Kisah UKM Hebat

Mengeruk Rupiah dari Olahan Gambut

Share : 14 October 2018
Oleh : Isa Anzori, LPB Semarang

Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, merupakan danau alami yang berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran. Menurut beberapa literatur, Rawa Pening terbentuk dari letusan gunung berapi yang mengalirkan lava basalt dan menyumbat aliran Kali Pening di wilayah Tuntang. Karena penyumbatan itu, lembah Kali Pening terendam air dari 9 sungai yang bermuara di Kali Pening. Penggenangan air Kali Pening ini berdampak besar terhadap perubahan ekosistem komunitas akuatik, penggambutan sisa-sisa hutan tropik dan terbentuknya pulau terapung.

Gambut yang terbentuk secara alami di Rawa Pening ini menjadi berkah bagi penduduk yang bermukim di tepi Sungai Tuntang, tepatnya di Dusun Sumurup, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Ungaran. Masyarakat menambang gambut yang mengendap di Sungai Tuntang, hilir Rawa Pening, lalu mengolahnya menjadi pupuk organik sebelum dijual.

Salah seorang penduduk yang mengeruk pundi-pundi rupiah dari olahan gambut Rawa Pening adalah Agus Susanto. Lulusan Sarjana Teknik Mesin ini menekuni usaha pengolahan gambut menjadi pupuk organik sejak 2016, setelah mendapatkan Pelatihan Mentalitas Dasar dan Teknis Produksi Pupuk Organik yang diselenggarakan oleh LPB Semarang pada pertengahan 2016 lalu.

Sebelum menjadi pengusaha produsen pupuk organik, Agus dan penduduk lainnya bekerja sebagai penambang gambut dan menjualnya tanpa perlakuan apapun. Dari penjualan itu, Agus mendapat bayaran Rp 70 ribu per kubik (1 ton) gambut basah atau 600 kilogram gambut kering.

Setelah mendapatkan pelatihan, hasrat bisnis Agus mulai terpantik. Gambut yang ditambangnya dari Rawa Pening tak lagi dijual mentah melainkan diolah menjadi pupuk organik sebelum dijual. Dalam sebulan, saat ini, Agus mampu menghasilkan 15 ton pupuk organik.

Pengolahan gambut menjadi pupuk organik berdampak pada harga jualnya yang terdongkrak. Per sak pupuk berkapasitas 20 kilogram dijual seharga Rp 8.000.- . Untuk memaksimalkan usahanya, Agus memberdayakan masyarakat sekitar yang tergabung dalam paguyuban Sedyo Rukun. Bersama rekan se-paguyuban, Agus berharap dapat terus mengeruk rupiah dari Rawa Pening.

Agus adalah salah seorang UMKM Mitra LPB yang berhasil menjadikan ilmu yang didapatnya menjadi kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Tidak hanya penghasilan, Agus juga menjadi bagian dalam program sektor unggulan Pupuk Organik di LPB Semarang yang diharapkan menjadi salah satu sektor yang dapat menghidupkan ekonomi di Rawa Pening.

Artikel selanjutnya