Administrator 60 post
Inspirasi Wirausaha

Tidak Hanya untuk Selfie, Instagram Juga Bermanfaat untuk Bisnis

Share : 24 July 2017

Pernahkah Anda membeli suatu barang yang dijual di toko online via Instagram? Atau, pernahkah melihat kawan atau following Anda mengulas suatu produk di akun Instagram mereka? Nah, Anda juga dapat memanfaatkan Instagram sebagai lahan bisnis, bukan hanya jadi penonton.

Dirilis pertama kali untuk ponsel bersistem operasi iOS pada 2010, Instagram berkembang dengan sangat cepat. Hingga pada 2012, duet pencipta Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger, merilis Instagram versi Android. Di tahun yang sama, Instagram juga bisa disaksikan melalui PC atau laptop.

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg sendiri menyadari bila media sosial yang isi utamanya adalah foto dan video yang diunggah penggunanya itu, memiliki masa depan cerah. Tanda-tanda kesuksesan Instagram terlihat dari predikat aplikasi terbaik yang pernah direbutnya, baik di sistem operasi iOs maupun Android. Hingga pada 2012, Facebook pun mengakuisisi Instagram senilai US$ 1 miliar.

Perkembangan jumlah pengguna Instagram selama enam tahun terakhir menjadi bukti prediksi Zuckerberg tak keliru. Jika di saat berdiri, Instagram hanya memiliki 1 juta akun pengguna, maka per 2017, jumlah akun yang teregister di aplikasi med sosial tersebut mencapai 700 juta. Dengan jumlah pengguna sebanyak itu, Instagram pun sempat dinobatkan masuk dalam media sosial yang paling berpengaruh di dunia.

Seperti Facebook, yang merupakan induknya, Instagram memang tak memungut biaya dari para penggunanya. Setiap pengguna Instagram pun mendapat kebebasan untuk mempromosikan usahanya melalui foto atau video yang diunggah. Nah, kelebihan Instagram itu tentu bisa dimanfaatkan juga dalam kegiatan usaha. Tak percaya? Ada baiknya, simak beberapa fakta berikut tentang pengguna Instagram:

  • Indonesia merupakan negara dengan pengguna Instgram terbanyak keempat di dunia dan kedua di Asia.
  • Sebanyak 68% pengguna Instagram di dunia berjenis kelamin perempuan. Sisanya, 32% adalah lelaki. Di Indonesia, kaum hawa juga menjadi mayoritas pengguna Instagram dibanding laki-laki dengan perbandingan 63%:37%.
  • Selama enam tahun beredar, pertumbuhan jumlah pengguna Instagram di dunia meningkat paling sedikit 16% per tahun. Itu terjadi pada satu tahun terakhir. Yang patut menjadi catatan, rasio pertumbuhan itu kecil karena basis jumlah pengguna Instagram sudah mencapai angka 600 juta. Sedang di Indonesia, pertumbuhan jumlah pengguna Instagram masih melaju kencang, rata-rata dua kali lipat per tahun.
  • Mayoritas pengguna Instagram seluruh dunia merupakan kaum muda. Tepatnya, sekitar 90% pengguna memiliki usia 35 tahun ke bawah. Demografi yang hampir sama berlaku di Indonesia. Sebanyak 89% pengguna Instagram berada di rentang usia muda, 34 tahun ke bawah.
  • Instagram merupakan aplikasi mobile yang populer baik di sistem operasi iOs maupun Android.

Sudah percaya bahwa Instagram bisa menjadi kolam yang tepat untuk membesarkan bisnis? Yang juga patut diingat, sebagai media sosial yang sudah akrab di telinga warga dunia, Instagram punya konten yang sangat berlimpah. Per tahun 2015 saja, ada 40 miliar foto yang bisa terserak di jagad Instagram.

Salah satu pebisnis yang sukses berjualan di Instagram Anita Lundy dengan sepatu merek Ittaherl. Sejak pertama kali mendirikan usaha ini pada 2012, Anita hanya memasarkan produknya melalui website dan di Instagram akun @ittaherl yang kini telah memiliki lebih dari 65.100 followers. Banyak wanita memang telah terpikat dengan brand ini, hingga mereka tak keberatan mengantre lama jika Ittaherl menggelar bazar di kota-kota besar.

Contoh pebisnis lainnya yang sukses berjualan di Instagam ialah Jesika KT dengan akun @tekuni_keramik yang kini sudah memiliki lebih dari 12.500 followers. Berawal dari workshop keramik di Bali, suvenir karya @tekuni_keramik kini bahkan telah dibeli oleh konglomerat.

Artinya, mereka yang ingin memanfaatkan Instagram sebagai media bisnis, harus cermat merancang strategi. Apa saja yang perlu dilakukan? Berikut beberapa tips agar konten yang Anda unggah ke Instagram mampu menarik perhatian pengguna Instagram.

1. Buat foto atau video yang menarik

Mengingat foto dan video merupakan dua konten utama Instagram, pastikan foto dan video yang Anda unggah merupakan konten yang menarik. Definisi mutlak untuk menarik di sini adalah memiliki resolusi yang memadai hingga objek yang ingin disampaikan jelas terlihat. Anda tidak ingin bukan, kalau para follower tidak mengerti isi konten Anda karena gambar foto buram? Mengenai apakah perlu menggunakan filter atau tidak, ini tergantung pada konten yang ingin disampaikan. Kenyataannya, tidak semua brand dunia menampilkan konten mereka dengan filter. Jika ingin menampilkan video, ada baiknya membuat script. Tujuannya agar isi video bisa mudah dicerna.

2. Gunakan hashtag

Hashtag atau tanda pagar merupakan salah satu contoh dari betapa kuatnya pengaruh Instagram di dunia. Berkat Instagram, hashtag kini akrab di telinga kita. Di Instagram, hashtag berguna untuk mendeskripsikan konten secara singkat. Kalau konten Anda adalah sate, hashtag yang pas bisa saja #kulinernikmat atau #satemaknyus. Dengan menggunakan hashtag yang tepat, konsumen akan dapat mencari barang yang mereka butuhkan dengan mudah.

3. Tingkatkan interaksi

Salah satu keunggulan media sosial dibandingkan media lain adalah kemampuannya untuk berinteraksi antar sesama pengguna. Keunggulan ini jelas harus dioptimalkan jika ingin memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbisnis.

Caranya? Bisa dengan mengajak pengguna lain untuk membuat hashtag. Bentuk lain dalam melibatkan pengguna adalah meminta mereka mengirimkan foto bersama dengan produk atau jasa Anda. Atau juga bisa mendiskusikan tentang suatu hal dengan para follower. Baru-baru ini, Instagram juga merilis Insta Stories yang cocok bagi pengguna untuk membagikan aktivitas sehari-hari dalam bentuk live video. Nah, fitur ini pas untuk Anda berdiskusi mengenai suatu topik dan menjaring pendapat follower melalui direct message. Dengan berinteraksi, follower secara emosional merasa dekat dengan Anda. Dengan demikian, mendekatkan produk atau jasa Anda kepada mereka pun selangkah lebih maju.

4. Giatkan promosi

Serupa dengan bisnis lainnya, bisnis Anda akan menarik lebih banyak konsumen jika rajin menyediakan promosi seperti beli 1 gratis 1, diskon akhir pekan, gratis ongkos kirim, diskon 10% untuk yang berulang tahun, atau kegiatan promosi lainnya. Dengan promosi yang tepat, Anda bisa mengejar penjualan dari besarnya volume penjualan.

Selain promosi, jangan lupa pasarkan produk Anda dengan pendekatan Instagram juga. Saat ini, kita bisa memakai jasa endorser atau influencer untuk memasarkan produk di Instagram. Endorser ialah orang yang melakukan strategi komunikasi word-to-mouth communications atau komunikasi dari mulut ke mulut. Caranya ialah dengan menggunakan orang lain untuk memberikan rekomendasi agar orang lain juga menggunakan suatu produk berdasarkan pengalaman memuaskan yang mereka alami setelah memakai produk tersebut. Anda bisa memakai orang yang memang sering menjadi endorser atau teman-teman sekitar Anda yang mau berbaik hati mengulas produk Anda di akun Instagram mereka.

Contoh endorser di bidang fesyen dan produk kecantikan misalnya Andra Alodita dengan akun @alodita yang memiliki lebih dari 218.000 followers. Ada pula endorser produk umum dan busana muslim seperti Fifi Alvianto dengan akun @fifialvianto dengan lebih dari 60.200 followers.

5. Jangan lupa sisipkan call to action

Jika konten yang ditampilkan sudah berhasil menarik minat pengguna Instagram, tentu harus ada jalan agar si calon konsumen bisa terhubung dengan produk Anda. Fitur yang menjadi jalan ini biasa disebut call to action. Bentuknya? Bisa dengan menyertakan tag ke akun produk Anda atau kalimat klik pada link di bio untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk dan jasa Anda. Dalam konteks ini, Anda juga harus menyertakan profil yang lebih detail, termasuk alamat usaha dan nomor telepon yang bisa dihubungi di profil Instagram.

Jika Anda sudah piawai menggunakan Instagram untuk keperluan personal, pasti Anda juga akan luwes menggunakannya untuk keperluan bisnis. Ayo, jangan cuma jadi penonton. Gunakanlah Instagram untuk memajukan usaha Anda.

Artikel selanjutnya