INDOHP BAKAL HIDUPKAN UMKM DI JABODETABEK

INDOHP akan menghidupkan UMKM di Jabodetabek. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf

Share : 06 March 2020
Jakarta - Kurangnya pendampingan dalam segi pemasaran menjadi masalah dalam mengembangkan UMKM di Indonesia. Hal itu disadari platfom digital, INDOHP. Karenanya, target menghidupkan UMKM akan dilakukan dalam waktu cepat.

"Saat ini kami sedang menjajaki dengan mereka. Target awal, kami akan UMKM di Jabodetabek bergabung," kata Bussines Development INDOHP, Martin, Kamis (5/3/2020).

Martin menyadari, di Indonesia banyak UMKM yang tersebar. Sayangnya, dari banyak UMKM yang ada mereka memiliki kelemahan dalam hal pemasaran.

Karena itu, melihat potensi yang cukup besar, bersama INDOHP, martin berencana bakal melakukan penjajakan, mendatangi UMKM untuk bergabung dengan platfom. Cari ini dinilai akan memberikan keuntungan UMKM, pundi pundi penghasilan kian terlihat.

Meski terbilang baru berdiri setahun, INDOHP mencatat ada 2.100 dropshipper yang telah bergabung dan sudah memiliki 5.000 produk siap dipasarkan. Beberapa vendor itu terdiri dari sejumlah UMKM yang ada di pulau besar di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi.

Martin melanjutkan, dalam perjalanannya INDOHP menawarkan sistem dropshiper yang cocok untuk para calon reseller. Jadi vendor hanya menyediakan barang, sementara penjualan akan di lakukan oleh para dropshipper INDOHP sedangkan pelayanan terhadap konsumen dan hal lainnya dilakukan langsung oleh INDOHP.

Para vendor bisa melihat stok dan transaksi melalui aplikasi android maupun website. "Jadi ini adalah cara termudah untuk berbelanja dan menjual. Kami sudah punya marketplace dan agen untuk berjualan," tuturnya.

Dalam melakukan bisnisnya, INDOHP memiliki beberapa paket untuk bergabung sebagai Dropshipper, mulai dari Rp119 ribu hingga Rp3 juta untuk bergabung. Selain itu, bila salah satu akun mengajak oranglain, maka mendapatkan bonus referal. Sedangkan untuk vendor, INDOHP tidak mengenakan biaya sama sekali.

"Tapi kita enggak menganut skema ponzi. Jadi misalnya tuan A ajak tuan B bergabung ke Indo HP, nanti tuan A dapat bonus. Tapi ketika jaringan berkembang, tuan B mengajak tuan C bergabung, maka bonus hanya turun di tuan B, dan tuan tidak dapat apa, jadi skema ponzi terputus," tuturnya.

Adanya biaya pendaftaran untuk bergabung menjadi dropshipper INDOHP, bukanlah tanpa alasan. Dengan adanya sistem berbayar, membuat dropshipper menjadi lebih bertanggung jawab. Selain itu uang juga nantinya di gunakan untuk pelatihan dan pembekalan kepada para peserta.

Sedangkan untuk harga yang berbeda, Martin mengatakan pendaftaran Rp 3 juta akan membuat vendor mendapatkan website dan aplikasi andoroid dan iOS untuk tokonya.

"Jadi bisa dikatakan ini harga murah. Bayangin kita tak perlu puluhan juta untuk membuat aplikasi android. Dan nilai segitu untuk pelatihan juga kan," tutup Martin.

Pewarta: Yan Yusuf

COPYRIGHT © SINDONEWS.COM 2020



Sumber : metro.sindonews.com

INDOHP akan menghidupkan UMKM di Jabodetabek. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf