DORONG RI JADI PRODUSEN PRODUK HALAL, ISTIQLAL GAET KOMUNITAS UMKM

DORONG RI JADI PRODUSEN PRODUK HALAL, ISTIQLAL GAET KOMUNITAS UMKM

Share : 27 January 2021
Masjid Istiqlal bersama BIG Indonesia membuat program Istiqlal Indonesia Halal Centre (IIHC). Program ini akan menggaet komunitas pengusaha serta UMKM untuk mendukung RI menjadi produsen produk halal. "Maksud dan tujuan IIHC, IIHC itu Istiqlal Indonesia Halal Centre, jadi kami ingin Istiqlal menjadi salah satu halal centre di Indonesia, baru pertama kali juga, kami sangat hati-hati karena ini menjadi percontohan juga," kata Founder BIG Indonesia, Dwi Andayani dalam siaran YouTube Masjid Istiqlal TV, Jumat (22/1/2021).

"Kalau kita bicara Istiqlal bukan lingkup Jakarta aja tetapi sudah representatif dari Indonesia, jadi kami membuat IIHC ini memang dasar pemikirannya dari banyak ngambil dari master plan ekonomi syariah, jadi semua in line, dari program pemerintah," sambungnya.
Dwi mengatakan program ini akan mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal dunia. IICH juga menjak komunitas pengusaha hingga UMKM untuk mewujudkan program tersebut.

"Mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen halal dunia. Ini bagaimana kita bisa sinergi, karena yang kami ajak di sini beberapa komunitas besar, ada Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, ada komunitas pengusaha Muslim Indonesia juga, ada teman-teman dari IBF juga dan komunitas-komunitas pengusaha yang memang secara komunitas memang kami undang khusus dan kami berharap ini menjadi komunitas bersama," jelas dia.

Dwi mengatakan IIHC memiliki 5 program. Pertama adalah inkubator dan akselator yang berfungsi sebagai pusat pelatihan atau training. "Program, kita ada lima program, pertama inkubator dan akselerator, ini lebih ke training centre nanti, bapak-ibu akan kita bagi kelas di mana ada kelas yang belum ada BPOM, belum ada label halal, nanti perusahaan yang belum bagus ada di inkubasi. Jadi program IIHC ini bukan hanya menyiapkan galeri, aplikasi e-commercenya tapi juga bagaimana setahun program ini produk bapak ibu bisa masuk retail dan ekspor," katanya. "Kedua ada market place e-commerce aplikasi Istiqlal. Lalu ada galeri produk dan area jual beli. Itu di area di pintu Al-Fatah sebelah itu sudah disiapin area jual beli," jelasnya. Program keempat adalah ruang untuk kerja sama atau co-working space bersama pelaku IKM dan UMKM Indonesia. Serta insentif Hibah bagi IMK/UKM halal. "Hibah lebih ke peralatan sebenarnya. Jadi nanti kita akan lihat, nanti ada buku panduannya nanti ada program pelatihan mana yang diikutin alurnya dulu," kata dia.

Dwi juga meminta UMKM untuk menyiapkan deskripsi produk menggunakan bahasa Inggris. Sebab Istiqlal akan menjadi destinasi internasional. "Karena Istiqlal menjadi destinasi internasional produk bapak dan ibu berbahasa Inggris minimal. Kalau bisa dua bahasa lebih bagus, misal ada bahasa Arabnya, bahasa Chinanya. Produk kami harap secara labeling sudah berbahasa Inggris dan sudah memiliki izin BPOM atau halal. Yang belum punya nanti akan kami dampingi," katanya.

Sebelumnya, badan pengelola Masjid Istiqlal bersama BIG Indonesia meluncurkan Program Istiqlal Indonesia Halal Centre (IIHC). Poin penting dalam program yang akan dikembangkan dari IIHC adalah kolaborasi ekosistem halal program. "Poin yang sangat penting apa itu yang akan dikembangkan oleh IIHC. Jadi pertama adalah semacam ada kolaborasi ekosistem halal program," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar saat konferensi pers di Masjid Istiqlal, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).



Sumber : Detik.com