Administrator 102 post
Inspirasi Wirausaha

MEMAHAMI NEW NORMAL ADALAH KUNCI BERTAHAN PASCA PANDEMI?

Share : 08 June 2020

Sudah lebih dari 2 bulan kita mengalami Pembatasan Sosial Berskala Besar atau biasa dikenal sebagai PSBB. Berbagai aktivitas masyarakat mengalami penghentian atau perpindahan dari ruang fisik ke ruang digital, terutama pada sektor pendidikan, peribadahan dan ekonomi. Namun, sejak 4 Juni 2020 kebijakan PSBB ini berakhir di beberapa daerah terutama di Jakarta dan mulai memasuki masa transisi new normal.

Pada masa transisi ini, tidak sepenuhnya aturan mengenai PSBB dihilangkan. Hanya saja beberapa hal mulai perlahan dibuka. Meskipun telah mulai dibuka tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, misalnya rumah peribadahan mulai dibuka tapi dengan syarat menggunakan alat peribadahan pribadi, warga mulai boleh keluar rumah dengan tetap menjaga prosedur kesehatan Covid-19, serta perkantoran sudah mulai bisa kembali dibuka dengan syarat hanya 50% karyawan yang diperbolehkan bekerja dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pemerintah bersikeras untuk mewujudkan new normal dengan menerapkan kebijakan yang menunjang untuk menuju ke titik tersebut. Namun, sebelum kita menerapkan semua hal tersebut, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai new normal.




New normal
atau dapat juga diartikan sebagai kenormalan baru merupakan sebuah istilah yang merujuk pada pergeseran bentuk “normal” yang ada di masyarakat. Pertama kali istilah “new normal” digunakan oleh Roger Mcnamee melalui ulasan artikel berjudul “The New Normal” di majalah Fast Company tahun 2003. Menurutnya new normal merujuk pada suatu keadaan dimana kemungkinan orang bersedia untuk menjalankan aturan baru untuk jangka panjang.

Dalam konteks krisis yang melanda sebuah negara, pandemi atau bencana besar juga dapat memicu terjadinya new normal. Misalnya dalam kasus pandemi covid-19 dimana keadaanya belum ditemukan vaksin definitif berstandar internasional, maka salah satu alternatifnya adalah menciptakan new normal. Juru Bicara penanganan covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat Indonesia harus menjaga produktivitas ditengah pandemi covid-19 melalui tatanan baru yang disebut new normal.Ketua Tim Pakar gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmita mengartikan new normal sebagai bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik dan menghindari kerumunan.

Bentuk new normal yang tercipta dari kasus pandemi covid-19 ini lebih bersifat pada perilaku kesehatan. Menurut Yuri, new normal yang dimaksud adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Pandemi covid-19 memaksa semua orang untuk rutin menjaga kebersihan dan kesehatan serta membatasi kerumunan dengan jaga jarak aman penyebaran virus. Setelah pandemi mungkin saja hal ini tetap berbekas bahkan mampu menjadi budaya baru bagi banyak masyarakat dunia.

Berbicara mengenai perubahan budaya, bukan hanya sekedar perubahan kecil tetapi berbagai perubahan kebiasaan, perilaku, pola kerja, dsb ikut berubah. Maka dari itu, new normal atas pandemi covid-19 ini juga mampu berbagai sektor kehidupan masyarakat. Saat ini, yang menjadi sorotan pemerintah Indonesia adalah sektor pendidikan, peribadahan dan ekonomi yang secara langsung merasakan perubahan.

Dengan memahami new normal yang terjadi atas pandemi covid-19 ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai kondisi new normal saja. Melainkan mampu memberikan kita pemahaman atas kondisi yang dihadapi saat ini. Setelah memahami kondisi terkini, selanjutnya kita bisa merencanakan langkah apa yang akan diambil demi mencapai tujuan terbaik. Salah satu unsur yang perlu memahami keadaan tersebut adalah pengusaha.

Sebagai pengusaha perlu memahami keadaan yang dialami saat ini. Kemudian, mengkonversi keadaan tersebut menjadi peluang bisnis yang mampu meningkatkan kualitas usaha. Ketika kita memahami new normal pastinya hal yang terbesit adalah “perubahan”. Ini adalah momen krusial untuk menetukan strategi bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Secara jangka pendek lebih berfokus pada bagaimana cara bertahan ditengah pandemi dan secara jangka panjang lebih berfokus pada bagaimana cara memanfaatkan peluang baru yang ada. Jadi, terlepas dari pro kontra yang melanda perwujudan new normal, dengan keadaan baru yang sedang diwujudkan tersebut dapat menjadi kunci untuk mengetahui langkah yang akan dihadapi selanjutnya. Momen ini memang berat bagi seluruh pihak, tetapi bersikap positif dan selalu mencari hal positif bahkan pada keadaan buruk adalah salah satu kemampuan bertahan yang dapat diperhitungkan ketika menghadapi pandemi seperti covid-19 ini.

 

Referensi

Gunandha, Reza. 2020. 7 Aturan Baru PSBB di Jakarta: Belajar di Rumah sampai Boleh Boncengan. Site: suara.com

Garjito, Dany. 2020. Arti New Normal, Panduan Lengkap New Normal, dan Kritik dari Politikus. Site: suara.com

Putsana, Dipna Videlia. 2020. Arti New Normal Indonesia: Tatanan Baru Beradaptasi dengan Covid-19. Site: tirto.id

Photo by Deva Darshan from Pexels

Artikel selanjutnya