Administrator 84 post
Inspirasi Wirausaha

MENGUKUR KESUKSESAN PERUSAHAAN DENGAN KPI (KEY PERFORMANCE INDICATOR)

Share : 04 March 2020
Setiap perusahaan atau organisasi memiliki tujuan akhir yang ingin dicapai. Untuk memastikan rencana kerja berjalan dengan baik hingga tercapainya tujuan akhir organisasi diperlukan sistem manajemen kerja meliputi unsur kontrol dan evaluasi yang baik. Nah, sistem manajemen kinerja dapat diukur menggunakan KPI. Mudahnya, KPI atau Key Performance Indicator adalah suatu metode pengukuran untuk menilai efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. KPI mampu memberikan fokus untuk perbaikan strategis dan operasional, membentuk dasar analitis untuk pengambilan keputusan serta membantu memusatkan perhatian hal yang paling penting. Dalam penggunaanya, KPI dapat digunakan dalam berbagai tingkatan terkait evaluasi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan. KPI pada tingkat yang tinggi dapat berfokus pada kinerja bisnis secara keseluruhan, sementara di tingkat yang rendah dapat berfokus pada proses dalam departemen seperti penjualan, pemasaran, SDM, dukungan dan lainnya. Namun, umumnya KPI digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kesuksesan pencapaian targetnya.
Perusahaan berskala kecil pun bisa menggunakan KPI. Umumnya, segala organisasi bisa menggunakan KPI tanpa memandang seberapa besar atau jenis sektor perusahaanya, asalkan tetap memiliki tujuan dan berusaha untuk memenuhinya. Selain itu, KPI dapat dilakukan oleh semua pihak, baik secara individu maupun menyeluruh. Misalnya, KPI secara individu digunakan untuk mengejar tujuan tertentu melalui departemen KPI yang dibentuk oleh pimpinan departemen dan diawasi oleh manajer departemen. Sedangkan, KPI secara menyeluruh dilakukan melalui departemen KPI atas penetapan CEO organisasi dan tim eksekutif. Pada dasarnya, KPI dapat dilakukan untuk mengukur kesuksesan pencapaian target baik secara individu maupun secara keseluruhan organisasi yang berlandaskan pada tujuan organisasi. Jadi, tidak ada hambatan yang begitu berarti untuk menggunakan pengukuran KPI di perusahaan atau organisasi berjenis apapun, asalkan pemahaman mengenai KPI dan cara penggunaanya sudah dimengerti.
Untuk memahami KPI lebih lanjut, perlu diketahui bahwa umumnya KPI dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu KPI financial dan KPI non-financial. Mudahnya, KPI financial menggunakan indikator kinerja utama yang berkaitan dengan keuangan dan mampu memperkirakan seberapa baik suatu bisnis akan bertahan ketika mengalami penurunan tiba-tiba. Contoh dari KPI financial adalah KPI laba bersih (net profit) yang mengukur jumlah sisa uang dari pendapatan setelah dikurangi harga pokok penjualan dan biaya bisnis lain seperti bunga dan pajak. Sementara, KPI non-financial merupakan KPI yang tidak secara langsung mempengaruhi keuangan perusahaan. Contoh dari KPI non-financial adalah pengukuran perputaran tenaga kerja (manpower turnover). Perbedaan tersebut tidak menunjukkan KPI mana yang paling terbaik tetapi KPI mana yang paling cocok dengan tujuan perusahaan.


 
Gambar: dok. Klipfolio.com
 Gambar: dok. Klipfolio.com
 

Dalam mendefinisikan KPI bisa menjadi tricky. Perlu dipahami bahwa setiap KPI harus berkaitan dengan hasil bisnis spesifik yang memiliki ukuran kinerja. Kemudian, KPI juga perlu didefinisikan sesuai dengan tujuan bisnis inti atau kritis. Agar memudahkan untuk mendefinisikan KPI, jawab dan ikuti langkah berikut: 
- Apa hasil yang Anda inginkan?
- Mengapa hasil ini penting?
- Bagaimana Anda mengukur progresnya?
- Bagaimana Anda bisa memengaruhi hasilnya?
- Siapa yang bertanggung jawab atas hasil bisnis?
- Bagaimana Anda tahu ketika Anda telah mencapai hasil yang ingin dicapai?
- Seberapa sering Anda akan meninjau progres menuju hasil yang ingin dicapai?

Setelah menjawab pertanyaan tersebut dapat membantu dalam mendefinisikan KPI di perusahaan. Untuk mengimplementasikan KPI dibutuhkan sebuah sistem yang saling terkait, pelaporan yang baik dan fokus pada peningkatan pengambilan keputusan serta pendefinisian hasil dari setiap KPI. Nah, metode yang sesuai mencakup seluruh kriteria tersebut adalah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Time sensitive). SMART merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi relevansi indikator kinerja. Penjelasan mengenai SMART sendiri sebagai berikut: 
Specific – Tujuan atau hasil harus jelas dan spesifik. Memudahkan untuk mengetahui kapan hal tersebut tercapai.
Measurable – Tujuan atau hasil harus dapat diukur, baik secara kualitas atau pun kuantitas. Hal ini dapat ditempatkan dalam hubungannya dengan performa standar atau harapan dari suatu performa.
Achievable – Tujuan atau hasil harus dapat tercapai dan tetap diformulasikan sebagai suatu tantangan yang mampu menginspirasi organisasi untuk mencapai hasil atau tujuan.
Realistic – menciptakan suatu ide untuk memastikan tujuan atau hasil bisa tercapai secara realistis dan berorientasi hasil.
Time Sensitive – setiap hasil atau tujuan memiliki batasan waktu kapan tujuan atau hasil tersebut dapat dicapai. Diperlukan batasan waktu agar mampu membuat suatu kemudahan dalam mengukur peningkatan tujuan atau hasil berikutnya.



Ketika KPI sudah dapat didefinisikan dan memenuhi aspek-aspek metode SMART, perlu waktu dan sumber daya perusahaan agar KPI dapat berkembang. KPI yang diukur merupakan indikator yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan atas pertimbangan strategi dan tujuan jangka pendek perusahaan. Selain itu, agar membuat KPI menjadi lebih maksimal lagi bisa meningkatkan metode SMART menjadi SMARTER. SMARTER menambahkan dua aspek tambahan, yaitu Evaluate dan Reevaluate. Kedua aspek tersebut penting untuk dilakukan karena berguna untuk memastikan penilaian KPI dan relevansi bisnis tetap terjaga secara kontinyu. Misalnya, apabila telah melampaui target pendapatan di tahun yang berjalan maka perlu ditentukan apakah hal tersebut terjadi karena penetapan tujuan yang rendah atau disebabkan karena beberapa faktor lain. Dengan memahami penggunaan metode yang tepat dan beberapa penyesuaian, KPI bisa diterapkan dan dirasakan manfaatnya. Jadi, KPI bisa dimanfaatkan untuk mengukur kesuksesan perusahaan anda dalam mencapai tujuan.
 
Lampiran:
Ayo coba konstruksikan KPI anda sendiri dengan menggunakan KPI Planner ini (Klipfolio.com)
 
Sumber:
Cyan, 2020. Mengenal KPI (Key Performance Indicator) Perusahaan. Jurnal.id: 24
      Februari 2020. Site: Jurnal.id
Klipfolio, 2020. What is KPI? Measure Your Performance Against Key Business
     Objectives.
Klipfolio.com. Site: Klipfolio.com
KPI.org, 2020. What is a Key Performance Indicator (KPI)?. KPI.org sponsored by
    Balanced
Scorecard Institute (BSI) & Strategy Management Group Company.
    Site:
  KPI.org
Velimirovic, Dragna. 2011. Role and Importance of Key Performance Indicators
    Measurement. Serbia Journal of Management: 6 (1) 2011.
 
Image: vector created by vectorpouch. Site: freepik.com
Artikel selanjutnya