Inspirasi Wirausaha

Mengenal Jenis E-Commerce di Indonesia

Share : 05 June 2017

Seiring dengan maraknya e-commerce di Indonesia, kini kegiatan memasarkan produk UMKM jadi lebih mudah. Selain hemat tempat, menjual produk di e-commerce menguntungkan karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta tak terbatas. Memanfaatkan e-commerce sebagai sarana pemasaran dan penjualan juga dapat memotong rantai distribusi produk, yang pada akhirnya dapat menghemat biaya operasional.


Namun, kegiatan memasarkan produk lewat e-commerce akan sangat mengandalkan sistem teknologi dan informasi. Regulasi terkait e-commerce juga masih lemah, sehingga konsumen tak mudah percaya untuk bertransaksi secara online. Menjaga reputasi situs dan kualitas produk di jagat e-commerce juga penting karena transaksi online biasanya didasarkan oleh kepercayaan konsumen dan rekomendasi konsumen lain.


Selain itu, setiap situs e-commerce memiliki karakteristik serta kelebihan masing-masing. Biar tidak salah pilih, yuk kenali jenis-jenis e-commerce agar Anda bisa menawarkan produk di situs yang tepat.




1. Marketplace

Situs marketplace biasanya memiliki konsep bisnis customer to customer (C2C) yang menghubungkan pelanggan penjual dengan pelanggan pembeli. Umumnya, tipe e-commerce yang ini memiliki sistem pembayaran sendiri atau escrow yang disediakan oleh pengelola situs. Pembeli akan mentransfer uang ke rekening pengelola situs. Uang tersebut akan ditransfer ke penjual jika barang sudah diterima pembeli tanpa komplain.

Situs seperti ini cocok bagi Anda yang serius berdagang online dan memiliki stok barang yang banyak. Umumnya, mereka yang berjualan di marketplace juga memiliki toko fisik. Contoh situs e-commerce jenis ini ialah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Lamindo.


2. Classifieds

Situs classifieds adalah situs e-commerce yang paling sederhana karena hanya menyediakan tempat untuk iklan baris. Pada jenis ini, pemilik situs tidak terlibat sama sekali pada transaksi jual beli. Contoh situs jenis ini ialah OLX. Metode yang paling banyak digunakan untuk situs classifieds adalah dengan cash on delivery (COD).

Situs jenis ini cocok buat Anda yang hanya sesekali berjualan dan hanya punya stok sedikit. Selain itu, situs jenis ini pas bagi Anda yang ingin berjualan barang bekas.


3. Business to customer (B2C)

Situs e-commerce jenis business to customer ialah situs yang menjual langsung ke pelanggan. Jadi, barang yang dijual di situs tersebut merupakan milik pengelola situs, sehingga untung atau rugi dari penjualan produk ditanggung sendiri oleh pemilik situs. Contoh e-commerce jenis B2C ialah Lazada, BerryBenka, Zalora, Pomelo, MatahariMall, HijUp, Bhinneka, Orami Bilna, dan Tiket.com.

Situs B2C memiliki kelebihan karena pemilik toko bebas mendesain atau mengatur sendiri website tersebut. Pengusaha juga dapat membuat blog untuk memperkuat search engine optimization (SEO).

Jenis situs B2C cocok bagi Anda yang serius berjualan online dan siap mengalokasikan sumber daya tenaga dan modal untuk mengelola situs sendiri. Selain berjualan barang, situs B2C juga berpotensi dilirik oleh investor yang tertarik menanamkan modalnya di situs online. Anda juga dapat membuat toko online secara mudah dengan menggunakan Shopify atau Jejualan.


4. Shopping mall

Model bisnis ini mirip dengan marketplace. Hanya saja, penjual yang bisa berjualan di sini harus penjual atau brand ternama karena memiliki proses verifikasi yang ketat. Situs e-commerce yang mengusung konsep ini ialah Blibli.

Situs ini cocok bagi mereka yang memiliki modal besar dan sistem verifikasi yang lebih mapan. Jaringan yang kuat juga dibutuhkan agar para vendor mau menaruh produk di marketplace Anda.

E-commerce jenis shopping mall juga menggunakan escrow, sehingga penjual dan pembeli lebih aman dalam bertransaksi karena melalui sistem pembayaran yang terverifikasi. Pelanggan juga dapat memilih metode pembayaran yang sesuai, seperti bayar di tempat, transfer, menggunakan kartu debit atau kredit, internet banking, maupun uang elektronik.

5. Toko media sosial

Tak jarang pula pengusaha menjual produknya di media sosial seperti di Instagram atau Fanpage Facebook. Untuk jenis yang ini, pengusaha skala kecil bahkan perorangan pun dapat melakukannya. Situs ini cocok bagi mereka yang ingin berjualan online tampa mau repot. Tanpa memiliki website sendiri, seseorang bisa menjadi penjual.

Caranya pun cukup mudah, hanya dengan mengunggah foto di laman media sosial dan menulis caption yang menarik. Biasanya, pemilik akun e-commerce memasarkan produknya secara online juga dengan menggunakan jasa endorser atau online influencer, yakni orang yang mem-posting produk kita di halaman sosial medianya serta memberikan komen, tag, atau ulasan mengenai produk kita.

Saat ini ada pemain lokal yang membuat penjual berdagang di situs Facebook seperti LakuBgt dan Onigi. Lalu, ada pula Shopious, suatu startup yang mengumpulkan seluruh penjual di Instagram di dalam satu website.


6. Jual jasa di aplikasi smartphone

Aplikasi di smartphone juga dapat digunakan sebagai saluran berjualan. Biasanya, pengusaha yang menggunakan jenis e-commerce ini memasarkan produk dan jasanya secara offline dan menggunakan aplikasi sebagai tempat pemasaran tambahan. Contoh aplikasi yang bisa dipakai untuk jenis ini ialah Go-Food dan Go-Med, kedua aplikasi dari Go-Jek. Adapun produk yang bisa dipasarkan di aplikasi ini makanan dan obat-obatan.

Dengan mengetahui jenis-jenis e-commerce tersebut, semoga Anda dapat memilih saluran yang pas untuk mendukung bisnis UKM Anda. Selamat berjualan.

CarmenAlonso 0 post
Harga Promo Obat Titan Gel Asli Berkualitas Ready Stock214 di Seluruh Toko Online. Silahkan periksa dan bandingkan harga dari seluruh toko online seperti bukalapak, tokopedia, blibli dan lazada dengan cara klik Bandingkan harga. Video Terkait Promo Obat Titan Gel Asli Berkualitas Ready Stock214. http://titan-gel-indonesia.com/#8 Enggak bedalah dengan foreplay . Hanya saja, kita melakukannya dengan video, dan bukannya dengan pasangan.
Artikel selanjutnya