Administrator 116 post
Kolom

LAJU INDUSTRI OTOMOTIF MASIH MENJANJIKAN

Share : 19 November 2020

Pasar otomotif terus melemah dan mendapatkan pukulan keras dari serangan virus COVID-19. Bahkan, hingga saat ini pasar otomotif belum menunjukkan tanda-tanda bangkit di saat kasus positif virus Corona di Indonesia terus bertambah. Salah satu sektor yang paling terdampak di industri otomotif ialah penjualan mobil. Lokadata memperkirakan penjualan mobil tahun ini hanya akan mencapai 486.000. Kondisi terburuk tahun ini terjadi pada Agustus lalu, ketika pertumbuhannya minus 51,1 persen.

Persoalannya, lesunya pasar mobil tak hanya menjadi persoalan industri otomotif. Kontribusi sektor ini kepada Produk Domestik Bruto (PDB) yang pada 2019 sekitar Rp111,4 triliun, dipastikan akan tergerus. Ditambah lagi, sejumlah sektor usaha terkait, seperti sektor perdagangan, industri karet dan sektor logam dasar, juga akan terseret. Berdasarkan analisis dengan model Input Output yang dikembangkan Lokadata.id, total potensi output nasional yang hilang akibat lesunya sektor otomotif tahun ini mencapai Rp77,3 triliun. Nilai tersebut merupakan sumbangan dari tergerusnya total output sektor usaha yang terhubung dengan produksi mobil.

https://non-indonesia-distribution.brta.in/2020-11/original_980/1080x1080_7f9480419220a05430d65fcae7d08276b066f05b.png

 

Penurunan penjualan mobil kali ini, sebagian besar datang dari segmen mobil tipe harga terjangkau atau Low Cost Green Car (LCGC). Hal ini ditunjukan dengan pertumbuhan minus 62,4 persen sepanjang Januari-September 2020, dibandingkan dengan periode yang sama 2019. Tiga jenis kendaraan lainnya, yaitu truk, sedan, dan 4x2 juga melorot lebih dalam ketimbang kinerja penjualan mobil, secara umum. Penjualan truk minus 56,5 persen. Sedangkan penjualan kendaraan tipe 4x2 pertumbuhannya minus 48,1 persen. Sementara, penjualan sedan paling terpuruk dan pertumbuhannya memang sudah terkontraksi sejak 2014. Segala kondisi yang telah menimpa industri otomotif ini diperkirakan baru akan sepenuhnya pulih pada 2026.

Namun jika dilihat dari data yang telah dirilis Gaikindo, per Oktober 2020, total penjualan produk mobil domestik mencapai 421.089. Hal tersebut membuktikan bahwa total produk mobil domestik yang terjual di Indonesia tahun ini sangat berpotensi untuk mencapai setengah dari total penjualan mobil domestik tahun 2019, yakni 1.030.126. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa laju industri otomotif nasional di masa pandemi virus corona alias Covid-19 masih menjanjikan, mengingat bahwa pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, dan tingginya kapasitas produksi yang didukung oleh populasi kelas menengah.

Selain itu, Gaikindo menilai bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi basis industri otomotif. Artinya, industri otomotif mampu memproduksi kendaraan roda empat lebih dari 1 juta unit per tahun untuk kemudian dipasarkan secara domestik maupun ekspor. Hingga saat ini, Gaikindo telah mencari jalan untuk bekerja sama dengan pemerintah yakni Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan relokasi order karena kapasitas produksi di Indonesia yang masih mumpuni.

Referensi :
Kompas.com
Kompas.com
Gaikindo
Lokadata
Lokadata

Artikel selanjutnya