Kisah UKM Hebat

Misrani : Sambil Bertani, Sambil Mendidik

Share : 17 June 2017
SAMBIL BERTANI, SAMBIL MENDIDIK
 
Jumlah petani di Indonesia semakin sedikit dari waktu ke waktu. Maka selain mengembangkan produksi, perlu dilakukan pengajaran kepada siswa-siswa dan anak-anak tani untuk semakin mencintai dunia pertanian.
 
Ingin lebih maju dari yang lainnya merupakan motivasi Misrani dan kawan-kawan petani di Desa 3A, Kecamatan Simpang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, untuk mendirikan Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani) Kayuh Baimbai. Sebelum bergabung dengan LPB Baprida (Banua Prima Persada) pada tahun 2013, Gapoktan Kayuh Baimbai yang diketuai oleh Misrani hanya aktif di bidang perkebunan saja. Namun, berkat materi dan pembekalan kewirausahaan yang diberikan LPB Baprida, Misrani dan kawan-kawannya mampu untuk memperluas bidang usaha lain, seperti hortikultura dan peternakan, sehingga Gapoktan ini dikategorikan sebagai kelompok tani mandiri oleh LPB Baprida.
 
Luas lahan yang mencapai 13 hektar menjadi modal bagi Misrani untuk menanam berbagai komoditas, seperti cabe dan terong. Selain itu, Misrani juga mengelola lahannya untuk ternak ayam dan itik. Hasil dari produksi tersebut dipasarkan ke berbagai daerah di Kalimantan, seperti Palangkaraya serta beberapa daerah lain di Kalimantan Timur dan Selatan.  Gapoktan Kayuh Baimbai juga bekerjasama dengan Giant untuk mensuplai komoditas di supermarket tersebut, walaupun terkadang mereka belum bisa memasok dalam jumlah banyak. Hal ini karena banyak konsumen yang  datang membeli langsung ke petani sehingga hasil produksinya sudah banyak yang terjual sebelum dikirimkan ke Giant.
 
Hingga saat ini, Gapoktan Kayuh Baimbai sudah beranggotakan 25 petani. Misrani mengharapkan jumlah petani yang bergabung semakin bertambah, khususnya dari kalangan anak muda di daerah tempat ia berdomisili.  Karena itu, selain aktif mengembangkan agribisnis, beliau juga aktif dalam melakukan pengajaran di Madrasah Al Khairiah. Dengan dibantu Tim LPB Baprida, setiap hari Sabtu mereka memberikan pengajaran tentang pertanian dan perkebunan kepada para siswa  agar mereka mulai mencintai dunia pertanian dan perkebunan sejak dini serta bisa menjadi petani berkualitas. Misrani juga tergabung dalam PATRA (Pelatihan Anak Tani Remaja) yang memiliki kegiatan pelatihan kepada anak-anak petani.
 
Melalui Gapoktan Kayuh Baimbai, Misrani terus berusaha agar lahan dan hasil produksi semakin bertambah banyak. Sehingga ke depannya, Gapoktan Kayuh Baimbai juga turut berpartisipasi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para generasi muda. Misrani sangat khawatir jika jumlah petani Indonesia akan berkurang dari waktu ke waktu. Ia berharap  anak-anak muda memiliki keinginan menjadi petani guna meningkatkan perekonomian yang unggul di daerahnya.
 
Semangat Misrani dalam memunculkan bibit-bibit petani baru terinspirasi dari Hadist Nabi yang berbunyi “Jika seandainya kamu mengetahui betapa dekatnya hari kiamat, sedang di tanganmu ada bibit kurma, maka sempatkanlah untuk menanamkannya”. Beliau menafsirkan bahwa menjadi petani itu tidak mengenal batas waktu. Selagi masih bisa berkontribusi untuk pendidikan pertanian dan pertumbuhan ekonomi daerahnya, Misrani akan terus melakukannya.
 
Menjadi petani itu tidak mengenal batas waktu. Selagi masih bisa memberikan kontribusi bagi pendidikan dan perekonomian di daerah sendiri, lakukanlah!

Rama Subachtiar 0 post
Luar Biasa Pak Misrani
Artikel selanjutnya