Inspirasi Wirausaha

Simak Tips Agar Kehidupan Karier dan Keluarga Seimbang

Share : 08 September 2017
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Tentu, banyak dari kita yang tidak hanya pernah mendengar pepatah itu, tetapi juga memahami artinya. Kalimat itu memotivasi kita dalam bekerja keras untuk mencapai sesuatu. Selain itu, ada pula pepatah yang akrab di telinga masyarakat Jawa, jer basuki mowo beo. Yang artinya, untuk mencapai suatu keberhasilan diperlukan pengorbanan.
Dengan kalimat-kalimat bijak semacam itulah kita tumbuh. Saat kecil, kita kerap mengintepretasikan kalimat itu sebagai lecutan saat sekolah. Kalau ingin nilai yang bagus dalam suatu pelajaran, ya harus menghafal atau berlatih menghitung lebih lama. Nah, begitu kita mulai memasuki masa produktif, pepatah-pepatah itulah yang mengobarkan semangat untuk tak kenal lelah memenuhi berbagai tuntutan yang muncul di zaman kerja modern. Agar tenggat waktu pekerjaan terpenuhi, misalnya, kita rela untuk pulang menjelang pagi. Demi kepuasan klien, ya kita harus siap ditelpon sepanjang hari.
Apa salah jika kita bekerja keras semacam itu? Kebanyakan orang yang hidup di generasi orang tua kita pasti mengatakan, tidak. Asalkan apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang halal. Namun bagi masyarakat yang hidup di masa sekarang, menghabiskan seluruh jam untuk kerja bukan lagi gaya hidup yang ideal. Kehidupan semacam itu tidak sehat karena tidak memenuhi seluruh kebutuhan manusia modern. Kehidupan yang didamba manusia zaman sekarang adalah kehidupan yang seimbang, antara pekerjaan dan keluarga. Lalu, bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan hidup seimbang itu?

1. Miliki kehidupan sosial dengan anggota keluarga
Pemahaman manusia modern, kebahagiaan hanya datang dalam kehidupan yang seimbang. Jika seseorang bisa membagi waktunya untuk pekerjaan dan kehidupan sosial, barulah ia bisa merasakan arti kehidupan. Kehidupan sosial yang bisa dimiliki oleh setiap orang seperti menjadi anggota keluarga, anggota komunitas, dan anggota masyarakat.
Jika kita bisa aktif dalam seluruh kehidupan sosial seperti nongkrong bersama teman, aktif dalam kegiatan organisasi, tentu itu suatu kondisi yang ideal. Namun bagi kebanyakan orang, peran dalam kehidupan sosial yang dijalani adalah menjadi anggota keluarga, entah menjadi suami, istri, kakek, nenek, ayah, ibu, atau anak.
Sepadat apapun pekerjaan Anda, usahakan untuk tetap memiliki waktu bersama keluarga. Nah, tidak jarang kita menghadapi tuntutan antara berperan menjadi pekerja juga anggota keluarga. Situasi yang mungkin terjadi seperti kita harus berkerja hingga larut malam, padahal besok kita sudah terlanjur membuat janji dengan si buyung atau si upik. Yang bisa dilakukan, tuntaskan pekerjaan kantor agar tidak mengganggu agenda kita bersama anak.
Biasanya, jam kantor dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB. Usahakan agar semua urusan pekerjaan selesai pada jam tersebut. Sehingga saat di rumah, Anda tidak lagi perlu memikirkan urusan kantor.
Sebaliknya, jalani kewajiban sebagai anggota keluarga di luar jam kantor. Misalnya saja, sarapan bersama keluarga dan mengantar anak di pagi hari, serta menemani si kecil belajar dan tidur di malam hari. Dengan begitu, Anda tetap memiliki keterikatan dengan anak, juga pasangan, dan bisa menjalin komunikasi yang baik.

2. Pintar membagi waktu
Agar lebih termotivasi, coba lihat di sekeliling kita. Pasti ada rekan kerja yang berhasil membagi waktu antara keluarga dan karier. Apa rahasia mereka? Sejatinya, kunci keberhasilan mereka dalam menjalani hidup adalah kemampuan mengelola waktu. Kita semua maklum setiap hari hanya terdiri dari 24 jam. Sehingga, jika kita ingin memenuhi semua rencana, tentu kita harus pintar mengalokasikan waktu untuk semua kegiatan yang harus dilakukan.
Pembagian waktu ini menjadi acuan kita untuk menyelesaikan pekerjaan hingga waktu tertentu. Begitu pula dengan urusan keluarga, kita batasi agar kelar di waktu tertentu. Begitu pula dengan waktu tidur, mengerjakan pekerjaan rumah, bersosialisasi dengan teman, dan seterusnya.

3. Jangan bawa pekerjaan kantor ke rumah
Mengalokasikan waktu di masa sekarang, di mana berbagai peralatan teknologi memungkinkan kita terkoneksi setiap saat, berarti juga membuat garis batas. Ini berarti Anda harus siap membuat penolakan, baik ke pekerjaan maupun ke anggota keluarga. Selama waktu yang Anda alokasikan untuk pekerjaan, misalnya, sah-sah saja untuk meminta pengertian anggota keluarga untuk tidak mengganggu Anda ketika rapat. Hal yang sama tentu wajib Anda berlakukan juga ketika sedang menghabiskan waktu yang dialokasikan untuk keluarga, usahakan tidak mengadakan rapat di waktu tersebut.
Memang, mengelola waktu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun dengan melatih beberapa kebiasaan, kita akan lebih mudah melakukan pengelolaan waktu. Kebiasaan yang tidak boleh dilupakan jika ingin berhasil mengelola waktu adalah mampu menyusun prioritas. Tentukan, apa yang harus Anda lakukan di saat ini.

4. Tidak menunda pekerjaan
Kebiasaan lain yang juga mutlak ada yaitu tidak menunda-nunda pekerjaan. Biasanya nih, di zaman sekarang kita menunda pekerjaan karena sering mengecek media sosial di handphone, belanja online di komputer, istirahat makan siang lebih dari sejam, atau kebanyakan ngobrol bersama rekan kerja. Anda harus disiplin untuk mengesampingkan hal yang tidak perlu agar target waktu Anda tercapai.
Begitu Anda tahu harus melakukan suatu tugas, kerjakanlah segera. Kebiasaan ini terutama sangat penting jika Anda tidak ingin waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi lebih panjang.

5. Rencanakan liburan
Work hard, play hard. Jika sudah bekerja keras di kantor, Anda juga pantas menikmati liburan bersama keluarga. Dalam setahun, biasanya kita memiliki cuti sebanyak 12 hari. Alokasikan liburan bersama keluarga minimal tiga hari setiap tiga bulan. Kita juga bisa memanfaatkan long weekend agar tidak memakan jatah cuti tahunan. Dengan liburan yang seimbang, pasti kita akan segar ketika kembali ke kantor. Tak jarang pula ide-ide brilian untuk bisnis dan urusan kantor muncul ketika pikiran kita segar. Memiliki waktu berkualitas ketika liburan pun membuat hubungan kita dengan anggota keluarga semakin sehat.
Memiliki hidup yang seimbang antara karier dengan keluarga memang tidak mudah. Namun, dengan disiplin membagi waktu, kita pasti bisa sukses di kantor dan di rumah. Sebab, jika kebanyakan menghabiskan waktu untuk urusan pekerjaan, kita akan terjebak pada rutinitas yang pada akhirnya bisa membuat stres. Melakukan pekerjaan pun tak lagi terasa menyenangkan.
Sebaliknya, menghabiskan waktu terlalu lama untuk urusan pribadi berpotensi membuat kita kehilangan peluang untuk berkembang di pekerjaan. Karena itu, yuk, miliki hidup yang berkualitas dengan menyeimbangkan karier dan keluarga.

Personal Loans 0 post
credit loans guaranteed approval independent payday lenders advance money no credit loans
Online Loans 0 post
poor credit loans poor credit loans credit loans guaranteed approval credit loans guaranteed approval
Artikel selanjutnya