Administrator 105 post
Inspirasi Wirausaha

PENTINGKAH UMKM MEMASUKI EKOSISTEM DIGITAL SAAT INI?

Share : 23 July 2020

Masa pandemi covid-19 cukup menjadi momen yang berat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Berkat inovasi bisnis yang dilakukan atau pemanfaatan bantuan pemerintah, mereka masih tetap bertahan melewati krisis. Namun, bertahan saja tidak cukup, kedepannya usaha harus tetap jalan dan mampu bersaing dipasaran.

 

Baca Juga: Syarat Dan Tata Cara Mengajukan Keringanan Kredit Bagi Umkm Terdampak Pandemi

 

Setelah mendapatkan pijakan untuk tetap berdiri ketika masa pandemi berupa stimulus finansial, UMKM harus siap meneruskan langkahnya. Salah satu cara menambahkan pijakan baru adalah dengan memanfaatkan dunia digital. Samar-samar akan pentingnya dunia digital mungkin sudah terlihat sejak lama. Namun, pandemi covid-19 memperjelas semuanya bahwa keberadaan dunia digital dapat menjadi peluang yang baik bagi bisnis kedepannya.

Perusahaan-perusahaan kini makin memantapkan langkahnya untuk bertransformasi menuju ke ekosistem kolaborasi teknologi informasi atau ekosistem digital untuk tetap bertahan. Menurut DBS Group Research, ekosistem yang dimaksud berupa penyatuan entitas indsutri yang berbeda-beda kedalam satu organisasi baru dimana adanya penawaran baru yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan atau sektor industri itu secara sendirian.

Melalui ekosistem, pelaku pasar memiliki kemampuan untuk memenuhi hal yang paling diinginkan pelanggan. Ekosistem ini juga dapat berlaku bagi UMKM agar dapat meningkatkan potensi bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, hal yang perlu diingat adalah keberhasilan dalam digitalisasi UMKM dan koperasi produsen bukan hanya sekadar masuk ke e-commerce tetapi lebih ke siap berkompetisi serta merajai pasar lokal maupun global.

Sayangnya, saat ini fakta menunjukkan dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia hanya 13% saja yang terhubung dengan ekosistem digital. Selain itu, data terkait seluruh UMKM belum secara terpusat dapat diakses. Namun, berbagai stakeholder seperti pemerintah tetap optmis untuk mewujudkan UMKM Go Online.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan masuknya UMKM ke dalam ekosistem digital akan mempermudah pinjaman modal diperbankan. Setelah UMKM telah terdata ke dalam sistem maka urusan perbankan berupa pinjaman modal dapat dilakukan hanya dalam waktu 15 menit saja dari pengajuan hingga persetujuan melalui program DigiKu.

Dalam membantu proses pendataan UMKM Indonesia, pemerintah meluncurkan situs lakumkm.id yang dikelola oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika beserta Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Situs tersebut akan menjadi alat dan sistem inventori bagi para UMKM. Kemudian, UMKM juga dapat memanfaatkan situs tersebut sebagai “landing page” ketika berjualan di berbagai platform digital.

Meskipun pandemi sempat memporak-porandakan UMKM, masih banyak cara untuk bangkit dan meneruskan usaha ke tingkat selanjutnya. Memanfaatkan dunia digital dengan memasuki ekosistem digital dapat membuka peluang-peluang baru bagi UMKM. Dengan penanganan yang tepat bukan tidak mungkin usaha anda bisa berkembang lebih jauh dari sebelumnya. Jangan khawatir, banyak stakeholder yang berupaya untuk mewujudkan hal tersebut seperti YDBA salah satunya yang memiliki komitmen mensejahterakan UMKM mitra binaannya.



Referensi
:

Bisnis Jakarta. 2020. Ingat, Digitalisasi UMKM Bukan Sekedar Masuk E-Commerce. Site: Bisnisjakarta.co.id

Investor Daily. 2020. Ekosistem Digital, Cara Perusahaan Memenangkan Pertarungan Bisnis. Site: Investor.id

Jemadu, Liberty. 2020. Kemkominfo Luncurkan Lakumkm.id, Pusat Data UMKM di Indonesia. Site: Suara.com

Karunia, Ade Miranti. ED Jatmiko, Bambang P. 2020. UMKM Masuk Ekosistem Digital, Pengajuan Pinjaman Hanya Butuh Waktu 15 Menit. Site: Kompas.com

Ilustrasi: Designed by Freepik. Site: Freepik.com

Artikel selanjutnya