Kisah UKM Hebat

MENGUBAH MINDSET KARYAWAN UNTUK SELALU BELAJAR

Share : 23 December 2019

Kristiawan Yanuar Sanyoto, 40 tahun, pemilik Widya Jaya Teknik adalah anggota UMKM Pilot Sektor Unggulan Logam di Solo. Alumni Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta tahun 1995 ini mengawali karir sebagai mould maker designer di AhaPro, produsen engsel pintu di Cibeureum Mekarsari. Karena waktu itu daerah tersebut masih sangat sepi, Yanuar tidak kerasan dan pindah ke PT Karya Hidup Sentosa di Yogyakarta. Di tempat tersebut, Yanuar sebagai mould maker designer bisa bertahan sampai lima tahun. Setelah enam tahun di posisi yang sama, maka pada tahun 2001 Yanuar menempati posisi baru di bagian engineering di PT GE Lighting, Yogyakarta. Di tengah kesibukannya, masih disempatkan menjadi instruktur di ATMI selama enam bulan. Karena ketekunan dan dedikasinya, pada tahun yang sama Yanuar diminta membantu di PT Sinar Agung Selalu Sukses sebagai mould designer. Di perusahaan tersebut beliau bisa bertahan sampai 11 tahun yang akhirnya pada tahun 2012 pamit dan pindah ke PT Sinergi Solo Sejahtera, sebagai kepala bengkel.

 

Dengan pengalamannya yang cukup dalam sebagai mould maker, engineer, design mould dan instruktur maka pada tahun 2014 Yanuar memberanikan membangun usaha sendiri di bidang manufaktur Produk pertama yang dibuat adalah mould untuk UKM.

 

Yanuar pertama kali mendengar nama YDBA dari Pemilik PT Rijen Cahaya Muliya, Bambang Sulistyawan. Waktu itu, Yanuar sudah diajak untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan yang dijalankan YDBA, namun karena masih konsentrasi dengan set up mesin baru dan masih pula turun dalam proses produksi, Yanuar belum mau mengikuti program yang ditawarkan YDBA tersebut.

 

Pada September 2019, setelah diajak kembali oleh Sigit Hari, PT Haritech Perkasa yang sudah menjadi mitra YDBA untuk mengikuti program sektor unggulan ini, Yanuar memberanikan diri untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan yang diadakan YDBA. Apalagi, setelah dikunjungi oleh Maintenance Body Utility Department Head PT Astra Daihatsu Motor, Demetrius Rudidjanto, dan Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan YDBA, Edison Monoarfa, membuat Yanuar lebih bersemangat dalam mengikuti program tersebut.

 

Program pelatihan YDBA yang sudah diikuti bersama dua karyawannya adalah Mentalitas Dasar dan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin (5R). Setelah mengikuti Pelatihan Mentalitas Dasar, Yanuar dikenalkan dengan jiwa pemenang dan pantang menyerah serta selalu belajar untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki dengan semaksimal mungkin. Hal tersebut diresapinya dan ditularkan kepada karyawannya.

 

Sedangkan program pendampingannya adalah 5R yang diikuti oleh seluruh karyawannya.  Pada awalnya, beberapa karyawan Yanuar merasa bahwa program ini kurang bermanfaat. Namun setelah mengikuti visit ke-1, ternyata seluruh karyawan antusias mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan instruktur YDBA, Yusup Parna.

 

Dengan mengikuti pendampingan tersebut, perubahan yang terjadi adalah lantai workshop yang awalnya masih tanah, saat ini sudah di plester (di semen). Tools yang awalnya berserakan di rak, saat ini sudah tertata rapi di rak yang disediakan dengan dicantumkan nama identifikasinya sehingga memudahkan dalam pencariannya.

 

Manfaat Pendampingan 5R ini ternyata berdampak kepada pola dan mental kerja. Para karyawan menjadi lebih bersemangat dalam bekerja karena suasana workshop lebih bersih dan rapi, serta penempatan tools yang ringkas dalam menyimpan maupun mencarinya. Mental kerja pun berubah dengan semakin peduli dengan sesama karyawan.

 

Saat ini, Yanuar dan karyawannya sudah menyepakati hari khusus untuk bersih-bersih yaitu Rabu dan Sabtu. Hari Rabu jadwal untuk bersih-bersih bengkel, sedangkan hari Sabtu jadwal untuk meeting dan audit 5R. Para karyawan dengan sendirinya menjalankan audit 5R meskipun tanpa diingatkan. Selain itu, inisiatif mereka dalam membuat SOP dan aturan main untuk tetap merawat workshop, misalnya SOP Merawat Lantai dengan penggunaan pembersih lantai, bukan sabun cuci baju. Hasil karya Yanuar dan karyawannya ini ternyata membuahkan hasil, saat penutupan program Pendampingan 5R, Widya Jaya Teknik meraih predikat 5R Terbaik.

 

Yanuar merasa bersyukur dapat diberi kesempatan mengikuti program sektor unggulan ini. Yanuar sudah tidak sabar lagi untuk mengikuti sesi pelatihan manajemen, pembukuan sederhana, dan fasilitasi pemasaran yang merupakan rangkaian program sektor unggulan logam di LPB Solo.

 

 

Artikel selanjutnya