Administrator 130 post
Inspirasi Wirausaha

TREN BUSANA THRIFTING: PELUANG BISNIS BARU DI KALANGAN ANAK MUDA

Share : 26 November 2020

Jika ingin memulai bisnis, thrift store merupakan bisnis kekinian yang sangat tepat untuk saat ini. Bisnis yang tidak memerlukan modal awal yang besar, namun dapat menghasilkan keuntungan dalam jumlah yang banyak. Tren thrifting di kalangan anak muda, sekarang bisa dibilang sedang marak-maraknya. Selain murah, thrifting juga menawarkan berbagai model pakaian yang bekas namun berkualitas.

Thrifting adalah kegiatan mencari atau membeli barang bekas yang  berupa barang atau pakaian yang kondisinya masih layak pakai. Dengan thrifting kita bisa mengikuti tren fashion tanpa harus mengeluarkan budget yang besar. Dibandingkan dengan membeli baju di toko yang menerapkan sistem fast fashion. Tren ini berdampak baik untuk UMKM, karena biasanya pelaku usaha thrifting ialah pelaku usaha yang membuka bisnis dari kecil. Para penganut tren ini pun percaya bahwa dengan mendukung bisnis ini, maka mereka telah membantu perekonomian masyarakat di tingkat terendah.

Sebenarnya pasar barang bekas sudah ada di Indonesia sejak lama, tetapi masih dalam skala kecil dan menyasar warga kelas menengah ke bawah. Kebanyakan toko barang bekas di Indonesia masih berbentuk petak di pasar. Sementara, di luar negeri thrift shop dibangun dengan desain yang modern, tak kalah dengan toko retail dan menggunakan metode swalayan. Saat ini, thrift shop dengan kemasan modern mulai muncul di Indonesia lewat media sosial dan marketplace. Banyak pula yang mulai menggemarinya.

Ketika memulai bisnis thrift store, pelaku usaha lebih baik untuk berfokus pada produk yang akan menjadi identitas/ciri khas yang akan membedakan dengan toko lainnya. Salah satu faktor penting apabila memutuskan untuk berbisnis pakaian bekas ialah kehigienisan produk. Sebelum dijual, pastikan baju bekas sudah dicuci bersih, diberi wewangian, bila perlu disetrika. Sebaiknya, rendamlah terlebih dahulu dalam air panas untuk menghilangkan bakteri dan kuman di dalamnya. Pemilik bisnis harus menyulap dan mengemasnya layaknya pakaian baru untuk berguna untuk membangun kepercayaan konsumen. Selain diperlukan kecermatan ketika memilah-milah produk mana yang masih layak jual, harga jual juga harus terjangkau, jangan sampai melampaui harga produk baru.

Produk-produk yang dijual harus merupakan produk kebutuhan konsumen. Dengan harga yang pas di kantong tetapi tetap dapat berpenampilan menarik. Ditambah lagi, produk seperti jam tangan dan perhiasan merupakan barang yang tidak termakan usia sehingga kebutuhan akan produk tersebut akan terus ada sampai kapan pun. Harga pakaian bekas biasa dijual berkisar 25.000-150.000 rupiah di toko, atau 1 juta rupiah per karung. Dengan modal itu, pelaku usaha akan mendapatkan 50-100 pakaian secara acak. Kemudian masing-masing produk dapat dijual lagi dengan harga 50.000 rupiah, dan pelaku usaha akan mendapatkan kembali modal beserta untungnya.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa bisnis thrift shop ini merupakan bisnis yang sangat berpotensi, mengingat thrifting sudah menjadi gaya hidup pada kalangan-kalangan tertentu.


Referensi:
Jurnal.id
Ruang Mom
Kompas
IDN Times

Referensi Gambar:

Thrifting

Artikel selanjutnya