Inspirasi Wirausaha

Pikat Konsumen dengan Tips Berikut

Share : 30 October 2017
Success is the small efforts, repeated day in day out.” Kalimat yang dituturkan Robert Colliers, penulis berbagai literatur motivasi itu, sangat layak didengar oleh Anda yang berkiprah di dunia bisnis. Kesuksesan dalam menjual produk tidak selalu datang seketika, melainkan hasil usaha dari berbagai strategi yang diulang setiap hari.
Agar konsumen mau membeli produk atau memakai jasa, maka kita harus terlebih dahulu menarik minat mereka. Karenanya, Anda, para pebisnis harus lihai melakukan pemasaran. Para pakar pemasaran mendeskripsikan pentingnya 5P untuk dalam menarik minat pembeli. Berikut ialah tips terkait kelima P tersebut:
 
People
People merupakan variabel sumber daya manusia yang bertugas melayani pelanggan. Terkait dengan ini, sebagai pebisnis Anda harus membekali tenaga penjual dengan pemahaman akan produk yang Anda tawarkan. Atau yang lebih spesifik lagi, Anda juga dapat melatih sapaan yang harus diucapkan sales person saat membalas telepon pelanggan.
Sales person sebaiknya ramah menjawab pelanggan dan tidak lupa mengucapkan sapaan seperti "selamat siang" atau "selamat malam" di awal percakapan. Jangan lupa juga untuk menyematkan kata "terima kasih untuk kepercayaan Anda memakai produk kami" atau "mohon maaf atas ketidaknyamanannya" jika pelanggan menemukan kendala dalam menggunakan produk Anda. Pelanggan akan loyal jika mereka merasa dibantu dan dilayani dengan baik.
 
Product
Product jelas adalah barang atau jasa yang kita tawarkan. Agar calon konsumen mau membeli produk atau memakai jasa, Anda haruslah memastikan bahwa produk dan jasa yang ditawarkan memiliki mutu baik. Karena, siapa sih yang akan tertarik membeli jika produk yang ditawarkan tampak tidak berkualitas? Salah satu cara menjaga kualitas produk ialah dengan melakukan quality control, yakni mengecek barang yang sudah jadi berfungsi dengan baik sebelum dikemas.
Penting pula bagi kita untuk memperhatikan wujud kemasan yang menarik agar lebih memikat calon pembeli. Warna dan kemasan juga berpengaruh besar agar kemasan dilirik konsumen, lho. Hal lainnya yang perlu diperhatikan terkait produk ialah ukuran produk yang sepadan dengan harga.
 
Pricing
Pricing merupakan variabel pemasaran yang menetapkan harga jual. Yang perlu diperhatikan dalam variabel ini ialah harga jual pesaing atau margin yang kita inginkan. Anda juga dapat melakukan survei kecil-kecilan dengan membeli produk serupa milik kompetitor untuk mengetahui harga pasar dari produk atau jasa yang Anda tawarkan. Jika Anda memiliki pricing yang tepat, wah, Anda berpotensi memperoleh pasar yang luas.
Untuk memperoleh harga produk yang kompetitif namun berkualitas, Anda harus mencari bahan baku hingga ke tangan pertama. Jika Anda membeli barang dengan harga kompetitif, maka Anda juga dapat memperoleh margin yang sepadan. Bisnis yang bergerak di bidang kuliner, contohnya kue Lebaran atau takjil buka puasa, umumnya bisa memperoleh margin 35%-50%. Sementara bisnis dagang sembako, seperti beras atau gula, umumnya bisa mengambil margin hingga 10%. Bisnis jasa termasuk bisnis yang paling seksi karena bisa memperoleh margin hingga 70%, contohnya jasa pembuatan software atau communication agency.
 
Promotion
Promotion ini terkait dengan segala upaya untuk memastikan merek dari produk atau jasa yang kita tawarkan, diketahui oleh pasar potensial. Dalam kegiatan promosi, urusan yang lazim dibahas misalnya menentukan anggaran biaya promosi dan media yang digunakan untuk berpromosi. Biaya promosi ini bisa digunakan untuk membuat bazar, event, atau kegiatan nyata yang bertujuan mengumpulkan massa. Selain itu, biaya promosi bisa digunakan untuk menaruh iklan atau advertorial di media. Di masa bisnis digital seperti sekarang, aspek promotion seharusnya juga mencakup pemilihan social media yang digunakan serta konten promosi yang akan diunggah.
Besaran biaya promosi yang ideal akan berbeda-beda, tergantung sektor usahanya. Untuk bisnis rokok misalnya, biaya promosi berkisar 1%-3% dari penjualan. Sementara untuk bisnis farmasi, besaran biaya promosi sekitar 2% dari penjualan.

Place
Place merujuk ke saluran penjualan yang hendak dipilih. Faktor yang terkait dengan place contohnya menentukan apakah menjual barang di pasar modern, di bazar, di pasar tradisional, atau cukup di toko online.
Jika Anda menentukan menjual produk di toko fisik, pilihlah letak yang strategis. Misalnya, jika Anda mau buka toko di pasar, pilihlah lokasi yang ramai dilalui pembeli. Jika Anda mau buka kafe atau warung makan, pilihlah lokasi yang memiliki tempat parkir. Jika Anda mau buka usaha toko fotokopi atau printing, pilih lokasi yang dekat dengan sekolah atau kampus.
Selain mempelajari ilmu pemasaran yang ilmiah, tidak ada salahnya juga untuk mengetahui kebiasaan yang bisa meningkatkan kepuasan pelanggan. Bagaimana pun, kunci dari mencetak penjualan yang berulang adalah memberikan rasa puas ke pelanggan. Berikut beberapa tips yang layak untuk dicoba.
 
1. Menstandarisasi pemahaman tentang produk ke setiap tenaga penjual
Hal ini perlu dilakukan terutama bagi pebisnis pemula yang produknya masih belum dikenal pasar. Pastikan bahwa sales person yang berhubungan dengan calon pembeli, baik secara langsung, maupun melalui telepon atau saluran internet, punya pemahaman yang baik tentang produk yang dijual. Jadi, si penjual bisa memuaskan rasa ingin tahu calon pembeli.
Biasanya, pertanyaan yang sering diajukan konsumen ketika tertarik pada suatu produk ialah, berapa harganya, keunggulannya apa saja, dan untuk produk elektronik konsumen biasanya bertanya soal garansi. Mengingat online shopping sudah menjamur saat ini, maka konsumen biasanya bertanya soal ongkos kirim. Nah, pastikan Anda atau para tenaga pemasar Anda menguasai jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut. Kalau penjualnya tidak tahu mengenai barang dagangannya sendiri, bagaimana orang lain tertarik untuk membelinya?
 
2. Manfaatkan internet untuk menjangkau pasar
Strategi ini tentu sangat berguna bagi pebisnis baru yang memiliki anggaran terbatas untuk melakukan penjualan. Internet memungkinkan pebisnis pemula untuk menjangkau calon pembeli yang berada di lokasi yang jauh dari tempat usahanya. Internet juga membuka peluang yang sama bagi semua pebisnis untuk menjaring konsumen. Pebisnis yang optimistis harus bersikap bahwa seluruh orang yang menjelajahi dunia maya merupakan calon pembelinya.
Cara memanfaatkan internet untuk bisnis misalnya, memiliki email dan website khusus bisnis. Kemudian, penjual juga dapat memakai media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter untuk mempromosikan barang dan jasa. Dengan beragam aplikasi yang muncul saat ini, penjual juga dapat memanfaatkan aplikasi jualan untuk menawarkan produk dan jasa. Contoh aplikasi yang bisa dimanfaatkan misalnya Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Kliktukang, Go-Glam dan Go-Food yang merupakan bagian dari Go-Jek, atau Airbnb.
 
3. Pasang harga jual yang menarik
Siapa yang tidak mau mencetak untung yang besar? Namun godaan mendapat margin yang tebal bisa jadi malah menghalangi langkah untuk mencetak penjualan. Ini sangat mungkin terjadi bagi mereka yang menjalani usaha yang bisa dimasuki siapa saja. Apalagi, saat ini calon pembeli bisa dengan sangat mudah membanding-bandingkan harga. Sarana pembanding harga itu kini bertebaran di dunia maya. Jadi daripada mengincar margin yang terlampau tinggi, lebih baik mencari laba yang lebih optimal.
 
4. Memberikan layanan konsumen yang prima
Layanan konsumen di antaranya bertujuan melayani pelanggan setelah membeli. Layanan konsumen ini mencakup perbaikan, pembelian suku cadang, mendengar suara pelanggan, melayani upgrade produk, melayani pertanyaan seputar cara menggunakan produk, jasa perawatan, jasa membersihkan produk, atau bahkan cara refund atau pengembalian dana.
Bagaimana, sudah siap memikat calon pembeli? Bila ya, kini saatnya memperhatikan strategi pemasaran yang tepat agar calon konsumen membeli produk Anda. Sehingga mereka tidak hanya sekadar melihat atau bertanya, namun langsung membeli dan menjadi pelanggan Anda. Selamat mencoba! 

Artikel selanjutnya