Inspirasi Wirausaha

Mengapa Jiwa Kewirausahaan Perlu Dipupuk Sejak Dini?

Share : 15 March 2018
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2016, jumlah penduduk Indonesia mencapai 252 juta. Dari jumlah itu, baru 7,8 juta orang atau 3,1% dari total populasi yang terjun di bidang wirausaha non-pertanian. Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang dikutip oleh Kumparan.com, angka itu sendiri sudah meningkat ketimbang data tahun 2013-2014 yang hanya sekitar 1,67%..
Meski sudah mengalami peningkatan, angka ini masih sangat kecil bila dibandingkan dengan rasio kewirausahaan negara lain. Misalnya, Malaysia memiliki rasio wirausaha 5%, sedangkan Singapura sekitar 7%. Lebih-lebih bila dibandingkan Jepang yang telah mencapai 11%, Cina dengan rasio wirausaha 10%, dan Amerika Serikat yang mencatat rasio wirausaha sebanyak 12%.
Dengan rasio yang masih rendah, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar agar jumlah wirausahawan terus meningkat.
 
Mengapa wirausaha penting?
Ada beberapa hal yang mengingatkan kita mengapa mendorong kewirausahaan itu penting. Pertama, wirausaha mendorong kemajuan perekonomian sebuah negara. Mengutip Forbes.com, usaha kecil di Amerika Serikat telah menjadi tulang punggung perekonomian.
Kurang lebih separo dari angkatan kerja di sektor swasta, yaitu sebanyak 49,2%, tercatat bekerja di usaha kecil. Dalam 20 tahun terakhir, usaha kecil di Negeri Abang Sam juga menjadi motor kelahiran pekerjaan baru. Tercatat, dua dari tiga lowongan kerja yang tersedia berasal dari usaha kecil.
Kedua, dunia membutuhkan lebih banyak inovasi. Semakin tua usia dunia, semakin banyak tantangan dan persoalan yang membutuhkan solusi. Semakin banyak wirausahawan yang melahirkan inovasi, ada harapan peningkatan kualitas kehidupan.
Contoh gamblang adalah kehadiran legenda-legenda dunia digital seperti Mark Zuckerberg dengan Facebook, Steve Jobs dengan Apple, Nadiem Makarim dengan Go-Jek, dan lain sebagainya. Mereka adalah anak-anak muda yang lahir dengan semangat melahirkan inovasi dan mengubah dunia alih-alih bercita-cita menjadi pegawai sebuah perusahaan semata.
Tercatat, studi yang digelar oleh pemerintah Amerika menemukan, usaha kecil melahirkan hak paten 16 kali lebih banyak dibandingkan hak paten yang datang dari perusahaan besar.
Ketiga, tuntutan kualitas hidup. Hidup yang berkualitas acapkali membutuhkan biaya tidak sedikit. Menjadi seorang wirausaha bisa membuka peluang mencetak penghasilan tak terbatas. Berkebalikan dengan seorang karyawan yang relatif lebih terbatas karena sudah terukur perkembangan penghasilannya.
Keempat, tantangan hidup semakin berat. Dunia saat ini semakin terkoneksi, terglobalisasi dan sarat tantangan yang beberapa dekade silam mungkin belum muncul atau belum dikenal. Dahulu kala, resep sukses dan hidup nyaman mungkin sederhana: sekolah yang rajin, lulus dengan nilai bagus, melamar pekerjaan di perusahaan yang memberi gaji besar. Lalu, pensiun dengan uang pensiun secukupnya.
Resep itu tidak ampuh lagi bila diterapkan di zaman sekarang. Untuk sukses di zaman yang semakin menantang, seseorang perlu lebih kompetitif, lebih mandiri, visioner, kreatif dan memiliki mental entrepreneurship yang kuat. Persaingan di masa mendatang akan lebih kompleks sehingga anak-anak membutuhkan bekal yang lebih mumpuni agar bisa survive menghadapi zamannya.
 
Perlu ditanamkan sejak dini
Menanamkan jiwa wirausaha sedari dini lebih dari sekadar menyiapkan seorang anak menjadi pengusaha yang mandiri dan sukses di masa depan. Memupuk jiwa wirausaha berarti menyiapkan anak untuk lebih kompetitif, mandiri dan tahan banting menghadapi tantangan zamannya kelak. Sekaligus membiasakan anak berpikir kreatif sehingga bisa melahirkan banyak inovasi.
Memupuk jiwa entrepreneurship bisa dimulai dari pendekatan pola pengasuhan oleh orangtua yang menekankan pada kemandirian dan kreativitas. Para orangtua juga bisa bekerjasama dengan sekolah yang memiliki visi dan misi serupa.
Menanamkan jiwa wirausaha sejak kecil akan membuka peluang kelahiran entrepreneur hebat di masa mendatang. Berikut beberapa hal yang bisa Anda terapkan untuk menanamkan jiwa wirausaha pada anak-anak:
 
  Kenalkan pada konsep target
Anda bisa mengajak anak membuat daftar target atau tujuan yang ingin dia raih. Membiasakan anak menuliskan tujuan berarti mengenalkan anak pada pentingnya memiliki tujuan. Dari sana, Anda bisa mengajaknya bicara tentang cara atau strategi bagaimana meraih target tersebut. Ini membiasakan anak memiliki fokus.
 
    Ajari anak kejelian melihat peluang
Ketika muncul permasalahan, alih-alih merutuki keadaan, Anda bisa membiasakan anak untuk melihat sisi positif sehingga anak belajar melihat peluang dan memikirkan ide-ide yang menarik.
 
    Kenalkan konsep keuangan
Konsep keuangan sederhana mulai dari untung, rugi, cara mengelola uang, meningkatkan penghasilan, melakukan penghematan, bisa Anda kenalkan pada anak. Mulailah dari konsep manajemen uang saku.
 
    Latih cara komunikasi yang baik
Kesuksesan wirausaha dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi yang baik. Semakin baik kemampuan komunikasi, kualitas entrepreneurship juga akan lebih bagus. Bangun tradisi berkomunikasi yang baik pada anak, bagaimana menjadi seorang yang asertif tanpa berarti frontal atau vulgar.
 
    Ajari cara menyikapi kegagalan
Seorang wirausaha yang sukses tidak lahir dalam semalam. Dia dibesarkan dalam kegagalan-kegagalan dan dia belajar banyak dari sana untuk melahirkan lebih banyak inovasi.
Itulah hal-hal yang penting untuk Anda pahami, mengapa menanamkan jiwa kewirausahaan itu penting dipupuk sejak dini. Semakin awal konsep entrepreneurship dikenalkan, karakter wirausaha yang tangguh bisa dibentuk. Di masa mendatang, bibit-bibit wirausaha ini dapat dipanen. 

Artikel selanjutnya