Inspirasi Wirausaha

Menorehkan Mimpi dalam Sebuah Tulisan

Share : 20 September 2019

 

Apakah Anda termasuk orang yang menulis mimpi dan menempelkannya di sebuah dinding? Percayakah tulisan tersebut suatu saat akan menjadi nyata? Tentu beberapa ada yang percaya dan ada pula yang tidak percaya. Salah seorang yang percaya terhadap hal tersebut adalah Suyono, pria asal Surabaya yang saat ini menetap di Waru, Sidoarjo. Berawal pada tahun 1999, Suyono menulis sebuah mimpinya untuk mendirikan sebuah bengkel roda-4 dengan luas sebesar 200 meter dan memiliki karyawan sebanyak 10 orang. 

 

Dilatarbelakangi dengan ekonomi yang pas-pasan, dengan pekerjaan orangtua sebagai tukang becak dan penjual bumbu di pasar, Suyono bertekad menulis dan menempelkan mimpi tersebut di sebuah dinding rumahnya.

 

Langkah Suyono dimulai dengan meminjam uang Rp 1 juta kepada kakak angkatnya untuk mendirikan sebuah bengkel yang saat itu hanya bisa menerima jasa AC dan Variasi. Bengkel kecil dengan dinding anyaman bambu, berlantai tanah tanpa atap menjadi saksi perjuangan Suyono dalam menggapai mimpinya. Kegigihan Suyono menggapai mimpinya ditunjukkan dengan terus belajar hingga berjejaring. Tiga tahun berjalan, Suyono belajar untuk melakukan general service dan ganti oli. 

 

Tahun berganti tahun, tantangan maupun cobaan terus dialami Suyono dalam menggapai mimpinya. Salah satu hal yang hingga saat ini tidak bisa dilupakannya adalah harus mengerjakan semua sendiri. "Dari awal berdiri, saya melakukan semuanya sendiri. Mulai dari belanja kebutuhan bengkel, menjadi mekanik hingga menjadi kasir. Dan tidak jarang saya menemukan konsumen yang tidak bayar setelah melakukan service. Bahkan, ada yang sampai 12 juta", ujar Suyono. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadikan Suyono menyerah. Yang ada dalam pikirannya adalah kerja, menerima order dan kerja kembali menyelesaikan order yang ada. 

 

Untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas jaringan, pada tahun 2010 Suyono bergabung bersama LPB YDBA di Waru dan menjadi bagian dari Himpunan Bengkel Binaan YDBA (HBBA). Di tahun inilah Suyono mulai mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan LPB, seperti Pelatihan Basic Mentality, Mekanik Mesin Daihatsu, QCC, Pembukuan Sederhana dan Perpajakan, 5R dan LK3, Standar Pelayanan Bengkel, HRODP dan pelatihan lainnya. Suyono juga aktif mengikuti pendampingan seperti 5R dan Service Advisor.

 

Memang, tidak ada hasil yang menghianati usaha. Di tahun tersebut pula, usaha bengkel Suyono yang diberi nama Sumber Cahayapun perlahan menunjukkan perkembangannya. Suyono mulai memiliki karyawan sejumlah 4 orang. Dan, di tahun inilah sang istri yang lulusan SMK turut terlibat dalam usaha bengkelnya. "Seluruh pekerjaan terkait manajemen bengkel saya serahkan ke istri. Sehingga saya fokus dalam hal teknis," cerita Suyono. 

 

Berkat kegigihan dan kesungguhan Suyono, kini Sumber Cahaya menjadi salah satu bengkel favorit pilihan konsumen di wilayah Waru, Sidorajo. Saat ini Sumber Cahaya mampu menerima 15 - 20 unit/ hari yang semula hanya menerima 2 - 5 unit / hari. 

 

Beberapa hal yang Suyono jadikan pembelajaran dalam menjalankan bisnis dan menggapai mimpinya, yaitu bersungguh-sungguh terhadap apa yang kita inginkan, belajar untuk memperdalam bidang yang difokuskan, membuka diri dalam berjejaring dengan eksternal sebagai sumber masukan atau referensi dalam menjalankan bisnis, seperti tergabung dalam Himpunan Bengkel Binaan YDBA (HBBA) dan terakhir adalah harus berani "fight" dalam menjalankan bisnis tersebut. 

 

Kini, Suyono bisa berbangga terhadap usaha dan pencapaiannya. Hal yang menurut orang lain mustahil, tidak bagi Suyono. Impian selanjutnya yang ditorehkan Suyono dan ditempel di dinding ruang kerjanya adalah memiliki 4 cabang Sumber Cahaya di tahun 2025. 

 

Artikel selanjutnya