JANGAN SEPELEKAN UMKM, BISA JADI PENOPANG EKONOMI NASIONAL KALA KRISIS

JANGAN SEPELEKAN UMKM, BISA JADI PENOPANG EKONOMI NASIONAL KALA KRISIS

Share : 22 April 2021
Tantangan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia terpilih yang akan menggantikan Rosan P. Roeslani, adalah ikut memperbaiki kondisi ekonomi bangsa yang saat ini tengah terganggu akibat pandemi Covid 19. Wakil Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, mengaku siap menjawab tantangan tersebut. Kata dia, salah satu solusi dari permasalahan ekonomi bangsa saat ini, adalah menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat.

"Kalau permasalahan kesehatan teratasi, permasalahan ekonomi sedikit banyaknya juga akan teratasi," ujar Arsjad Rasjid dalam sambutannya di acara buka bersama yang digelar Kadin Banten, dikutip Kamis (22/4/2021). Selain itu, untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa, sektor UMKM juga perlu didorong. Karena jumlah dan peran UMKM di Indonesia cukup signifikan dalam menopang perekonomian bangsa. Calon Ketua Umum Kadin ini mengingatkan, UMKM harus dibantu dalam kemudahan berusaha. Hal yang perlu diingat menurutnya adalah tidak ada satu solusi, yang bisa menyelesaikan permasalahan bangsa. Setiap masalah, butuh solusinya masing-masing.

"Setiap industri permasalahannya berbeda-beda, penyakitnya berbeda-beda, butuh obat yang berbeda-beda," terangnya. Arsjad Rasjid mengatakan pemerintah sejauh ini sudah sangat membantu perbaikan ekonomi bangsa. Antara lain dengan pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN ultra mikro. Kepada wartawan, saat ditanya kemungkinan ia menang pemilihan, Arsjad Rasjid yang saat ini menjawab sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, mengaku yakin. "Alhamdulillah teman-teman dari daerah, teman-teman dari asosiasi mulai mendukung. Saya InsyAllah bisa," ujarnya.

Indonesia saat ini dinilai masih kekurangan pengusaha. Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Arsjad Rasjid menyatakan populasi pengusaha sangat penting untuk menanggulangi permasalahan ekonomi bangsa. Di acara Pelantikan Pengurus MES DKI Jakarta, yang digelar di Jakarta, Sabtu (17/4/2021), Arsjad Rasjid yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), mengingatkan bahwa semua pihak harus saling membantu, untuk membantu bertambahnya jumlah pengusaha di Indonesia.

"Supaya dan agar, bisa membuat lapangan pekerjaan yang lebih besar. Dengan membuat lapangan kerja lebih besar, akhirnya adalah mengurangi kemiskinan," ujarnya. Menurutnya, pemerintah sejauh ini sudah sangat mendukung iklim berusaha, agar tercipta lebih banyak lagi pengusaha di Indonesia. Ia menyinggung kebijakan-kebijakan Menteri BUMN yang juga Ketua MES, Erick Thohir, yang membuat perusahaan induk (holding) BUMN ultra mikro. "Itu juga untuk membantu UMKM, dan itu kedepannya kita membuat pondasi, dengan cara membuat usaha-usaha mikro kecil menengah," jelasnya.

Dua hal yang menjadi kekurangan dari pengusaha di Indonesia, adalah literasi digital. Hal tersebut menurutnya penting untuk keberlangsungan usaha di era modern ini. "Familiarization terhadap digitalisasi itu penting sekali, di sini bagaimana unsur unsur digital, bisa membantu pengusaha," terangnya. Arsjad Rasjid yang saat ini juga berstatus Calon Ketua Umum Kadin, menjelaskan bahwa hal lain yang menjadi kekurangan pengusaha khususnya pengusaha UMKM, adalah literasi keuangan. "Se-simple membuat buku (catatan keuangan), itu penting sekali, karena supaya bisa ada di perbankan," ujarnya.



Sumber : Liputan 6.com