DORONG KEMANDIRIAN DAN GO INTERNASIONAL - YDBA BANTU UMKM KULINER ALAT PELATIHAN MEMASAK

DORONG KEMANDIRIAN DAN GO INTERNASIONAL - YDBA BANTU UMKM KULINER ALAT PELATIHAN MEMASAK

Share : 26 October 2020
Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan pendamipingan terhadap para UMKM binaannya. Sejatinya, pemberdayaan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya sekedar bantuan modal tetapi juga pendampingan pemberdayaan secara berkelanjutan dengan tetap melibatkan partisipasi para binaan.

Cara inilah yang dilakukan YDBA, seperti UMKM binaannya yang tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) di Koperasi Cabe Rawit (KCR) dengan membantu pendampingan kuliner dan pemasarannya. Selain itu, YDBA juga memberikan apresiasi alat pelatihan memasak karena progres baik yang ditunjukkan UMKM, yaitu peningkatan kompetensi dan standar kualitas produksi disertai kemauan UMKM dalam melakukan diversifikasi produk, seperti pembuatan frozen food dan makanan kemasan. Informasi tersebut disampaikan YDBA dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalingging berharap melalui apresiasi tersebut dapat meningkatkan porduktivita dan kreativitas UMKM sebagai anggota KCR menuju UMKM mandiri, naik kelas dan go international, terlebih NTB akan menjadi tuan rumah untuk event dunia, yaitu MotoGP 2021 yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. "Dengan momen tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat dan awal yang baik bagi UMKM NTB untuk dapat go international,"ujarnya.

Sebagai rangkaian acara, KCR yang diwakili oleh Wagini dan Pipin Mutiawati juga berbagi cerita mengenai KCR, program dan perannya dalam meningkatkan kompetensi anggotanya serta bagaimaina program KCR berdampak pada bisnis yang dijalankan oleh anggotanya. Asal tahu saja, sejak tahun 1996 Yayasan Dharma Bhakti Astra berkolaborasi dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mataram yang berperan dalam memandirikan UMKM di NTB.

Berbagai program dilakukan LPB, mulai dari pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, fasilitasi pembiayaan hingga mendukung UMKM binaanya membentuk komunitas berbadan hukum koperasi yang diberi nama Koperasi Cabe Rawit. Saat ini Koperasi tersebut telah memiliki anggota sebanyak 93 orang yang merupakan UMKM binaan LPB Mataram yang tersebar di wilayah Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Mataram. Berbagai programpun diinisiasi oleh KCR, salah satunya adalah program knowledge sharing untuk mendukung peningkatan kompetensi bagi anggotanya.

Sementara YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani. Berlandaskan operating values-nya, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible dan Excellent, YDBA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk naik kelas dan mencapai kemandiriannya.

Pelatihan akan lebih efektif, jika dilengkapi pendampingan di lapangan melalui 13 cabang YDBA yang disebut dengan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB), berlokasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat; Sidoarjo, Jawa Timur; Yogyakarta, DIY; Klaten, Jawa Tengah; Solo, Jawa Tengah; Tegal, Jawa Tengah; Tarikolot Citeureup Bogor; Sangatta, Kalimantan Timur; Bontang, Kalimantan Timur; Paser, Kalimantan Timur; Tapin, Kalimantan Selatan dan Tabalong, Kalimantan Selatan.



Sumber : neraca.co.id

DORONG KEMANDIRIAN DAN GO INTERNASIONAL - YDBA BANTU UMKM KULINER ALAT PELATIHAN MEMASAK