Administrator 116 post
Pegiat UKM Hebat

MEMPERLANCAR USAHA DENGAN BERBAGI DENGAN SESAMA

Share : 20 April 2020
Agus Sholeh merupakan tokoh penting dalam CV Asia Teknik, beliau adalah pemimpin sekaligus pendiri UMKM tersebut. CV Asia Teknik merupakan UMKM yang bergerak dalam bidang produksi alat dan mesin tepat guna. Berbagai pekerjaan dapat dilakukan seperti pengelasan, jasa plong, jasa wirecut. Mereka telah bekerja sama dan menyuplai ke beberapa perusahaan bata ringan seperti PT Citicon Nusantara Industries, PT Power Block Indonesia, PT Havanna Teguh Pertiwi, PT Nusantara Building Industries, PT Sinar Indogreen Kencana, PT Berkah Mekatek Jaya dan PT Garam (Persero). Produk yang dihasilkan pun juga beragam seperti tiang PJU (Penerangan Jalan Umum), spacer panel untuk menyuplai perusahaan bata ringan, conveyor, pompa sentrifugal, dan berbagai produk kebutuhan alat dan mesin tepat guna lainnya. Agus Sholeh memiliki dua lokasi usaha yang memiliki fokus masing-masing, lokasi utama berada di Jalan Raya Ngelom, Taman Sidoarjo, dan lokasi kedua dikhususkan sebagai jasa wirecut berada di Jalan Nusa Indah, Alang-alang Kureksari, Sidoarjo. Selama proses produksi, Agus dibantu oleh 10 orang karyawan yang terdiri dari 2 admin, 2 pekerja di bidang jasa wirecut, 5 pekerja di bidang pengelasan dan jasa plong dan 1 pekerja di bidang pengiriman dan pemasok bahan baku. Untuk saat ini, proses produksi telah menggunakan mesin dibantu dengan operator dengan bahan baku yang disuplai dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, serta beberapa daerah lainnya.

Kesuksesannya saat ini tidak didapatkan secara instan. Sejak masih di bangku perkuliahan, Agus telah membantu usaha keluarganya di bidang yang sama. Dengan perkembangan dan kemampuan yang dimilikinya, Agus bertekad untuk membangun usahanya sendiri dengan produk yang berbeda dengan usaha keluarganya. Pasang-surut bisnis juga dirasakan oleh Agus saat awal bergabung dengan Waru Manufacturing Parts (WMP), di mana para UMKM Logam di Waru berkumpul dan menjadi cikal bakal Waru Manufaktur Indonesia (WMI). Sempat diremehkan oleh para pengusaha seniornya, Agus tetap percaya apabila berjalan bersama dengan UMKM lain bisa sukses juga kedepannya. Menurutnya, dengan berkembang bersama-sama mampu memunculkan adanya pertukaran ilmu, pengalaman serta bertambahnya hubungan bisnis dengan pengusaha lainnya.

Agus saat ini dipercaya sebagai Ketua WMI, dengan terus meningkatkan perkembangan WMI dan anggotanya. Pemikiran yang fresh seringkali Agus sampaikan seperti memperhitungkan ide-ide milenial dalam organisasi atau pentingnya unit usaha dies center bagi seluruh anggota agar memicu terciptanya dies sesuai standar dan menuju sistem industri yang seharusnya.

Agus juga cukup aktif dalam mengikuti pelatihan dan pendampingan. Pelatihan internet marketing, pembukuan sederhana, dan penunjang usaha lain di bidang teknik telah diikutinya. Agus juga mengikuti pendampingan 5R, di mana menjadi inspirasinya untuk menerapkan 5R di perusahaannya walaupun belum secara maksimal terwujud. Efek menerapkan 5R cukup memberikan hasil baginya, seperti tempat usaha menjadi lebih bersih, rapi dan tertata. Karyawan pun menjadi lebih semangat dan mampu bekerja lebih maksimal.

Dibalik kesuksesan Agus Sholeh, salah satu hal yang ditanamkan di perusahaannya adalah berbagi. Berbagi diartikan dengan menerima atau memberi sesuatu yang baik dalam bentuk materi, cerita, pengalaman, ilmu dan sebagainya. Penerapan prinsip berbagi di internal perusahaannya dengan cara memberikan apresiasi lebih terhadap karyawan baik secara moril atau materi (bonus). Kemudian, secara eksternal bisa dengan memberi kepada yang membutuhkan melalui kegiatan amal maupun kegiatan sosial. Selain itu, dalam menjalankan usaha juga dapat berbagi dalam hal bertukar pengalaman atau ilmu antar pemilik usaha lain. Dengan begitu, pemilik usaha yang sudah maju dapat membagikan ilmunya bagi pemilik usaha yang lebih kecil agar dapat terus berkembang. Kemudian, dengan membentuk jaringan saling support antar UMKM seperti dalam hal pengadaan bahan baku atau pendistribusian produk, sehingga kebutuhan antar UMKM saling terpenuhi. Menurut Agus, “orang kaya adalah orang yang mau memberi” dan baginya dengan berbagi justru dapat menjalin hubungan bisnis yang lebih luas, memudahkan pengembangan usaha dan memperlancar rejeki.
Artikel selanjutnya