Administrator 102 post
Inspirasi Wirausaha

UMKM MENUJU ERA MASYARAKAT 5.0

Share : 29 June 2020

Sejak kasus munculnya pandemi covid-19, dunia diguncang krisis yang cukup merepotkan. Kebijakan lockdown hingga pembatasan sosial diterapkan agar menekan laju penularan virus. Berbagai sektor dipaksa untuk beradaptasi dengan situasi pandemi. Salah satu bentuk adaptasi yang paling menonjol adalah kebutuhan akan teknologi digital yang semakin tinggi.

Berdasarkan data berikut, penggunaan layanan digital selama pandemi covid-19 di Indonesia cenderung meningkat. Sektor seperti e-comerce, dompet digital, kesehatan dan pendidikan yang paling merasakan peningkatan cukup signifikan. Kurang lebih dapat kita simpulkan bahwa pandemi covid-19 berdampak pada peningkatan penggunaan teknologi.

Berbicara mengenai penggunaan teknologi, erat kaitannya dengan society 5.0 atau era masyarakat 5.0. Konsepsi ini diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang yang diresmikan pada 21 Januari 2019. Era masyarakat 5.0 menjawab ketakutan akan revolusi industri 4.0 yang berpotensi menyebabkan degradasi umat manusia melalui kolaborasi teknologi dengan manusia bukan sebagai kompetitor. Tujuan utama era masyarakat 5.0 adalah mewujudkan masyarakat yang bisa menikmati hidupnya, tentu dengan perkembangan teknologi yang diharapkan meminimalisir kesenjangan manusia dalam masalah ekonomi kedepannya.


                                                                  Sumber: Freepik.com

Pertanyaan menarik dari kondisi ini adalah “apakah pandemi covid-19 menjadi momentum era masyarakat 5.0?”

Nahavandi menjelaskan bahwa era masyarakat 5.0 akan muncul jika tiga elemen utama seperti intelligent devices, intelligent systems dan intelligent automation telah sepenuhnya melebur dengan dunia fisik dalam bekerjasama dengan kecerdasan manusia.

Perubahan yang terjadi pada berbagai sektor menjadi pertanda awal munculnya intelligent device dan intelligent systems. Perusahaan meniadakan atau mengurangi kegiatan kantor, sekolah melaksanakan kegiatan pengajaran melalui interaksi digital, ibadah yang dilaksanakan di rumah. Peralihan offline ke online menjadi salah satu opsi penyelamat selama krisis pandemi. Saat ini, memang pembatasan kegiatan sudah mulai longgar tetapi pandemi belum usai dan berkemungkinan terjadi pembatasan kembali. Apabila kondisi ini terus berlangsung akan secara perlahan mengubah kebiasaan dan kehidupan manusia menuju era masyarakat 5.0.

Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI), Lukman Edy berpendapat era kenormalan baru dapat dijadikan momentum untuk segera beralih pada konsep era masyarakat 5.0. Pemanfaatan teknologi informasi pada bidang infrastruktur tidak hanya terbatas pada internal perkantoran tetapi juga dalam pengelolaan pekerjaan infrastruktur seperti digitalisasi pengelolaan jalan tol, pelaksanaan lelang berbasis digital, dsb. Selain itu, pengembangan konstruksi harus terbiasa menggunakan drone serta pelibatan UMKM dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Beliau menambahkan pula dukungan teknologi 4.0 mutlak diperlukan untuk misi penyelesaian pekerjaan secara efektif, efisien dan tepat waktu demi mencapai hasil maksimal. Hal ini pun sejalan dengan langkah pemerintah Indonesia yang memperkuat infrastruktur digital selama pandemi. Melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kesadaran akan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berperan penting saat pandemi dan kenormalan baru muncul. Walaupun masih terdapat tantangan seperti pembangunan konektivitas hingga perdesaan, kedaulatan data, penumbuhan platform dan aplikasi lokal dan pembangunan talenta digital.  Namun, berbagai program pendukung terus diupayakan, salah satunya UMKM Go Online.

Menurut Organisasi Perdagangan Dunia, UMKM mewakili lebih dari 90% populasi bisnis. Dengan kata lain, UMKM bukan hanya berkontribusi signifikan terhadap ekonomi bahkan mereka adalah ekonomi itu sendiri. Sebagai pondasi dari perekonomian dunia, UMKM perlu bersiap menuju era masyarakat 5.0 ini. Langkah signifikan yang saat ini dapat dilakukan adalah mulai memanfaatkan teknologi dan merambah ke dunia digital.

 

Referensi:

Arnold, Christopher. 2019. “The Foundation for Economics Worldwide Is Small Business”. Site: ifac.org

Faqih, Fikri. 2020. “New Normal Dinilai Jadi Momentum Revolusi Industri 5.0”. Site: Merdeka.com

Kelena, Irwan. 2020. “Pandemi Covid-19 dan Era Society 5.0”. Site: republika.co.id

Nahavandi, Saeid. 2019. “Industry 5.0 – A Human Centric Solution”. DOI: 10.3390/su11164371. Site: Researchgate.net

Setyowati, Desy. 2020. “Kominfo Ungkap 4 Sebab Layanan Digital Belum Optimal Saat Pandemi”. Site: Katadata.co.id

Ilustrasi: Thanks to Macrovector, pch.vector & vectorpocket. Site: Freepik.com

Artikel selanjutnya