Administrator 84 post
Inspirasi Wirausaha

UMKM JUGA PERLU MENCATAT AKTIVITAS KEUANGAN

Share : 16 March 2020

UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian, tidak terlepas bagi negara maju atau berkembang. Keduanya memberikan kontribusi yang signifikan. Menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan ekonomi global. Berdasarkan data World Bank, UMKM mewakili sekitar 90% bisnis dan lebih dari 50% lapangan kerja di seluruh dunia.

UMKM juga menjadi pondasi penting dalam perekonomian Indonesia. Secara nasional, pangsa UMKM sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) pada tahun 2018 UMKM memberi pangsa sekitar 99,99% (64,2 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. Selain itu, di tahun yang sama telah berhasil menyerap tenaga kerja sekitar 97% (116,9 juta orang) di Indonesia.


Ilustrasi: Stagnasi. Photo by yanalya

Namun, seringkali UMKM mengalami stagnasi atau kesulitan naik kelas. Terdapat banyak faktor seperti masalah modal, sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, dll. Masalah yang sering dilanda UMKM umumnya terkait pengelolaan keuangan. Jangan dianggap remeh, pengelolaan keuangan merupakan faktor kunci yang memainkan peran besar berhasil atau tidaknya UMKM. Dalam beberapa kasus seperti di Cameroon, pengelolaan keuangan menyelamatkan UMKM dari berbagai masalah yang dihadapinya.

Metode yang umum digunakan untuk mengelola keuangan adalah menerapkan akuntansi. Sistem akuntansi sendiri mencakup skema tertib yang efisien untuk menyediakan informasi dan kontrol keuangan secara akurat. Dapat dimulai dengan melakukan pencatatan atau biasa disebut record-keeping.

Record-keeping dalam pengelolaan keuangan akan bermain di aktivitas finansial perusahaan. Bentuk pencatatan tersebut akan berupa pembukuan atau disebut juga bookkeeping. Bookkeeping berupa pencatatan transaksi bisnis secara sistematis dan teratur. Sementara, akuntansi merupakan analisis dan interpretasi dari catatan bisnis untuk pengambilan keputusan.


Ilustrasi: Accounting. Photo by
pressfoto

Akuntansi pada dasarnya dapat dikategorikan dalam dua jenis:

1. Akuntansi Manual (manual accounting)

Bentuk pencatatan yang dilakukan secara manual oleh pemilik atau staff khusus akuntansi. Dalam akuntansi manual dikenal metode pembukuan masukan tunggal (single entry bookkeeping) dan pembukuan masukan ganda (double entry bookkeeping).

2. Sistem Akuntansi Terkomputerisasi (computerized accounting system).

Bentuk pencatatan yang dilakukan dalam sebuah sistem dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. Memiliki kemampuan lebih cepat dalam melakukan transaksi rutin, analisis, akurasi dan pelaporan.

Dengan demikian, UMKM perlu untuk menambah perhatian pada pengelolaan keuangan. Dengan melakukan pencatatan, arah bisnis akan tertata lebih rapih. Tidak masalah menggunakan metode akuntansi apa saja. Sesuaikan saja dengan kebutuhan perusahaan. Hanya saja harus konsisten dan terus jeli akan perubahan yang ada.





Sumber:

Data Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop) RI. Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2017 – 2018. Site: depkop.go.id

Aladejebi, Olufemi & Oladimeji, Johnson. 2019. The Impact of Record Keeping On the Performance of Selected Small and Medium Enterproses in Lagos Metropolis. Journal of Small Business and Entrepreneurship Development.

Ernest, Negou. 2018. The Role of Bookkeeping on the Survival of Very Small Businesses in the Kumba Municipality. International Journal of Advanced Engineering, Management and Science (IJAEMS).

Kurniawati, E. P., Nugroho, I. P., & Arifin, C. (2012). PENERAPAN AKUNTANSI PADA USAHA MIKRO KECIL. Informatics and Business Institute Darmajaya.

Ilustrasi: Designed by Slidesgo. Site: Freepik.com

Artikel selanjutnya