Administrator 142 post
Pegiat UKM Hebat

SI MCGYVER DARI DESA KARANGPOH

Share : 06 April 2020

Sejak tahun 1985, Budiyanto sudah memproduksi alat pertanian bersama dengan dua karyawannya. Kemampuan Budiyanto memproduksi ini menurun dari kakeknya yang sudah sejak dulu tinggal di Desa Karangpoh, Kecamatan Jatinom, Klaten, walaupun masih menggunakan teknik manual. Saat listrik mulai masuk desa, Budiyanto mulai membuat alat pertanian menggunakan alat listrik seperti las dan hanslep untuk grendo. Alat-alat pertanian yang diproduksi terdiri dari cangkul, garuk sampah, dodos sawit, kampak sawit, dan lain-lain.

UD Billy sudah bergabung menjadi mitra YDBA sejak tahun 1995. Setelah vakum beberapa tahun, pada tahun 2017, melalui LPB Klaten, UD Billy kembali menjadi mitra YDBA. Pelatihan yang sudah diikuti meliputi Pelatihan Mentalitas Dasar, 5R, Pengetahuan Bahan, Teknik Tempa dan Hardening, Gambar Teknik, Process Design, Standard Operating Procedure (SOP), Production Planning and Inventory Control (PPIC), Pengenalan Kualitas Produk, Manajemen Logistik dan PPC, Pemasaran Produk, Sosialisasi Akses Permodalan, Cost Calculation, dan Sosialisasi Perizinan Usaha. Sedangkan untuk pendampingan, sudah mengikuti pendampingan 5R.

Selama menjalani usaha, tentu Budiyanto juga tak terlepas dari berbagai kendala, mulai dari modal, pemasaran, dan bahan baku yang sering naik harganya. Selain itu, harga produk susah sekali dinaikkan. Untuk kekurangan modal, Budiyanto menanggulangi dengan cara mencari modal di bank. Sementara untuk kendala harga produk yang susah naik, diatasi dengan cara menekan biaya produksi dengan mencari bahan yang murah. Dalam melakukan pemasaran, Budiyanto mendistribusikannya kepada pengumpul untuk dipasarkan ke berbagai daerah.

Budiyanto turut berkontribusi dalam membuat sampel kapak tomassun untuk ayah angkat Sektor Unggulan Logam, PT Astra Agro Lestari (AAL), karena ada bantuan alat dari YDBA untuk pembentukan V dan penekukan. Hanya Budiyanto yang memiliki alat yang menunjang untuk digunakannya dies dari PT Menara Terus Makmur (MTM), yang mana saat itu Die Design Section Head MTM, Eddy Susilo, menjadi instruktur pelatihan dan pendampingan YDBA. Dari 40 sampel produk yang dibutuhkan, Budiyanto membuat 12 sampel produk dan sisanya dibuat oleh UMKM lainnya, namun proses penekukan dan penyepuhannya (pengerasan sisi tajam kapak) dibuat di UD Billy. Budiyanto sangat semangat dan penuh tanggung jawab dalam menyelesaikan proses pembuatan sampel produk untuk AAL.

Uniknya, Budiyanto mendapat julukan “Macgyver” karena mampu memodifikasi mesin sendiri untuk kebutuhan di tempat usahanya, seperti alat spring hammer dan alat press hidrolik. Inspirasi memodifikasi mesin ini didapatkan dari YouTube lalu Budiyanto mencoba mengotak-atik sendiri mesinnya. Modifikasi ini bertujuan supaya bisa mengefisienkan waktu dan hasil produksi dapat lebih rapi dan seragam. 

Modifikasi mesin tersebut baru dilakukan di UD Billy, dan menginspirasi UMKM Logam lainnya untuk belajar memodifikasi mesin. Budiyanto berharap agar dia dan UMKM lainnya bisa didampingi dalam memproduksi alat-alat pertanian supaya bisa lebih efisien lagi.

Artikel selanjutnya