JOKOWI MINTA BUPATI PERBANYAK PROGRAM PADAT KARYA TUNAI

JOKOWI MINTA BUPATI PERBANYAK PROGRAM PADAT KARYA TUNAI

Share : 31 March 2021
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh bupati di Indonesia untuk memperbanyak program Padat Karya Tunai di kabupatennya masing-masing. Begitu juga dengan program bantuan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Yang paling penting program-program padat karya diperbanyak," tutur Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Istana Negara pada Jumat (26/3).

Menurut kepala negara, program Padat Karya Tunai sangat mungkin ditingkatkan sesuai dengan rencana pembangunan di kabupaten. Misalnya, untuk membangun sekolah, jalan, hingga irigasi. "Bangun sekolah padat karya, bangun jalan padat karya, bangun irigasi padat karya," katanya. Program ini, sambung dia, sangat perlu karena bisa memberdayakan masyarakat daerah dalam skala besar dan dalam satu waktu.

Program ini juga menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, khususnya di tengah pandemi covid-19 yang sering kali justru menekan pendapatan masyarakat. "Karena rakyat sekarang ini butuh pekerjaan dan butuh income," ucapnya. Selain program Padat Karya Tunai, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mewanti-wanti para bupati agar tidak lupa membantu UMKM. Sebab, bila padat karya untuk masyarakat luas, bantuan UMKM bisa dikhususkan untuk para pedagang kaki lima yang kesulitan modal dan tergerus omzetnya.

"Meski pun dari pusat kita sudah memberikan Banpres Produktif 2,4 juta, tapi kalau dari Bapak, Ibu Bupati, anggarannya ada dan bisa diberikan, berikan tambahan ke sana, ke pedagang pasar, pedagang asongan, kaki lima, karena mereka yang terdampak," tuturnya. Tak ketinggalan, sambung Jokowi, bupati juga harus memberikan perhatian kepada pekerja dan industri di sektor pariwisata. Pasalnya, sektor ini merupakan yang paling terpukul sejak pandemi mewabah. "Kalau daerahnya ada pariwisata, ini yang terdampak, berikan suntikan ke sana," ucapnya.

Terkait hal ini, Ketua Umum APKASI Abdullah Azwar Anas mengatakan para bupati yang tergabung dalam asosiasi siap melakukan instruksi Jokowi untuk memberikan dukungan fiskal bagi sektor pariwisata. Kebetulan, sejumlah pembahasan mengenai kebijakan di sektor ini sudah dibahas bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Para bupati se-Indonesia, terutama pada daerah yang memiliki potensi wisata akan mendorong atraksi wisata berbasis desa untuk menggerakkan ekonomi. Mayoritas daerah akan fokus pada wisatawan nusantara dengan lokus yang sangat lokal, atraksi seni budaya yg berdampak ke pelaku seni, sehingga pemulihan ekonomi bisa didorong dari desa-desa," kata Abdullah pada kesempatan yang sama.



Sumber : CNN Indonesia