Bikin Brand untuk Bisnis, Coba Ikuti 4 Tips Berikut

Bikin Brand untuk Bisnis, Coba Ikuti 4 Tips Berikut

Share : 31 August 2021

Membuat brand atau merek yang bagus menjadi salah satu kunci sukses membangun bisnis dan bisa bersaing dengan brand lokal lain.

 

Apalagi jika brand tersebut juga didukung strategi pemasaran yang tepat.

 

Marketing Communications brand kecantikan Madame Gie, Githa Lucentia dan Senior Business Development Manager Zilingo Indonesia, Jamilah, membagikan beberapa tips membuat brand untuk bisnis yang bisa kita coba praktikkan:

 

1. Menentukan target pelanggan

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah membuat merek itu penting? Jawabannya, tentu iya. Namun, ini bukanlah hal sepele.

 

Sering kali para pelaku usaha asal-asalan dalam menentukan brand, yang pada akhirnya membuat usaha yang dijalankan tidak optimal.

 

Kesalahan umum yang sering dilakukan para pelaku UMKM dalam membangun identitas brand adalah tidak menentukan target pelanggan yang jelas.

 

Para pelaku usaha harus tahu dan mengenali siapa pelanggannya, apa kebiasaan mereka, pola perilaku yang dimiliki, hingga hal-hal kesukaan mereka.

"Penting bagi kita untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai target audiens kita sendiri."

"Dengan mengetahui dengan jelas siapa target audiensnya, kita bisa konsisten dalam menyuguhkan konten promosi produk," ujarnya, seperti dikutip Kompas.com dari keterangan tertulis.

2. Bentuk identitas brand yang tegas

Saat ini, banyak orang merintis bisnis. Hal itu membuat persaingan bisnis semakin ketat.

 

Di bidang kecantikan, misalnya, sudah banyak sekali brand yang mengklaim produknya berbahan alami, menggunakan formula yang awet, hingga mengadopsi tampilan yang ceria untuk kalangan remaja.

 

Itu adalah salah satu contoh bagaimana brand tersebut membangun identitas yang sangat jelas dan menonjolkan keunggulan produknya dibandingkan kompetitor di industri yang sama.

 

3. Membangun kepercayaan pelanggan dengan baik
Ketika membangun brand, penting untuk membuka akses luas terhadap pelanggan sehingga produk dan jasa dapat dijangkau dengan mudah.

 

Namun, penting pula melakukan pendekatan khusus dari brand ke konsumen. Githa mencontohkan, jadilah brand yang bersahabat bagi semua kalangan dari kelas sosial berbeda. Madame Gie, misalnya, selalu melibatkan pelanggan ketika melakukan live streaming di media sosial.

 

Hal itu ditunjukkan agar pelanggan memiliki ikatan dengan brand yang digunakannya dan akhirnya membangun rasa kepercayaan serta loyalitas.

 

4. Memanfaatkan platform digital dengan maksimal

Memanfaatkan platform digital untuk pemasaran dan penjualan adalah hal yang tak kalah penting untuk membangun sebuah brand. Jamilah menyarankan agar pelaku UMKM membagi saluran digital tersebut menjadi dua, yakni saluran akuisisi dan saluran retensi.

 

Saluran akuisisi adalah gerbang awal yang membuat konsumen tahu tentang produk dan jasa kita.

 

Misalnya, memanfaatkan media sosial untuk membuat konten khas dan unik sehingga masyarakat lebih mengenalnya. Sementara saluran retensi adalah saluran yang digunakan agar konsumen selalu loyal pada brand kita.

 

Pastikan konsumen bisa denngan mudah membeli produk yang kita jual secara online, misalnya melalui situs resmi atau marketplace. "Jika pelaku usaha memiliki website sendiri, konsumen bisa berlangganan buletin atau subscribe newsletter dengan memasukkan alamat email dan kedepannya konsumen bisa menerima berita atau update produk dan mungkin informasi lainnya seperti promo atau campaign."

 

"Semakin besar dan fleksibel, semakin bagus pula saluran tersebut," kata Jamilah.



Sumber : Kompas.com

Bikin Brand untuk Bisnis, Coba Ikuti 4 Tips Berikut