Administrator 60 post
Kisah UKM Hebat

MENGUTAMAKAN KUALITAS HINGGA MENJADI CONTOH TERATAS

Share : 14 January 2019

Sejak tahun 2015, Eko Lilik mengelola usaha produksi cangkul yang sebelumnya sudah didirikan oleh orang tuanya pada tahun 1987 di Klaten, Jawa Tengah. “Ngudi Moro” menjadi nama usaha yang dipilih oleh orang tua Eko, yang berarti “Yang membutuhkan supaya berdatangan” dalam Bahasa Jawa. Sejalan dengan makna tersebut, Eko mengakui bahwa produksi cangkulnya mendapat banyak order dari berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti dari Karanganyar, Tawangmangu, Ponorogo, Magetan, hingga di daerah sekitar tempat usahanya.

Selama satu tahun terakhir, UD Ngudi Moro, melalui Koperasi Delapan Belas, telah menjadi UKM Mitra LPB Klaten. Sebagai salah satu UKM Pilot Sektor Unggulan LPB Klaten, UD Ngudi Moro memiliki banyak keunggulan yang dibanggakan oleh Eko. “Saya memproduksi barang sambil menjaga kualitas barang. Produk unggulan saya, cangkul baja sisipan, belum tentu UKM lain bisa membuat,” tuturnya. Bahkan, setiap finishing produksi cangkulnya, ia sendiri yang tangani supaya kualitasnya tetap konsisten.


Eko Lilik ketika melakukan kegiatan pembuatan cangkul


Perjalanan menjadi UKM Pilot juga ia alami dalam perasaan suka dan duka. “Saat saya menjadi UKM Pilot, saya senang karena produk saya menjadi contoh bagi UKM lain. Pesanan produk saya juga menjadi selalu antri dan berdatangan dari berbagai kota. Namun saya juga kadang sulit memenuhi jumlah order karena proses produksinya belum menggunakan mesin modern. Di sisi lain, kualitas produksi tetap saya utamakan agar konsumen tidak kecewa,” ucap Eko.

Berbagai pelatihan dan pendampingan dari LPB Klaten sudah Eko ikuti. Melalui program pembinaan UKM dari LPB Klaten, UD Ngudi Moro melakukan beberapa perbaikan agar kualitas usaha dan produksinya semakin meningkat. “Sejak saya ikut pelatihan dan pendampingan, tempat kerja saya menjadi lebih rapi, waktu kerja saya lebih efisien, kalkulasi produk bisa saya hitung dengan baik, serta tambahan ilmu lainnya yang berguna dalam pekerjaan,” kata Eko.

Menurut Eko, membuat produk yang dijadikan contoh bagi UKM lain memang sulit karena harus membuat sebuah barang yang dapat mencapai standar kualitas sehingga konsumen bisa puas. Maka dari itu, dalam Koperasi Delapan Belas, beliau turut membantu produsen cangkul lainnya dengan menerima pesanan cangkul baja sisipan yang akan dikirimkan ke UKM lain. Supaya nantinya, UKM lain dapat mencontoh kualitas cangkul Eko dan bisa meningkatkan kualitas produksi. “Sebenarnya semua UKM dapat membuat produk yang berstandar, asalkan mereka bisa lebih telaten dan sabar melalui proses produksi yang lebih lama,” ujar Eko.

Artikel selanjutnya