Kolom

YDBA boyong UKM ke GIIAS 2018 - Timothy W Pawiro

Share : 11 August 2018

Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show, kembali digelar. Seperti biasa, GIIAS 2018 menampilkan beraneka ragam merek kendaraan yang tentunya juga memamerkan seri kendaraan terdepannya. Bahkan ada beberapa merek kendaraan yang juga menghadirkan concept car untuk menarik pengunjung datang ke area booth-nya.

GIIAS 2018 yang berlangsung di ICE BSD dari tanggal 2 – 12 Agustus 2018 ini, seperti biasa membagi dua pamerannya. Hall awal dari hall 1 sampai hall 4 biasanya diisi dengan kendaraan komersial, seperti truk, bis, dan sebagainya. Ada juga berbagai komponen dari kendaraan, serta hadir juga beberapa booth yang spesialis di area kosmetik kendaraan alias car polishing atau car modification.

Biasanya seperti tahun lalu, hall 5 di GIIAS 2018 merupakan pembatas dari kendaraan komersial. Nah, seperti yang sudah saya tebak, hall 5 ini diisi oleh kendaraan-kendaraan favorit dan idaman saya, mulai dari MINI dan BMW. Hall 5 ini memang spesial karena menjadi satu area tersendiri, dan tidak ada penghubung antara hall di bagian dalam. Jadi keluar dan masuk, melalui pintu hall 5. Spesial memang hehe. Dan mulai dari hall 6 – hall 10, diisi oleh passenger cars yang sudah familiar dengan kita, seperti tentunya dibuka oleh Audi, VW, Mercedes-Benz, dan ditutup oleh Toyota di hall 10.

Tapi kali ini saya tidak mengangkat topik mengenai kendaraan-kendaraan yang hadir di GIIAS, karena saya sebelumnya pernah buat juga artikel tentang GIIAS 2016. Namun saya ingin cerita tentang YDBA yang memboyong UKM ke GIIAS 2018.

booth pameran umkm ydba astra giias 2018 - kadungcampur

Salah satu booth YDBA di GIIAS 2018 (Lokasinya di hall 2 – nomor 2-O) 

Apa itu YDBA?

Mungkin ada yang belum tau YDBA itu apa, ya? YDBA itu singkatan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra. Yes, betul itu, kalau ini merupakan salah satu yayasan dari Astra, yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya, pada tahun 1980. Saya sebelumnya juga pernah sekilas menyinggung soal YDBA di artikel Astra Maju Bersama Bangsa.

Secara singkat, YDBA ingin mengembangkan UMKM di tanah air sehingga bisa maju dan bisa memenuhi kebutuhan industri. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan industri itu bukanlah hal yang mudah, apalagi biasanya UMKM lebih ke home business. Untuk memenuhi kebutuhan industri, sebuah UMKM harus bisa mengikuti standar yang sudah ditentukan, dan tentunya bisa memberikan supply yang sesuai dengan demand dari sebuah industri. Pastinya kalau yang namanya industri, angka demand akan tinggi. So, apakah para UMKM udah siap dengan hal ini? Di sinilah YDBA masuk, tentunya dibantu oleh sumber daya manusia yang profesional, baik dari internal Astra maupun eksternal.

umkm manufaktur binaan ydba astra giias 2018 - kadungcampur

Salah satu hasil produksi UMKM manufaktur binaan YDBA 

Bagaimana YDBA mengembangkan UMKM?

Agar seseorang bisa mandiri, lebih baik diberikan ilmu dan keterampilan dibandingkan hanya diberikan uang. Kalau diberikan uang, paling sekitar enam bulan, dana bantuan tersebut bisa saja sudah habis akibat biaya operasional yang tidak terkontrol. Makanya sistem ‘berikan kail bukan ikan’ inilah yang dianut oleh YDBA dalam mengembangkan para UKM di bawah naungannya.

Untuk proses pengembangan UMKM, ada 3 hal yang ditekankan oleh YDBA. Mulai dari mencari ‘ayah angkat’, kemudian berusaha agar UMKM tersebut naik kelas dari bisnis rumahan ke bisnis standar industri, dan tentunya bisa menjadi UMKM mandiri. Yang menarik adalah karena grup Astra memiliki banyak anak perusahaan, maka sangat memungkinkan kalau YDBA menunjuk salah satu perusahaan dari grup Astra untuk menjadi ‘ayah angkat’. Ini contohnya adalah Astra Honda Motor, yang menjadi ‘ayah angkat’ di Sektor Unggulan daerah Waru dan Tegal.

henry widjaja pengurus ydba astra - kadungcampur

Pak Henry Widjaja, salah satu pengurus YDBA, menjelaskan konsep YDBA dalam memajukan UMKM Indonesia

Lho, apaan tuh yang dimaksud dengan ‘Sektor Unggulan’?

Ini adalah program untuk mengumpulkan UMKM sejenis, sehingga bisa dengan lebih mudah untuk dikembangkan. Selain itu tentunya, dengan dikumpulkan banyak UMKM yang sejenis, diharapkan bisa memenuhi permintaan dari industri besar.

Paling cepat, program ‘Sektor Unggulan’ ini berlangsung sekitar 2 – 3 tahun. Dimulai dari penentuan sektor unggulan dengan melihat potensi dari daerah tersebut. Tentunya setelah ketahuan sektor unggulan yang diingini apa, maka YDBA harus bisa mencari ‘ayah angkat’ yang juga memerlukan alternatif supplier untuk bisnisnya. Nah, baru itu, dimulailah pilot project dengan memilih beberapa UMKM yang memenuhi syarat. Kalau pilot project berhasil, maka YDBA mulai proses rekrutmen UMKM sejenis, hingga akhirnya dibentuklah sebuah koperasi ketika jumlah anggotanya sudah cukup. Tentunya diharapkan koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi dari komunitas UMKM sektor unggulan ini.

Jadi dengan berkembangnya UMKM di suatu daerah, tentunya diharapkan bisa juga meningkatkan keadaan ekonomi di daerah tersebut. Ini bisa terlihat kok dari berapa banyak tenaga kerja yang terserap dari UMKM ini. Mulai dari tahun 1980, YDBA sudah membina 411 UKM berjenis manufaktur di Indonesia, yang mana 308 UKM Manufaktur tersebut terkait di industri otomotif. Nah, dari 308 UKM Manufaktur ini, sudah menyerap tenaga kerja sekitar 30,100 orang!

YDBA di GIIAS 2018

Astra sebagai salah satu exhibitor di GIIAS 2018, tentunya ga lupa untuk mengajak YDBA menjadi salah satu exhibitor di salah satu hall GIIAS 2018. Bahkan YDBA punya dua booth di GIIAS 2018, yaitu di Booth Pohon Industri di Prefunction Hall 3A dan Booth Pameran UKM di Hall 2 No. 2-O.

Saya ketika mengunjungi GIIAS 2018, sempat mengunjungi kedua booth tersebut. Dan di situ bisa terlihat, ada banyak hasil produksi dari UMKM yang ingin ditunjukkan oleh YDBA kepada para pengunjung. Bahkan kalau kita ke Booth Pohon Industri, di situ bisa melihat beberapa komponen yang sudah menjadi bagian dari industri Astra group. Misalnya aja alat angkut perkebunan ‘Wintor’ dari anak perusahaan PT. Astra Otoparts, Tbk. Pembuatan Wintor melibatkan 38 vendor UMKM yang membuat 104 komponen, sehingga total dari kandungan lokalnya mencapai 65%.

alat angkut perkebunan wintor ydba astra giias 2018 - kadungcampur

Blogger Kurnia Amelia mejeng bersama alat angkut perkebunan Wintor yang dipajang di GIIAS 2018

Tentunya grup Astra tidak hanya Astra Otoparts, karena masih ada yang bergerak di industri kendaraan bermotor, seperti Astra Honda Motor (AHM). Contoh dari produk AHM adalah Honda PCX. Saat ini Honda PCX memiliki kandungan lokal hingga 99%. Total keseluruhan UMKM yang mendukung industri sepeda motor mencapai 118 perusahaan! Kalau menurut berita di oto.com, AHM saat ini memiliki target untuk menjual Honda PCX sebanyak 180 ribu per tahunnya. Tentunya ini merupakan angka yang besar, makanya para UMKM yang menjadi supplier dari AHM harus bisa siap memenuhi kebutuhan ini.

komponen sepeda motor hasil umkm manufaktur binaan ydba astra giias 2018 - kadungcampur

Beberapa komponen dari Honda PCX yang menggunakan komponen hasil produksi dari UMKM binaan YDBA 

Walaupun grup Astra identik dengan industri otomotif, tapi tidak melulu YDBA mendukung UMKM yang bergerak di bidang manufaktur otomotif. Ada juga kok industri kerajinan yang didukung oleh YDBA. Ini bisa kita lihat kalau mengunjungi Booth Pameran UKM GIIAS 2018 di Hall 2 No. 2-O. Ada banyak kerajinan seperti tas serta gelang yang bisa kamu beli di sini.

umkm kerajinan binaan ydba astra giias 2018 - kadungcampur

Hasil kerajinan dari UMKM binaan YDBA 

Dukung terus UMKM Indonesia!

Kita berharap, semoga UMKM Indonesia terus didukung agar bisa berkembang dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Tentunya tidak hanya YDBA yang bisa mendukung para UMKM tersebut. Kita pun juga bisa mendukung kok, misalnya dengan membeli kerajinan-kerajinan hasil karya para UMKM Indonesia 😊

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai YDBA, kamu bisa mengecek website YDBA di sini.

 

komponen mobil hasil umkm manufaktur binaan ydba astra giias 2018 - kadungcampur

Beruntung banget UMKM hasil binaan YDBA yang memiliki ‘ayah angkat’ dari grup Astra. Karena mereka bisa membuat beberapa komponen untuk kendaraan bermotor keluaran Astra 😉 

Artikel selanjutnya