan pengamatan juga memberi saran mengenai proses pada ruang produksi yang sesuai dengan standar kesehatan dan kebersihan.

Dinas Kesehatan kemudian akan membawa sample tersebut untuk diuji kandungannya, kemudian pelaksana UMKM diharapkan menjalankan pelatihan berkaitan produksi industri rumahan, yang dilakukan sebelum sertifikat PIRT keluar. Selanjutnya, sertifikat halal pada LP POM MUI dapat diurus di kota yang sesuai dengan lokasi usaha, yang mana prosedurnya hampir sama dengan mengurus surat izin IUMK.

Referensi:
Tirto.Id
Cloud Host

Referensi Gambar:
GolfClub
Artikel selanjutnya