Administrator 130 post
Inspirasi Wirausaha

RAUP KEUNTUNGAN DENGAN TREN URBAN FARMING

Share : 03 December 2020

Pertanian di perkotaan atau urban farming saat ini sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Urban farming itu sendiri merupakan praktik budidaya, proses, dan distribusi bahan pangan yang berada di sekitar perkotaan. Tidak jarang, praktik urban farming juga melibatkan peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura. Mengingat bahwa saat ini 1/5 produksi pangan berasal dari urban, maka kedepannya diharapkan sistem urban dan rural bisa saling menguatkan.

Jika dahulu sayuran yang ada di kota dikirim dari daerah, sekarang bisa melalui jarak yang lebih dekat, sehingga biaya kirim akan jauh lebih murah dengan kualitas yang semakin baik. Urban farming bisa dimulai dengan menanam tanaman yang memang dikonsumsi sehari-hari, misalnya cabai, tomat, kangkung, bayam, selada, kacang panjang, atau jeruk limau. Dari skala kecil tersebut, bergabunglah dengan komunitas dan jangan ragu untuk berkolaborasi. Jika sudah masa panen, maka sayuran dapat diperjualbelikan melalui platform digital.

Jika mengacu pada data, sektor pertanian menjadi salah satu dari tiga sektor yang tumbuh positif 2,19% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II. Sektor ini bahkan dapat bertahan di tengah pertumbuhan ekonomi kuartal II yang minus 5,32% yoy, sebagaimana tecermin pada data di bawah ini:

Terlebih lagi dengan tren hidup sehat, dimana masyarakat perkotaan seringkali mencari sayuran yang organik, walaupun cukup mahal harganya. Jika dilihat dari segi bisnis, urban farming ini masih memiliki kesempatan yang sangat luas asal pelaku usaha fokus dan konsisten. Namun, memang akan terasa berat di awal karena harus berinvestasi dalam bentuk green house dan peralatan yang memadai.

Selain investasi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan urban farming, seperti bersinergi dengan petani konvensional yang ada di pedesaan, agar mereka menyediakan benih atau bibit, kemudian dibeli oleh pelaku usaha dari urban farming tersebut.

Tidak hanya di perkotaan, teknik urban farming ini juga dapat diadopsi oleh para petani pedesaan yang memiliki keterbatasan lahan atau lahan yang minimal agar tetap menghasilkan secara maksimal.

Referensi :
Detik Finance
Detik Finance
KataData

Referensi Gambar:
Urban Farming