HARUS LEBIH FOKUS MEMBANGUN KOPERASI

HARUS LEBIH FOKUS MEMBANGUN KOPERASI

Share : 10 July 2019

Jakarta - Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Teguh Boediyana mengungkapkan, secara nyata kita dapat lihat gerak yang sangat dinamis dari koperasi dan UMKM di berbagai negara lain seperti Jepang, China, Korea, India, Singapura, negara di Skandinavia, ikut menentukan roda perekonomian negara mereka masing mas-ing. Bahkan, mereka telah tumbuh menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan proses industrialisasi yang ada di negara tersebut karena koperasi dan UMKM yang menjadi pendukung utama sehingga industri apapun merupakan harmoni antara UMKM dengan usaha besar."Dari adanya koeksistensi inilah akhirnya dapat dilahirkan suatu tingkat efisiensi yang optimal dan kemampuan daya saing di pasar global" kata Teguh dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

"Perubahan lingkungan dan perkembangan UM- strategis tersebut juga di pastikan akan berpengaruh juga terhadap perekonomian Indonesia dan tentu saja terhadap koperasi dan UMKM sebagai bagian integral perekonomian nasional. Masih ada berbagai perubahan lingkungan strategis yang lain yang pasti berpengaruh terhadap masa depan koperasi dan UMKM" tukas Teguh.

Meski begitu, Teguh masih merasakan sampai saat ini komitmen membangun koperasi di kalangan pemerintah belum satu persepsi. Banyak pihak yang masih ragu dengan peran dan fungsi koperasi. Kementerian ataupun lembaga pemerintah yang menangani sektor riil lebih asyik untuk mengembangkan kelompok kelompok seperti Kelompok Tani, KUBE, Bumdes, dan sebagainya.

Selain itu, bagi Teguh, keberadaan Kementerian Koperasi dan UKM tampaknya masih sangat esensial. Bahkan, perlu ditingkatkan posisinya agar dapat memiliki power dan dukungan APBN yang lebih memadai. "Perlu ditata ulang agar pengembangan dan pembinaan, khususnya
UMKM, tidak terpecah-pecah seperti saat ini dimana terdapat sekitar 26 lembaga/kementerian yang menggarap UKMK berdasar persepsinya"katanya.

Mencermati apa yang menjadi misi pasangan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin, kita pantas memberikan apresiasi karena khususnya untuk misi ke-3 yakni pembangunan yang merata dan berkeadilan, dinyatakan secara tegas dinyatakan bahwa koperasi dan UMKM merupakah satu pilar penting perekonomian nasional. Untuk itu, akan dilakukan apa yang sebelunmya sudah dilaksanakan antara lain meningkatkan akses pembiayaan, meneruskan reformasi koperasi, insentif pajak, dan beberapa kebijakan yang lain. Tidak kurang dari 12 langkah kebijakan yang direncanakan untuk memacu pengembangan dan pertumbuhan koperasi dan UMKM. "Meski dalam lima tahun terakhir PDB Koperasi meningkat dari 1,4% menjadi 5%, tidak berarti harus puas diri," katanya, gnlolur/rin

 



Sumber : neraca.co.id

HARUS LEBIH FOKUS MEMBANGUN KOPERASI