GRABKITCHEN SEDIAKAN GERAI DAN DAPUR STANDAR INTERNASIONAL UNTUK UMKM KULINER

Foto: dok. DetikFood

Share : 02 March 2020

Medan - GrabKitchen adalah layanan Grab Indonesia yang membantu UMKM kuliner maju. Tersedia gerai plus fasilitas dapur taraf internasional untuk mengembangkan para pengusaha UMKM kuliner.

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tak bisa diremehkan. Buktinya di Medan, UMKM menyumbangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar yakni sekitar 22,62%. Selain itu juga menyerap sekitar 90,80% jumlah lapangan usaha.

UMKM terdiri dari banyak jenis, termasuk kuliner. Para pemilik gerai makanan berbisnis sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Salah satu contoh UMKM kuliner sukses di Medan adalah Keju Kesu.

Berjualan pisang dan donat aneka topping sejak 2017, kini Keju Kesu punya 4 gerai dengan lebih dari 20 pegawai. Dua diantara gerai Keju Kesu berada di GrabKitchen.

Pada Jumat (28/2), detikFood diajak mengunjungi salah satunya yaitu di GrabKitchen Pasar Tiga. Dari luar bangunannya seperti ruko biasa, namun siapa sangka di dalamnya ada sekitar 8 dapur UMKM kuliner yang siap melayani pesanan masyarakat sekitar.

Anggrini selaku Account Manager Grab Kitchen Medan menjelaskan kalau GrabKitchen berbeda dengan GrabFood. "Kalau di GrabFood merchant punya gerai sendiri, tapi di sini kita sediakan lokasinya. Hal ini tentu memudahkan mereka untuk buka cabang," ujarnya. Meski begitu pemesanan makanan di GrabKitchen dilakukan melalui GrabFood.

Teknologi big data juga memungkinkan GrabKitchen tahu wilayah-wilayah mana saja yang kekurangan spot kuliner. Begitu juga dengan pilihan menu yang diinginkan oleh masyarakat di wilayah itu.

Di Medan sekarang ada 4 GrabKitchen yaitu di Polonia, Pahlawan, Pasar Tiga, Mega Park, dan Setiabudi. Di masing-masing lokasi, setidaknya ada 8-10 UMKM kuliner yang beroperasi.

"Alurnya, pelanggan pelanggan akan pesan via aplikasi GrabFood, akan ada notifikasi untuk pelanggan dan merchant. Merchant bisa lihat apa saja yang dipesan lalu membuatkannya meski driver belum datang," jelas Anggrini. Setelah itu supir GrabBike datang mengambil pesanan makanan di kasir. Terakhir baru dikirim langsung ke pelanggan.

Fitur GrabKitchen juga makin berkembang karena sekarang pelanggan bisa pesan makanan di lebih dari 1 gerai yang ada di sebuah GrabKitchen. Nama fitur ini adalah All In One. Kelebihannya pelanggan hanya perlu bayar satu kali ongkos kirim.

Bagi UMKM kuliner, GrabKitchen bisa jadi solusi tepat pasalnya memudahkan mereka membuka cabang. Mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya riset pasar yang besar untuk tahu wilayah makan yang bagus pasarnya.

"Grab Kitchen sudah menyiapkan tempat dan dapurnya. Merchant hanya tinggal sediakan juru masak. Dapurnya juga bertaraf internasional," kata Anggrini. Fasilitas dapur yang dimaksud mencakup adanya listrik, gas, exhaust (sirkulasi), kompor, air, dan bak cuci piring.

Mereka yang bekerja di GrabKitchen juga diminta untuk mematuhi standar keamanan pangan sekaligus menjaga higienitas saat melayani pesanan makanan pengunjung.

Bima Firanda selaku co-founder Keju Kesu merasakan keuntungan dari kerja sama dengan GrabKitchen. Bisnisnya bisa menjangkau lebih banyak wilayah dengan keuntungan dan pelanggan naik sekitar 30 persen. Keju Kesu sendiri bergabung dengan GrabKitchen sejak akhir 2019.

Ia juga terhindar dari kerugian akibat memilih lokasi yang tidak tepat. "Seandainya kita buka cabang sendiri, belum tentu pasarnya cocok. Bisa jadi merugikan," ungkapnya.

Untuk pemilihan merchant, GrabKitchen memilih sendiri merchant yang tepat. Meski begitu, para pemilik merchant juga bisa membuat pengajuan.

Pewarta: Andi Annisa Dwi Rahmawati

 

COPYRIGHT © DETIKCOM 2020



Sumber : food.detik.com