Administrator 102 post
Inspirasi Wirausaha

MENEPIS HANTAMAN RESESI EKONOMI DAN TETAP MERAIH LABA

Share : 29 July 2020

Semakin hari berlalu, pandemi covid-19 tetap saja menjadi permasalahan utama yang melanda dunia akhir-akhir ini. Ancaman kesehatan yang saat ini masih belum dipastikan vaksinnya. Pembatasan sosial yang menghambat lajur bisnis. Kemudian, yang menjadi perhatian sangat penting adalah adanya ancaman resesi ekonomi yang menghantui berbagai negara.

Resesi ekonomi sendiri itu apa? Kenapa hal itu mengkhawatirkan?

Menurut Suleman, dkk (2020), resesi ekonomi adalah kondisi ketika terjadi penurunan nilai pertumbuhan ekonomi rill menjadi negatif selama sepertiga tahun secara berturut-turut. Pada suatu wilayah yang terjadi resesi ekonomi secara simultan akan terpengaruh pada penurunan seluruh kegiatan ekonomi seperti investasi, lapangan pekerjaan dan penurunan keuntungan perusahaan.

Dalam kondisi yang esktrem dimana resesi ekonomi berlangsung lama akan memicu depresi ekonomi. Depresi ekonomi akan mendorong terjadinya economy collapse atau kebangkrutan ekonomi. Pandemi covid-19 memicu terjadinya resesi ekonomi diberbagai negara dunia, diantaranya adalah Korea Selatan dan Singapura yang telah mengumumkan resesi ekonomi.

Lantas apakah Indonesia juga akan mengalami resesi ekonomi ?

Jawabannya adalah bisa iya dan bisa tidak. Namun, saat ini ancaman akan resesi ekonomi sangat mungkin terjadi bagi Indonesia. Menurut Febrio Nathan Kacaribu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian keuangan), pertumbuhan ekonomi Indonesia menyusut “sangat dalam” pada kuartal II 2020 sekitar minus 4,3%. Ditambah masuknya Korea Selatan dan Singapura juga menjadi indikator Indonesia akan mengalami resesi ekonomi juga, mengingat negara tersebut merupakan mitra-mitra perdagangan yang cukup besar.

Pandangan optimistis juga keluar dari Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa Indonesia bisa lolos dari jerta resesi dengan mencetak pertumbuhan positif ditahun ini. Pertumbuhan Indonesia pada kuartal III 2020 dapat bangkit (rebound) positif sebesar 0,4% diikuti pertumbuhan 2-3% pda kuartal IV 2020. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dapat kembali positif bahkan dapat berada di atas nol persen sepanjang 2020 apabila penanganan yang tepat.

Bagaimana pertumbuhan ekonomi tersebut dapat meningkat akan tergantung pada kondisi bisnis para pelakunya. Dalam hal ini, UMKM berperan penting dalam “menyelamatkan” Indonesia dari jeratan resesi ekonomi. Oleh karena itu, UMKM perlu terus untuk bangkit tidak hanya bagi usahanya sendiri melainkan demi perekonomian seluruh rakyat Indonesia.

Berikut terdapat beberapa cara bagaimana UMKM tetap meraih laba di tengah resesi ekonomi:

 

1.Perhatikan Supplier dan Harga Bahan Baku Terbaik

Pada kondisi yang sulit seperti resesi ekonomi, supplier atau pemasok produk anda menjadi pihak yang sangat vital dalam keberlangsungan usaha anda. Saat ini, untuk mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga terjangkau adalah hal yang sulit jika anda tidak memiliki pemasok yang bagus. Tentu saja, dengan memiliki pemasok yang bagus, kekuatan usaha anda akan bertambah dalam kondisi resesi ini.

Mencari pemasok yang cocok adalah permasalahan yang pelik saat ini. Pemasok yang memiliki konsumen bisa mengendalikan harga bahan baku. Semakin lemah posisi tawar anda akan semakin sulit mendapatkan pasokan berkualitas dengan harga yang cocok. Apabila anda sudah memiliki pemasok yang cocok tetaplah jaga hubungan anda berjalan baik demi keberlangsungan usaha, jadikan mereka sebagai rekan melawan krisis.

 

2.Lakukan efisiensi biaya produksi

Dalam menjaga laba tetap mengalir dalam kondisi resesi ekonomi adalah dengan mengefisiensi biaya produksi. Umumnya biaya produksi adalah segala biaya yang menopang proses produksi anda seperti biaya bahan baku, upah karyawan, operasional, transportasi, listrik, air, telepon, dll. Pada bahan baku, anda dapat menimbang kembali biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dengan hanya memproduksi sesuai kebutuhan saat ini. Selain itu, anda bisa tentukan biaya mana yang dapat diefisiensikan lagi yang juga mempertimbangkan kualitas serta kestabilan usaha anda.

 

3.Tetap Agresif Pada Aktivitas Penjualan

Satu-satunya cara usaha anda tetap bangkit dalam kondisi ini adalah tetap menjalankan usaha dan menargetkan omzet setinggi-tingginya. Meskipun saat ini, daya beli masyarakat sangat berubah atas pengaruh pandemi covid-19 tetapi usaha anda tidak boleh berhenti. Terus upayakan hal-hal di luar kebiasaan agar mampu menepis halangan pandemi hingga mendapatkan hati pelanggan untuk membelanjakan produk anda. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, berinovasi, promosi dengan cara kreatif, lakukan penawaran khusus atau potongan harga yang menarik, gunakan bantuan teknologi, dll. Namun, inti dari segalanya adalah anda harus tetap maju secara agresif menembus halang-rintang yang diciptakan pandemi covid-19.


Beberapa langkah di atas adalah sebagian kecil cara bagi pelaku UMKM agar tetap bertahan di tengah ancaman resesi ekonomi. Bagaimanapun cara yang anda lakukan, pastikan kembali apa dampak jangka pendek dan jangka panjang bagi usaha anda. Pertimbangkan keputusan yang akan anda buat karena kondisi ini dapat mengakibatkan banyak hal tak terduga, Selain itu, tetaplah pantau laporan laba rugi usaha anda agar arah usaha anda dapat leboih tertata secara sistematis.

 


 

Referensi:

Lavinda. 2020. Cara UKM Tetap Raih Laba di Tengah Resesi Ekonomi. Site: Jurnal.id

Suleman, Abdul. R & dkk. 2020. Ekonomi Makro. Yayasan Kita Menulis.

Tambunan, Liza. 2020. Resesi Ekonomi: Korea Selatan dan Singapura Masuk Resesi, Indonesia Diprediksi juga Akan Masuk Jurang Ekonomi. Site: bbc.com

Ilustrasi: Designed by Freepik. Site: Freepik.com

Artikel selanjutnya