Administrator 60 post
Kisah UKM Hebat

Syamsuddin : Bertani dan Berbagi Virus Organik

Share : 22 November 2018
Sekitar tahun 2016 silam, kisah Syamsuddin dan LPB Pama Bessai Berinta, Bontang, dimulai. Saat itu, LPB Pabeta yang belum lama dibentuk mengadakan Pelatihan Pembuatan Kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL). Sejak saat itu, pria yang begitu antusias mencatat dan bertanya pada pelatihan tersebut memulai perjalanannya membagikan ‘virus’ organik di Bontang. 

Selang beberapa lama setelah pelatihan, akhirnya terkuak alasan begitu semangatnya Syamsuddin pada pelatihan tersebut. Rupanya, ia dan para petani lain di Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Bontang sedang memiliki masalah dengan lahan pertaniannya. Sudah tiga musim terakhir sebagian besar diantara mereka mengalami gagal panen. Tak hanya itu, semakin melambungnya harga pupuk dan pestisida pun kian mencekik mereka. Serangan hama yang semakin menjadi ditambah dengan rendahnya posisi tawar petani dalam menjual hasilnya membuat mereka kian merugi. 

Kemudian setelah beberapa lama mengikuti program LPB Pabeta, Syamsuddin dan para petani lain merasakan perubahan. Mereka pun kian optimis. Hingga akhirnya para petani pun mengikuti program sektor unggulan padi organik yang mendatangkan Aliksa Organik SRI Consultant (AOSC) Indonesia sebagai konsultan untuk membantu para petani mempelajari padi organik. 

Syamsuddin yang merupakan lulusan Sekolah Pertanian Menengah Atas di Gowa, Sulawesi Selatan tahun 1982 ini, mempresentasikan hasil penelitiannya terkait kegiatan pertanian di lahannya dan menyimpulkan bahwa tanah persawahan yang di Desa Suka Damai bukan lagi sakit tetapi sekarat dan sudah tidak subur lagi. Ia pun menambahkan kesimpulan bahwa ketidaksuburuan tersebut disebabkan oleh penggunaan pupuk maupun pestisida kimia dalam jangka waktu yang lama, yang mengakibatkan mikroba dalam tanah tidak berfungsi, sehingga nutrisi dalam tanah berkurang. “Ini merupakan jawaban kenapa saat hujan sawah kita banjir dan saat tidak ada hujan tanah kita kering” dengan yakin bapak dari tiga anak ini menyampaikan hal tersebut di depan seluruh peserta. Presentasi itu ternyata mampu membangkitkan semangat dan keingintahuan para peserta untuk belajar, sehingga di akhir pelatihan pun para peserta  benar-benar mendapatkan ilmu baru dan juga optimism untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. 

Pada September 2017, dilaksanakan acara “Panen Perdana Padi SRI Organik” di Desa Suka Damai, yang pada saat itu merupakan satu-satunya desa yang melakukan budidaya padi SRI Organik di Provinsi Kalimantan Timur. Acara tersebut turut dihadiri petani padi se-Kecamatan Teluk Pandan, Camat Teluk Pandan, Dinas Pertanian Kab. Kutai Timur, dan Manajemen PAMA INDO.  Pada saat Syamsuddin dan para petani dapat menunjukkan prestasi karena total 1,25 Ha sawah dipanen dengan produktivitas 2 kali lebih banyak daripada penanaman dengan metode konvensional di Desa Suka Damai. Selain itu, para petani pun mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Suka Damai, Nur Alim, yang mengatakan bahwa saat ini petani sudah tidak lagi membeli pupuk dan racun kimia karena perubahan positif yang ditunjukkan penanaman metode SRI Organik. 

Semangat Syamsuddin dan beberapa petani lain untuk mengembangkan Pertanian organik ini pun berlanjut dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) dan Benchmark di Aliksa Organik SRI Consultant dan Gapoktan Simpatik Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain menguatkan kemampuan teknis, pada kegiatan ini para petani juga mempelajari dan mencoba menjadi pemandu untuk petani pemula yang ingin beralih ke pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan melalui SRI Organik.

Tak henti disitu, Syamsuddin sebagai ketua kelompok terus menggerakkan para petani untuk bisa beralih ke pertanian SRI Organik yang memang telah terbukti berdampak positif baik bagi petani maupun lingkungan. Kini, berkat usahanya bersama kelompoknya, virus organik mulai menyebar ke beberapa desa lain. Menjadi instruktur pelatihan pun ataupun melakukan penyuluhan pun kini menjadi sesuatu yang tak asing lagi bagi Syamsuddin. Ke depannya, Syamsuddin berharap para petani yang belum beralih ke pertanian organik bisa segera menyadari keunggulan metode ini dan beralih ke pertanian organik. 
 
Artikel selanjutnya