Administrator 134 post
Inspirasi Wirausaha

PENTINGNYA PEMBUKUAN KEUANGAN UNTUK UMKM

Share : 23 February 2021

Para pemilik bisnis umumnya wajib untuk menjaga catatan keuangannya dengan sangat baik. Pelaku usaha melacak setiap biaya yang dikeluarkan sehingga dapat meminimalisasi biaya atau pengeluaran. Selain itu, memiliki catatan yang baik juga akan membantu mereka dalam kegiatan administrasi dengan pihak lain seperti akan mempermudah dalam pembayaran pajak. Oleh karena itu, pembukuan merupakan aspek yang penting. Pembukuan adalah pencatatan transaksi keuangan. Transaksi yang dimaksud seperti transaksi pembelian, penjualan, pendapatan, pengeluaran dan jenis transaksi lain yang dilakukan oleh perusahaan. Pembukuan tidak hanya digunakan perusahaan besar saja tetapi bisnis kecil dan menengah (UMKM) juga wajib melakukan pembukuan.

Membuat pembukuan keuangan untuk UMKM sebetulnya tidak rumit. Seorang perintis usaha, dianjurkan membuat pembukuan keuangan usaha sejak awal usaha dirintis. Sebuah perusahaan besar biasanya menyerahkan pencatatan keuangan pada seorang akuntan profesional, yang sudah berpengalaman yang dapat mereka gaji untuk mengerjakan pembukuan.  Namun bagi mereka yang baru merintis usaha, pembukuan aliran kas bisa dilakukan sendiri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan ialah:

1. Buat Catatan Pengeluaran 

Pada awal memulai usaha, seorang pengusaha harus membuat catatan pengeluaran secara terpisah. Semua pengeluaran mulai dari biaya operasional, pembelian bahan baku, hingga gaji karyawan dapat dikelompokkan dalam satu tabel. Pajak yang dikeluarkan oleh pemilik usaha juga harus dimasukkan ke tabel biaya pengeluaran tersebut. Dengan begitu, si pemilik usaha bisa mengetahui berapa jumlah modal usaha yang sudah dikeluarkan. Kondisi ini juga membuat pemilik usaha lebih mudah menetapkan target dan strategi agar modal bisa cepat kembali.

2. Catatan Pemasukan 

Buku catatan penghasilan atau kas pemasukan ini digunakan untuk mencatat pemasukan perusahaan, seperti jumlah penjualan produk atau jasa per hari dan piutang yang berhasil dibayar. Disarankan untuk membuat catatan ini secara rutin. Catatan pemasukan bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang didapatkan oleh seorang pemilik usaha.

3. Buat Buku Kas Utama 

Buku kas utama ini menggabungkan transaksi antara buku kas pemasukan dengan buku kas pengeluaran. Dengan menggabungkan kedua transaksi tersebut, seorang pemilik usaha bisa mengetahui secara detail berapa keuntungan maupun kerugian perusahaan.

4. Buku Stok Barang 

Selain pembukuan keuangan, persediaan barang atau stok barang juga perlu dibuat pencatatannya, baik itu oleh perintis usaha dibidang penjualan barang maupun jasa. Penjual jasa, seperti salon membutuhkan beberapa produk penunjang aktivitas usahanya. Stok barang memiliki hubungan langsung dengan penjualan.

5. Catat Inventaris Barang

Pembukuan inventaris barang berisi catatan aset yang dimiliki si pemilik usaha. Catat setiap barang atau aset yang dibeli untuk menunjang usaha, termasuk sumbangan barang inventaris. Saat yang sama, catat pula dalam buku pengeluaran kas untuk setiap barang inventaris yang dibeli. 

6. Buku Laba Rugi 

Buatlah pencatatan laba-rugi untuk mencatat pendapatan dan beban perusahaan dalam satu periode tertentu. Dengan begitu, seorang pemilik usaha tahu apakah dia sedang mengalami kerugian atau mendapat keuntungan. Manfaat lain buku laba-rugi yakni memberikan informasi berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh si pemilik usaha dan mengevaluasi strategi perusahaan apakah sudah cukup mendatangkan keuntungan. Ketika usaha yang baru dirintis sudah memiliki NPWP, maka ada kewajiban pelaporan pajak. Untuk pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun. Dengan adanya pembukuan, maka pemilik usaha bisa langsung menyorongkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan.

Mengingat pembukuan yang berperan penting bagi berjalannya UMKM, maka pelaku usaha harus mengalokasikan waktunya untuk mengkaji pembukuan secara rutin, agar segala pemasukan dan pengeluaran dapat tercatat dan terkontrol secara baik.

Referensi Foto

Referensi:
Jurnal.Id
Klik Pajak.id

Artikel selanjutnya