Administrator 154 post
Inspirasi Wirausaha

MEMAHAMI HARD SELLING DAN SOFT SELLING DALAM MEMASARKAN PRODUK

Share : 02 July 2021

Dalam memasarkan produk terdapat dua teknik, yaitu Hard Selling dan Soft Selling. Lalu, apa perbedaan antara Hard Selling atau Soft Selling?

 

Yuk, simak lebih lanjut agar memahami perbedaan Hard Selling dan Soft Selling dalam memasarkan produk.


HARD SELLING

Dilansir dari Investopedia, hard selling adalah metode pendekatan penjualan yang menonjolkan bahasa langsung dan mendesak, yang membuat konsumen langsung mengerti maksud dari penjual.  Penjualan yang menggunakan teknik hard selling adalah penjualan secara langsung kepada target pasar yang telah ditentukan.

 

Hard Selling dirancang dalam membuat konsumen membeli barang / jasa dalam jangka pendek.

 

Tujuan penggunaan pendekatan ini adalah agar konsumen terdorong untuk langsung melakukan transaksi.

 

Pola dari penjualan hard selling tidak terlalu banyak aturan, penjual akan langsung mengutarakan bahwa mereka sedang menjual sebuah produk tersebut. Bisa dikatakan teknik penjualan ini adalah teknik to the point langsung pada inti dan misi iklan yang ditawarkan.

 

Berikut contoh penerapan hard selling dalam memasarkan produk.

 

Misalnya, Anda sedang membutuhkan ponsel, tentu Anda akan pergi toko yang menjual ponsel. Dalam toko tersebut, beberapa counter atau outlet akan menampilkan tulisan “Smartphone Murah Hanya 700 ribu”. Tulisan inilah yang dimaksud dengan teknik hard selling.

 
SOFT SELLING

Sedangkan untuk soft selling yang dilansir dari CollinsDictionary merupakan metode penjualan atau periklanan yang melibatkan membujuk orang dengan cara yang lembut daripada memberi banyak tekanan pada orang untuk membeli barang.

 

Biasanya, teknik pemasaran soft selling akan memberikan sebuah edukasi atau informasi pada konsumennya. Sehingga konsumen tersebut secara tidak langsung akan mendengarkan dan menyimak informasi.

 

Pada akhir informasi, penjual secara tidak langsung akan mengungkapkan keunggulan dari produknya, konsumen pun secara tidak sadar akan ikut mendengarkan keunggulan tersebut.

 

Ketika melakukan pendekatan soft selling, calon konsumen tidak merasa diburu-buru atau terpaksa harus segera melakukan transaksi. Biasanya, mereka akan lebih tertarik untuk melihat iklan atau mendengarkan salesperson menjelaskan lebih lanjut.

 

Contoh yang biasa kita temui untuk penjualan Soft Selling adalah beberapa produk pembersih seperti sabun, cairan pembersih toilet, hingga pasta gigi. Ketika melihat iklan tersebut, akan diperlihatkan kuman dan bakteri yang tersebar dimana-mana sehingga membuat penyebaran penyakit semakin luas.

Referensi :

Investopedia.com

Collinsdictionary.com

Dosenonline.id

 

Referensi Gambar :

Finplus.co.in

Artikel selanjutnya